Bunda Corla Menjelma Jadi Mertua Barbar

Bunda Corla Menjelma Jadi Mertua Barbar

 

Bandung Side, TSB — Bunda Corla pikat hati penonton dengan menjelma jadi mertua barbar dalam debutnya di layar lebar dalam film “Mertua Ngeri Kali”, saat nobar di TSM XXI, Minggu, 7 Desember 2025.

Hadir di TSM XXI cast & filmmaker saat Screening Film, Key Mangungsong (Sutradara Film), Bunda Corla (Pemeran Donda, Sang Mertua Barbar), Sophie Navita (Pemeran Rembulan) menjumpai penonton, beramah tamah, hingga berjoged Bersama.

Kabar yang ditunggu-tunggu oleh “anak-anak bunda” se-Indonesia akhirnya tiba! Fenomena media sosial Bunda Corla yang biasa live di salah satu patform digital saat ini resmi mengguncang layar lebar lewat film komedi keluarga “Mertua Ngeri Kali”.

Film “Mertua Ngeri Kali” karya rumah produksi Im-a-gin-e mengumumkan bahwa film ini siap bikin geger bioskop mulai 11 Desember 2025 di gedung bioskop terdekat di seluruh Indonesia.

Ini bukan sekadar film, ini adalah debut akting Bunda Corla yang siap menyalurkan energi blak-blakan dan karisma ‘bandit’-nya ke dalam karakter Donda, seorang ibu mertua Batak yang dijamin bikin rumah tangga auto nggak tenang.

Film ini juga didukung oleh sejumlah rumah produksi yang turut berkontribusi dalam mewujudkan film ini: A&Z Films, Anami Films, PK Films, Josh Pictures, dan Kami Sinema. Kolaborasi lintas rumah produksi ini memperkuat visi bersama dalam menghadirkan film drama komedi yang relevan dan menghibur.

Bunda Corla Menjelma Jadi Mertua Barbar
Saat meet and greet usai nobar “Mertua Ngeri Kali” di TSM XXI, Minggu, 7 Desember 2025.

Satu Rumah Dibuat Geger oleh Mertua Barbar
First look yang dirilis menampilkan sebuah teaser pendek yang menunjukkan dinamika keluarga yang bikin geleng-geleng kepala, mempersembahkan penampilan pertama Bunda Corla sebagai Donda dengan berbagai ekspresi khasnya: mata melotot, mulut siap ‘bernyanyi’, hingga tatapan penuh selidik yang bikin menantu mana pun salah tingkah.

Dinamika keluarga antara mertua dan menantu di adat Batak yang sangat menarik, kental dengan peran dan hierarki. Mertua perempuan (Inang Simatua) dan Menantu perempuan (Parumaen) adalah salah satu dinamika yang paling kompleks dan intens dalam keluarga Batak.

Secara tradisional, Inang Simatua (Ibu Mertua) adalah ratu dan penguasa tertinggi di dalam rumah tangga dalam satu rumah, karena mertua sebagai Wanita Pewaris Nilai Adat, Mertua Wanita adalah penjaga utama tradisi dan norma keluarga. Menantu perempuan diharapkan untuk meniru dan mematuhi standar yang telah ditetapkan oleh mertua.

Mertua juga sebagai Pengawas Domestik, Ibu mertua seringkali memiliki ekspektasi yang sangat tinggi terhadap kemampuan Parumaen dalam mengurus rumah tangga, memasak, dan mengasuh cucu. Jika standar ini tidak terpenuhi, mertua perempuan seringkali menjadi sumber kritik sehingga merubah sikap menjadi mertua barbar.

Dalam masyarakat kolektivistik seperti Batak, ibu mertua seringkali memiliki pengaruh besar, dan menantu perempuan diharapkan untuk menyesuaikan diri dengan nilai-nilai keluarga suami.

Sementara itu menantu perempuan mempunyai peran sebagai Pelayan Utama Adat, setiap pesta atau acara adat nantinya Parumaen yang paling sibuk, bertugas menyiapkan makanan, melayani tamu, dan memastikan kelancaran acara. Ini adalah bentuk pengabdian kepada suami dan keluarganya.

Bunda Corla Menjadi Mertua Barbar
Bunda Corla mengingatkan untuk menemuinya di Bioskop kesayangan pada Tanggal 11 Desember 2025 saat film Mertua Ngeri Kali diputar.

Selain itu, menantu perempuan Pintu Gerbang Marga, karena tujuan utama perkawinan Batak adalah meneruskan marga melalui anak laki-laki. Oleh karena itu, menantu perempuan yang berhasil melahirkan anak laki-laki seringkali mendapat posisi yang lebih kuat dan dihormati.

Hingga pada saat menantu berasal dari latar belakang atau nilai yang berbeda (misalnya, nilai modern vs nilai tradisional), hal ini sering menjadi sumber “Sanding” (gesekan atau konflik) dengan ibu mertua, Film “Mertua Ngeri Kali” dibangun dari konflik tersebut.

Disutradarai oleh Key Mangunsong, film “Mertua Ngeri Kali” ini menyajikan getaran ‘perang dunia’ dalam satu atap keluarga Batak. Ceritanya berpusat pada Donda yang terus-menerus menguji kesabaran menantunya, Andara (Naysila Mirdad), dan membuat putranya (Dimas Anggara) serba salah.

Selain Bunda Corla, barisan ‘korban’ dan ‘sekutu’ dalam drama keluarga ini diperkuat oleh Dimas Anggara, Naysila Mirdad, Gita Bhebhita, Sophie Navita, Siti Fauziah, dan Bonar Manalu. Mereka siap menampilkan benturan generasi (generational gap) yang super relatable dan kocak.

Menghibur Sekaligus Film yang Sarat Makna
Meski penuh tawa, film ini punya hati, “Mertua Ngeri Kali bukan sekadar komedi, tapi juga cermin keluarga kita. Tentang cinta, ego, dan bagaimana kita belajar saling memahami,” ujar sutradara Key Mangunsong.

Siapkan mental dan siapkan tawamu! Apakah rumah tangga Andara akan selamat dari guncangan mertua paling ngeri ini? Temukan jawabannya di Mertua Ngeri Kali, mulai 11 Desember 2025 di bioskop.

Jangan sampai ketinggalan kehebohannya di @mertuangerikali.film dan @im_a_gin_e! ***

Tinggalkan Balasan