Bandung Side, Bogor – VinFast Mobil Listrik perusahaan raksasa di Vietnam, Vingroup milik koglomerasi Pham Nhat Vuong akan menanamkan investasi pembangunan pabrik mobil dan insfrakturtur pengisi daya.
Nilai investasi fantastic dari Vingroup tersebut focus utamanya pada pembangunan pabrik mobil listrik di Subang, Jawa Barat, senilai sekitar Rp 4 triliun (atau USD 200 juta pada tahap awal).
Investasi tambahan untuk infrastruktur pengisian daya atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) mencapai sekitar Rp 4,9 triliun (USD 300 juta), dengan target komprehensif untuk mempercepat ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air.
Hal tersebut terungkap saat disampaikan oleh CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto saat membuka kegiatan “VinFast Indonesia B-Camp 2025” di The Highland Park Resort Bogor, pada 3-4 Desember 2025.
Raksasa otomotif asal Vietnam, VinFast ikut serta dalam mewujudkan misi Indonesia menuju Net Zero Emision dan mendorong transisi industri menuju Electric Vehicle (EV) melalui pembangunan pabrik mobil listrik di Subang, Jawa Barat.
Subang dipilih sebagai wilayah pembangunan pabrik VinFast mobil listrik karena wilayahnya memiliki kawasan yang strategis dengan hadirnya berbagai program strategis nasional, seperti bandara, pelabuhan internasional, adanya akses tol, juga hadirnya kawasan-kawasan industri.
Dengan membangun pabrik VinFast mobil listrik di Subang, VinFast tak hanya memperluas bisnis otomotifnya, namun juga mendorong dan meberi dampak pertumbuhan ekonomi daerah serta membuka peluang lapangan kerja baru yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Subang, Jawa Barat.
“Pada perencanaan awal, nanti di tahap pertama kita mungkin menyerap tenaga kerja antara 900 hingga 1.000 orang pada fase satu, tenaga kerja ini akan mulai beraktivitas menjelang dimulainya produksi percobaan (trial production) yang dijadwalkan pada akhir tahun ini yang sebelumnya sudah mendapatkan pelatihan di Vietnam beberapa bulan lalu,” ungkap Kariyanto Hardjosoemarto.
“Tentu kita harapkan jumlahnya akan terus berkembang dan bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja. Kami yakin dengan pabrik itu akan memberikan multiplier effect yang sangat besar, tidak hanya kepada kami, direct employee, tapi juga kepada indirect dengan supplier dan lain sebagainya secara ekosistem,” tambah Kariyanto Hardjosoemarto yang akrab disapa Kari.
Pabrik di Subang akan sesuai target dengan kapasitas produksi pada fase pertama, sekitar 50.000 unit kendaraan listrik per tahun. Model yang akan diproduksi termasuk model populer mereka seperti VF 3, VF 5, VF 6, dan VF 7.

Keunggulan VinFast dengan Ekosistem Terpadu dan berpaham Green Future
Kariyanto juga menyampaikan ada perbedaan yang menyolok dari pemain mobil listrik dari VinFast yakni;
1. VinFast akan mendirikan pabrik sendiri,
Hal tersebut dikarenakan makna dari filosofi Vin Fast berasal dari kata-kata Vietnam yakni Vin= VIet Nam (Vietnam), Phong cách (Gaya), An toàn (Keselamatan), dan Sáng tạo (Kreativitas atau Inovasi), yang mencerminkan komitmen pada kualitas, inovasi, dan keselamatan.
Jadi secara filosofi berarti VinFast adalah produk mobil listrik yang berasal dari Vietnam yang berkomitmen pada kualitas, inovasi dan keselamatan.
2. Takut Susah Mencharger Batre,
VinFast aktif membangun jaringan pengisian daya (charging station) secara mandiri. Langkah ini bertujuan untuk mengatasi salah satu hambatan terbesar adopsi kendaraan listrik, yaitu keterbatasan infrastruktur pengisian.
Bersama V-Green, perusahaan afiliasi yang secara khusus didirikan untuk mengembangkan dan mengoperasikan jaringan pengisian daya kendaraan listrik (EV) di seluruh wilayah Indonesia, VinFast berupaya menjawab tantangan keterbatasan infrastruktur kendaraan listrik.
Inisiatif ini merupakan bagian penting dari strategi besar VinFast dalam membangun ekosistem mobilitas listrik yang menyeluruh dan berkelanjutan di Tanah Air, seperti di Vietnam terdapat stasiun pengisian daya kendaraan listrik setiap 3 km.
3. VinFast menghadirkan 5.000 unit untuk dimanfaatkan sebagai Taxi di Jakarta.
4. Green Future,
Konsep “Green Future” atau Masa Depan Hijau yang dipahami dan diwujudkan oleh VinFast bukan hanya sekadar menjual mobil listrik, tetapi merupakan sebuah ekosistem mobilitas berkelanjutan yang terintegrasi dan holistik.
Inti konsep Green Future adalah memudahkan transisi masyarakat dari penggunaan kendaraan konvensional ke kendaraan listrik (EV) serta menghilangkan hambatan-hambatan utama dengan mempermudah adanya infrastruktur secara masif dengan target pembangunan SPKLU sebanyak 100.000 titik di ASEAN.
Green Future VinFast secara eksplisit dan langsung mencakup jaminan harga jual kembali (nilai jual kembali) mobil listrik VinFast.
Green Future ini juga menjadi salah satu elemen paling inovatif dan penting dalam strategi VinFast untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik (EV), terutama di pasar seperti Indonesia.

“Jaminan jual kembali setelah 6 bulan penggunaan dinilai 90%, setelah 1 tahun penggunaan dinilai 86%, setelah 3 tahun penggunaan dinilai 70%-73% sehingga VinFast menghilangkan rasa takut konsumen akan “kerugian besar” saat menjual kembali mobil listrik,” ujar Kari.
Selain itu, menurut Davy Jeffry Tuilan, DCEO Sales & Network VinFast Indonesia, yang membahas berbagai inovasi produk dan layanan yang dihadirkan VinFast untuk konsumen di Indonesia bahwa diantaranya inovasi skema langganan baterai dan karakter teknologi mobil listrik.
“Terobosan inovatif VinFast melalui penerapan model bisnis battery subscription atau skema langganan baterai bahwa pembeli dapat memiliki mobil listrik VinFast dengan harga yang jauh lebih terjangkau karena tidak perlu langsung membeli baterainya, melainkan cukup membayar biaya langganan bulanan sesuai kebutuhan penggunaan,” papar Davy Jeffry Tuilan.
Model mobil listrik VinFast yang tersedia di Indonesia diantaranya VF 3 mempunyai karakter teknologi bagi yang memiliki mobilitas perkotaan dengan desain unik dan kapabilitas yang mumpuni, VF 6 mobil listrik yang didesain untuk keluarga muda sedangkan VF 7 mobil listrik yang ditujukan untuk pengemudi dan memiliki pilihan selera dan performa tinggi, pungkas Davy Jeffry Tuilan.
Test Drive VF 3 di Cuaca Ekstrem Kota Bogor
Memasuki tahapan test drive diaktifitas VinFast Indonesia B-Camp 2025, Kota Bogor sedang seru-serunya hujan sepanjang pagi di tanggal 4 Desember 2025.
VF 3 mobil listrik mungil tapi bersahaja ini dikenal memiliki ketahanan terhadap cuaca ekstrem seperti hujan dan kondisi jalan akan genangan air.
VinFast VF 3 tergolong mobil listrik modern, termasuk memiliki sistem kelistrikan yang terlindungi dari percikan air dan kelembapan, dengan komponen seperti baterai dan motor dilindungi oleh lapisan waterproofing dan standar Ingress Protection (IP).
Hal tersebut disampaikan oleh Davy Jeffry Tuilan,” Sistem kelistrikan pada semua mobil VinFast sudah terlindungi dari percikan air dan tahan terhadap kelembapan udara karena adanya lapisan waterproofing dan standar Ingress Protection (IP)”.
Standar keamanan mobil listrik VinFast telah memenuhi standar keamanan internasional dan telah teruji mampu melewati air hingga ketinggian setengah ban mobil, tambah Davy.
VinFast VF 3 tangguh di jalan licin, terdapat fitur seperti Traction Control System membantu mencegah roda selip di jalanan yang licin akibat hujan.
Namun, lanjut Davy, jangan lupa dan menjadi catatan untuk memperhatikan batasan ketinggian air, meskipun tahan terhadap genangan, sebaiknya tetap waspada untuk tidak melewati genangan yang sangat dalam, karena ada batasan ketinggian air yang bisa dilalui komponen vital seperti baterai.
“Berkendara yang menjadi tujuan penting adalah “Keselamatan” tetap dinomor satukan, untuk kondisi cuaca ekstrem lainnya seperti panas terik atau banjir bandang, keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama, selain kondisi jalan juga hindari risiko yang tidak perlu,” pungkas Davy Jeffry Tuilan.***