Modul Baru EMO DEMO Tingkatkan Kualitas Layanan Tenaga Kesehatan

Modul Baru EMO DEMO Tingkatkan Kualitas Layanan Tenaga Kesehatan

Bandung Side, Jl. Sumatera – Modul baru Emo Demo garapan Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN) disosialisasikan kepada Tenaga Kesehatan guna meningkatkan kualitas layanan dalam pencegahan dan penurunan Stunting, Selasa, 26 Maret 2024.

Tambahan Sembilan Modul Baru EMO DEMO kembali digelar pelatihannya diikuti oleh Tenaga Kesehatan dan Staf Dinas terkait di di wilayah dampingan Program BISA sebagai Pelatih/ Trainer Emo Demo dari Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung Barat dari Tanggal 26 – 28 Maret 2024 di Hotel Santika jl. Sumatera, Kota Bandung.

Kegiatan Pelatihan Modul Baru EMO DEMO yang dibuka oleh Wini Nurwini, S.K.M., M.Si. Ketua Tim Kerja Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat sangat mengapresiasi.

Dalam bidang kesehatan, kata Wini Nurwini bahwa pemberdayaan masyarakat ialah upaya atau proses untuk menumbuhkan kesadaran, kemauan dan kemampuan dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan.

“Dengan timbulnya kemauan atau kehendak tersebut sebagai bentuk lanjutan dari kesadaran dan pemahaman terhadap obyek, dalam hal ini kesehatan individual,” kata Wini.

Wini Nurwini, SKM., M.Si., selaku Tim Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Kesehatan Jawa Barat
Wini Nurwini, S.K.M., M.Si. selaku Ketua Tim Kerja Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat

Sehingga dengan upaya pencegaran dan penurunan Stunting melalui Program BISA dengan pendekatan EMO DEMO dalam penyampaian pesan, kami optimis bila perubahan perilaku masyarakat secara konsisten dan sadar, maka Stunting akan berada pada posisi zero sehingga Generasi Emas dapat berkompetisi di era globalisasi ini, papar Wini Nurwini.

“Upaya penurunan Stunting akan lebih berdampak dengan adanya perubahan perilaku, khususnya pola asuh anak pada Ibu,” ungkap Wini dalam kata sambutannya.

Sebagai contoh perilaku masyarakat yang kami temui dilapangan diantaranya bahwa orang tua atau ibu dan bapak 100% merokok saat di rumah, dengan value 85% balita Stunting yang dikunjungi, oleh orang tuanya diberikan susu pendamping dari pabrikasi dan akses air bersih untuk mengelola makanan tidak optimal.

Salah satu kampanye yang dilakukan Tim Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat yaitu dengan memaksimalkan pemilihan bahan makan dari lokal sebagai asupan sehari-hari.

“Masih banyak perilaku masyarakat modern yang sudah meninggalkan bahan makan dari lokal yang tentunya dampak dari mengkonsumsinya bagi kesehatan sangatlah merugikan,” ujar Wini Nurwini.

“Semoga dengan tambahan ilmu dari Modul baru EMO DEMO yang akan didapat dari Tim Fasilitator nanti menjadi meningkatnya mutu pelayanan Tenaga Kesehatan dan kader Posyandu sehingga perubahan perilaku dapat dicapai,” pungkas Wini Nurwini.

Modul Baru Emo Demo
Tenaga Kesehatan dan Staf Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat yang menjadi Fasilitator mendapatkan pelatihan Modul Baru Emo Demo

Seperti sudah diketahui, bahwa Program BISA (Better Investment for Stunting Alleviation) merupakan program kolaboratif antara Save the Children dan Nutrition Internasional untuk mendukung tujuan Pemerintah Indonesia dalam pencegahan dan penurunan angka stunting, khususnya wilayah Kabupaten Kupang, Sumedang dan Bandung Barat.

Sejak Tahun 2021, Program BISA telah melakukan pelatihan berjenjang Emo Demo bagi petugas Kesehatan (staf Dinas Kesehatan-Puskesmas-Bidan Desa), staff Dinas Pemberdayaan Masyarakat, TP PKK Kabupaten, Kader Posyandu, Kader PKK Desa serta Kader Pembangunan Manusia.

Dengan mengusung strategi peningkatan kualitas sistem layanan gizi dan kesehatan, mendorong perubahan perilaku melalui peningkatan pengetahuan dan pendampingan mengenai gizi dan kebersihan untuk remaja, ibu hamil dan ibu baduta (*bayi dua tahun), serta pemanfaatan sumber daya yang lebih efisien, program ini diimplementasikan di empat kabupaten pada dua provinsi di Jawa Barat dan Nusa Tenggara hingga tahun 2024.

Pada tahun 2023 pendekatan perubahan perilaku menggunakan Emo Demo ini kemudian diperluas ke 20 desa tambahan di kabupaten yang sama dan hingga saat ini telah diimplementasikan di 289 Posyandu Dampingan (81 di TTU, 45 Kupang, 126 di Bandung Barat, 37 di Sumedang). Modul Emo Demo terbukti mudah diterima baik oleh kader posyandu maupun keluarga 1.000 HPK.

Program BISA bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Kader Posyandu serta Petugas Puskesmas untuk dapat mendukung perubahan perilaku PMBA (Pemberian Makan Bayi dan Anak) serta Cuci Tangan Pakai Sabun pada keluarga 1.000 HPK (Hari Pertama Kehidupan).

Modul Baru Emo Demo
Pendekatan Emo Demo dalam menyampaikan pesan kunci pencegahan dan penurunan Stunting dengan cara belajar sambil bermain guna mencapai perubahan perilaku di masyarakat.

“Pelaksanaan sesi-sesi Emo Demo yang singkat dengan pesan kunci yang sederhana serta menggunakan metode yang interaktif di Posyandu terbukti meningkatkan kunjungan sasaran posyandu,” ujar Popi Sundari, selaku BISA District Coordinator Jabar.

Selain itu perubahan perilaku yang paling cepat terlihat oleh kader adalah semakin berkurangnya balita yang membawa jajanan sembarang saat hari Posyandu setelah mengikuti Modul 3, Cemilan Sembarang, tambah Popi Sundari.

“Sembilan modul baru Emo Demo terkait Kolostrum untuk Bayiku, Makanan Utama Sebelum Cemilan, Produksi ASI, Cukup ASI Sampai 6 Bulan Pertama, Rawat Perutku, Hemat Dengan ASI, Tekstur MPASI, Posisi Menyusui dan Pelekatan dan Kalsium Selama Kehamilan merupakan pengejawantahan Program BISA dalam melakukan pelatihan bagi petugas kesehatan serta perwakilan dari Dinas kesehatan Provinsi Jawa Barat,” papar Popi Sundari.

“Pendalaman materi ASI Eksklusif, MP-ASI dan makanan bagi ibu hamil dapat meningkatkan baik pengetahuan dan keterampilan 56 Tenaga Kesehatan dan Staff Dinas dari Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung Barat, sehingga saat pendampingan ibu dan pengasuh anak akan meningkatkan perilaku terkait gizi ibu dan anak,” pungkas Popi Sundari.***

Tinggalkan Balasan