Bandung Side, jl. Gatot Subroto – Ibis MUSIC, program musik live global ibis, digelar perdana di Indonesia dengan mengundang para penggemar untuk terkoneksi kembali melalui penampilan akrab dari dua penyanyi lokal berbakat yang sedang berkembang, Kara Chenoa dan Ganial.
Sambutan hangat pertunjukan perdana Ibis MUSIC di Indonesia diselenggarakan Sabtu, (25/06/2022) di Ibis Bandung Trans Studio jl Gatot Subroto 289 Bandung, salah satu hotel grup Accor yang secara bersamaan merayakan hari ulang tahun ke-10 tahun.
Seperti yang disampaikan salah satu pengunjung pagelaran ibis Music di ibis Bandung Trans Studio, Ayang Lubna (20th) bahwa sudah lama menunggu ibis Music yang saat itu masih melakukan tur virtual dikarenakan masih berlakunya pembatasan saat pandemi Covid-19.
“Saya menunggu ibis Music hadir dengan performace diatas panggung melihat langsung musisi nya, karena sudah kangen dengan nyanyi bersama saat sapaan vokalis pada penonton,” tutur Ayang Lubna.

Namun, saya dan teman-teman tidak mengacuhkan protokol kesehatan, saat datang maupun ikut berdendangpun masih menggunakan masker, tambah Ayang.
“Semoga ibis Music terus menciptakan pengalaman baru dan kita tahu artis pendatang baru di Indonesia agar bisa diatas panggung untuk tampil,” pungkas Ayang Lubna.
Pertunjukan musik ditata dengan pendekatan modern dan emosional untuk menarik langsung para penggemar ibis dan penggemar musik serta berinteraksi dengan musisinya.
Sementara itu, Adi Satria, Senior Vice President Operations and Government Relations, Accor Indonesia & Malaysia mengatakan, “Ibis MUSIC adalah langkah terbaru dalam transformasi brand, menawarkan pengalaman baru bagi masyarakat setempat dan wisatawan untuk menjelajahi keramahan ibis dan lebih dekat dengan musisi berbakat.
Ibis sebagai hotel ekonomi terkemuka Accor di Indonesia juga turut antusias untuk mendukung program pemerintah pada subsektor musik untuk pariwisata dan ekonomi kreatif khususnya di perhotelan.

Berbagai kolaborasi telah dijalankan antara Accor dan Kemenparekraf melalui program-program seperti Bangga Buatan Indonesia, Beli Kreatif Lokal, Di Indonesia Aja, Wonderful Indonesia dan lainnya.
Kami berharap pertunjukan ibis MUSIC dapat turut mendukung pariwisata ekonomi kreatif dan mempromosikan para musisi lokal berbakat yang sedang berkembang di Indonesia.”
Nia Niscaya, Deputi Bidang Kebijakan Strategis, Kemenparekraf yang turut hadir menyaksikan gelar perdana Ibis MUSIC menyampaikan, “Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada Accor atas kerja sama dan kolaborasi baik yang selalu mendukung kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia”.
Pada kesempatan ini, kami sampaikan bahwa pada tahun 2021, subsektor musik di Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 3,94%. Hal ini merupakan kabar gembira bagi kita semua, karena di tahun sebelumnya terkontraksi hingga 1,47%, lanjut Nia Niscaya.
Kemenparekraf mendorong pelaku ekonomi kreatif subsektor musik untuk memperkuat skill dan inovasi dalam rangka membangkitkan perekonomian dan membuka lapangan kerja.
“Kami mengharapkan bahwa inovasi bercampur dengan imajinasi, kreativitas bergabung dengan totalitas dan subsektor ini dapat menjadi sektor unggulan di destinasi-destinasi pariwisata,” pungkas Nia Niscaya.

Di lokasi terpisah melalui daring, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan, “Musik sebagai salah satu subsektor ekonomi kreatif yang potensial tumbuh secara progresif dari tahun ke tahun”.
Saya menyambut baik pertunjukan ibis MUSIC yang diselenggarakan oleh ibis Bandung di Trans Studio, tambah Sandiaga Uno
“Saya berharap ibis MUSIC dapat menjadi ruang kreasi para musisi lokal dan mendorong perekonomian serta kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia,” tutup Sandiaga Uno
Laure Duberga, Global Vice-President, Economy Brands, Accor mengatakan, “Ketika pembatasan terus dilonggarkan di seluruh dunia dan orang-orang ingin bepergian dan menemukan pengalaman baru, kami dengan senang hati menghubungkan kembali dunia melalui kekuatan musik yang luar biasa sebagai bahasa universal yang tidak mengenal batas”.
“Kami mengundang semua penggemar musik untuk menikmati pertunjukan ibis MUSIC di hotel dan terhubung dengan komunitas dan para musisi multi-talenta,” ujar Laure Duberga.

Dua musisi pendatang baru Indonesia, Kara Chenoa dan Ganial, menghibur penonton dengan gaya musiknya masing-masing.
Kara Chenoa adalah penyanyi dan salah satu pendiri CUL DE SAC Collective, sebuah kolektif kreatif dari DJ, rapper, dan produser dengan ketertarikan untuk musik elektronik.
Kara Chenoa telah menorehkan jejak di kancah musik lokal sejak tahun 2021 melalui berbagai kolaborasi dengan musisi Indonesia dari berbagai genre. Melalui musiknya, Kara Chenoa mengajak pendengarnya untuk lebih jujur pada diri sendiri.
Ganial adalah seorang artis rekaman visioner. Memulai karirnya sebagai produser yang suka membuat hip hop dan r’n’b, Ganial telah meningkatkan permainannya dan sekarang menciptakan campuran gaya yang utuh.
Meskipun musiknya lebih dekat dengan r’n’b dan soul, ia tidak terbatas pada genre ini dan menciptakan suara unik yang dibentuk oleh pengaruh luas. Musik Ganial dapat digambarkan sebagai ‘broken compass’, yang berarti ada arah tanpa batas yang dia tuju, tetapi gaya uniknya tetap ada sepanjang waktu.***