Bijak Pilah-pilih informasi di Ruang Digital

Bijak Pilah-pilih

Bandung Side, Kabupaten Sukabumi – Bijak pilah-pilih setiap saat pengguna internet saat disuguhkan dengan informasi yang kita inginkan atau yang tidak. Informasi yang hadir juga informasi yang benar atau positif dan tidak.

Maka dari itu kita harus memiliki kecakapan digital bukan hanya sekedar dapat mengoperasikan perangkat namun juga dapat menghadapi banjir informasi itu dengan benar.

Bayu Wardana, Pemimpin Redaksi Independen.id mengatakan, yang harus dilakukan dalam bijak pilah-pilih adalah cerdas dalam memilih sumber informasi, pilih dan selektif juga dalam mengikuti akun media sosial.

Pilih akun akun media sosial yang terpercaya agar saat muncul di timeline berupa informasi yang bermanfaat bagi kita.

Install beberapa aplikasi media massa online di ponsel kita, pilih setidaknya dua media yaitu media massa nasional dan media massa lokal supaya kita bisa langsung memverifikasi atau kita mengecek kebenaran dari informasi yang kita dapat dari media sosial atau dari grup aplikasi pesan.

“Plih sumber informasi yang terpercaya salah satunya adalah media massa online karena media massa ini bekerja dengan kode etik jurnalistik. Jurnalis dalam bekerja dengan melakukan cek and ricek dan menyajikan berita yang berimbang,” kata Bayu Wardana.

“Ikuti media sosial media massa mereka agar kita selalu mendapatkan kiriman berita perhatikan centang biru untuk memastikan keaslian akun mereka,” jelas Bayu Wardana dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat Kamis (2/9/2021).

Sumber informasi lain dalam bijak pilah-pilih yang ialah sumber resmi lembaga atau institusi juga tokoh karena sumber informasi dari lembaga atau institusi itu mereka melalui proses sharing atau filter.

Untuk seorang tokoh menjadi sumber informasinya perhatikan keahlian dan kompetensi tokoh tersebut. kita perlu berhati-hati terutama jika tokoh tersebut komentar tentang hal-hal yang diluar kompetensinya.

Di media sosial juga kita harus mengikuti informasi dari lembaga informasi resmi yang bisa menjadi rujukan misalnya info gempa maka kita perhatikan saja instagram @infoBMKG. Lalu jika kita kalau ingin membagi infografis mengenai vaksin atau covid sebaiknya berasal dari akun media sosial Kementerian Kesehatan.

Ketika banjir informasi terjadi kita memang tidak bisa menghindarinya oleh karena itu kita perlu pandai mencari informasi yang tepat salah satunya menggunakan mesin pencari atau search engine.

Mesin pencarian yang paling sering digunakan di Indonesia yaitu Google. Kelebihan memiliki waktu pencarian informasi yang cepat, menyediakan informasi dari berbagai sumber sekaligus, memiliki banyak fitur pendukung untuk optimalisasi pencarian informasi, terkoneksi dengan pihak ketiga sehingga dapat menyediakan informasi lebih detail, menyediakan pencarian dengan berbagai bahasa.

Selain Google juga ada Bing, kelebihannya menyediakan informasi dalam berbagai jenis gambar foto video dan berita memiliki fasilitas instant answer.

Mesin pencarian lain, Yahoo juga menyediakan informasi dalam berbagai jenis gambar video foto dan berita memiliki fitur news feed di dalam utama pencarian.

“Dalam banjir informasi juga yang harus kita bisa adalah kita harus memilih bedakan berita bohong misinformasi dan disinformasi. Misinformasi adalah penyebaran informasi yang salah tetapi diyakini oleh penyebaran sebagai informasi yang benar,” ujar Bayu Wardana.

Disinformasi adalah penyebaran informasi yang salah dan penyebarannya tahu bahwa ini adalah salah dan sengaja disebarkan,” ungkap Bayu Wardana.

Jadi cara mengecek ini hoaks atau tidak cek alamat situsnya. Apakah domain-nya bisa dipercaya? Mengaku domain pemerintah seharusnya domainnya namalembaga.go.id. untuk Universitas maka biasanya domain-nya namauniversitas.ac.id.

Periksa bagian about us atau tentang kita, situs yang terpercaya akan mencantumkan lengkap seperti nama penanggung jawab, alamat kontak dan lainnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat Kamis (2/9/2021) juga menghadirkan pembicara Byarlina Gyamitri (Konsultan Pemberdayaan SDM), Littani Watimena (Brand & Communication Strategist), Ismail Tajiri ( Ketua RTIK Kabupaten Sukabumi), dan Sari Hutagalung sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.

Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Tinggalkan Balasan