Bandung Side, Kabupaten Garut – Promosi wisata pada media digital saat ini dibutuhkan, baik oleh sektor ekonomi yang didalamnya termasuk untuk pariwisata Indonesia akan lebih efektif.
Seperti yang disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mengatakan, mengubah target dari quantitas menjadi kuantitas.
Perubahan tersebut diperlukan kolaborasi dengan sejumlah pihak termasuk dengan media dan pemanfaatan teknologi untuk bisa kembali membangkitkan sektor pariwisata, budaya dan ekonomi kreatif melalui program unggulan bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Indonesia.
Shanti Kusmiati, staf admin Pusat Data dan Informasi Kemenparekraf mengtakan, sebagian masyarakat Indonesia yang sudah masuk dunia digital dapat berkontribusi ikut mendukung pariwisata.
Karena sedang terjadi penuruna yang sangat drastis hiungga 74,9 persen. Sehingga jika tidak dilaksanakan program dari Kemenparekraf penurunan akan semakin besar.
Program unggulan itu yakni Bangga Buatan Indonesia, gerakan nasional yang akan memeberdayakan masyarakat Indonesia untuk mempromosikan dan menjual produk dalam negeri dengan memanfaatkan kanal digital.
Program unggulan kedua ialah Bangga Berwisata di Indonesia yakni gerakan nasional yang akan membudayakan masyarakat Indonesia untuk mempromosikan area wisata Indonesia tetap mengenalkan budaya Indonesia.
“Gerakan tersebut sekaligus kampanye untuk ajakan berwisata hanya di Indonesia, dengan memanfaatkan kanal digital,” jelas Shanti Kusmiati saat menjadi pembicara webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Garut Jawa Barat, Jumat (13/8/2021)
Gerakan nasional ini akan memberdayakan masyarakat Indonesia mengenal,menikmati sekaligus mempromosikan keindahan wisata.
Dukungan kita dapat dalam bentuk postingan media sosial, jejaring kita. Manfaat seluruh media sosial sampai TikTok yang sekarang viral.
Saat sedang keluar kota jangan lupa untuk narsis di depan kamera tapi juga menceritakan tempat yang sedang dikunjungi.
“Apapun informasi akan bermanfaat bagi mereka yang memang ingin jalan-jalan. Jangan lupa untuk tag lokasi agar memudahkan orang untuk mengetahu lokasi,” ungkap Shanti Kusmiati.
Pemanfaatan teknologi pada promosi budaya, budaya membuat konten yang dapat menghadirkan pengalaman mengeksplorasi budaya dengan menarik.
Menurut Pengurus Pusat Relawan TIK ini, gunakan aplikasi berbasis wisata dan budaya, para programmer yang biasa membuat game saatnya sekrang game dengan karakter nusantara seperti tokoh perjuangan, perwayangan atau karakter dengan menggunakan pakaian adat.
Para pendidik juga mulai mengenalkan kebudayaan Indonesia saat memberikan contoh dalam pembelajaran mereka.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi.
Webinar wilayah Kabupaten Garut Jawa Barat, Jumat (13/8/2021) juga menghadirkan pembicara Queena Fredlina (Relawan TIK Bali), Iwan Kemrianto (Founder Yukbisniskost), Theo Derick (Praktisi Marketing Digital), dan dr.Maichel Kainama sebagai Key Opinion Leader.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.
Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.
Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***