Verifikasi Hoaks, Jangan Langsung Disebar

Verifikasi Hoaks, Jangan Langsung Disebar

Bandung Side, Kabupaten Bandung – Verifikasi hoaks dahulu ketika mendapatkan konten jangan langsung disebar meskipun itu lucu sekaligus miris melihat kelakukan saudara-saudara kita sebangsa.

Masih ingat dengan video segerombolan orang membeli susu beruang dalam jumlah yang banyak dengan rebutan sampai jatuh.

Terlihat lucu sekaligus dan miris, namun jika dibagikan bukan menghibur justru dapat menimbulkan kekesalan bahkan mungkin juga menimbulkan kepanikan karena merasa juga akan kehabisan susu tersebut atau percaya bahwa susu itu mampu menangkal Covid-19.

Maka, tidak perlu membagikan video yang seperti itu, itu kan termasuk verifikasi hoaks yang dapat mengganggu kesehatan mental.

Hal itu akan mmemicu dan enimbulkan emosi marah kesal dan mungkin juga memicu kepanikan publik,” ujar Iwan Kenrianto Founder YukbisnisKost saat menjadi pembicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (13/8/2021) siang.

Bahaya hoaks lainnya yakni dapat memanipulasi dan menjatuhkan banyak orang dan memicu keributan, keresahan, perselisihan dan kebencian.

Kita kini harus lebih waspada meskipun hanya sekadar video, harus bijak menentukan harus dibagikan ulang atau tidak.

Terlebih jika menemukan berita heboh yang cenderung disukai masyarakat ini. Ketika menemukan berita seperti itu yang bisa jadi salah.

Verifikasi terlebih dahulu meskipun kita tidak memiliki niat untuk membagikan namun kita tetap harus mencari fakta sebenarnya.

“Paling tidak untuk pengetahuan kita sendiri dan jangan sampai kita percaya hoaks. Cermati alamat situs pastikan selalu percaya berita yang berasal dari media terpercaya,” ujar Iwan Kenrianto.

Jangan lupa jika ada website yang menyebarkan berita hoaks kita sebagai warga digital berhak mengadukan konten ke Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan melayangkan email ke alamat aduankonten@mail.kominfo.go.id.

Jika di media sosial juga ada akun yang selalu menebar berita tidak benar, atau selalu membuat kecemasan saat kita membacanya kita juga dapat melakukan report di platform masing-masing.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (13/8/2021) siang, juga menghadirkan pembicara Laura Jane (psikolog klinis dewasa), Tetty kadi (Anggota DPR 2009-2014), Ismail Tajiri (Ketua RTIK Kabupaten Sukabumi), dan Almira Vania sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.

Kegiatan literasi digital diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan