Satgas Sektor 4 Citarum Harum Bersama Karang Taruna Distribusikan Tong Sampah di RW 9 Desa Sukamantri

Bandung Side, Paseh – Sebanyak 26 buah Tong Sampah dari drum bekas didistribusikan kepada masyarakat RW 9 Desa Sukamantri oleh Satgas Sektor 4 Citarum Harum dan Karang Taruna “Seba Nusa Taruna” dalam rangka mengembalikan lingkungan yang bersih diwilayah aliran Sungai Cipalemahan, Kamis (2/4/2020).

Warga RW 9 Desa Sukamantri, memiliki kurang lebih 350 KK yang dibagi jadi 4 RT menghasilkan sampah yang belum maksimal dikelola oleh warganya. Bahkan dari laporan warga yang dihimpun Satgas Sektor 4 bahwa warga masih membuang sampah rumah tangganya di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Pasar Baru dengan sembunyi-sembunyi. Karena keberadaan TPS Pasar Baru peruntukannya sudah terkoordinasi bagi Pedagang Pasar Baru, jadi keberadaannya bukan untuk warga.

Satgas Sektor 4 Citarum Harum dan Karang Taruna RW 9 Desa Sukamantri serta tokoh masyarakat mendistribusikan tong sampah dari drum bekas ke masing-masing wilayah tingkat Rukun Tetangga, Kamis (2/4/2020).

“Melihat potensi warga RW 9 Desa Sukamantri yang mayoritas memiliki aktifitas pembuat dan pengrajin makanan ringan seperti tempe, tahu, cireng, cipruk, cuanki dan makanan ringan lainnya untuk didagangkan keliling maupun didagangkan ke Pasar Baru dipastikan akan menyimpan sampah domistik atau sampah rumah tangga. Sehingga apabila tidak dikelola dengan baik, akan mendorong warga membuang sampah ke Sungai Cipalemahan dan TPS Pasar Baru secara terus-menerus,”kata Sertu Aguh Suhendra, Satgas Sektor 4 Citarum Harum Sub Desa Sukamantri.

“Sungai Cipalemahan merupakan cicit Sungai Citarum yang mengalir ke Sungai Cikaroh salah satu penyumbang kejadian banjir di wilayah Desa Majakerta dan Kampung Rancabali, Majalaya disebabkan karena pendangkalan dan tersumbat sampah. Maka dari itu, Satgas Sektor 4 berupaya keras untuk mengedukasi masyarakat agar mengelola sendiri sampah rumah tangganya agar tidak keluar dari wilayahnya dan menjadi penyebab kotornya Sungai Cipalemahan,”jelas Sertu Aguh.

Satgas Sektor 4 Citarum Harum Sub Desa Sukamantri, Sertu Aguh Suhendra menyerahkan tong sampah secara simbolis ke pengurus RT diwilatah RW 09 Desa Sukamantri, Kamis (2/4/2020).

Selama ini menjadi alasan klasik bagi warga, lanjut Sertu Aguh, bahwa tidak memiliki TPS karena keterbatasan lahan, namun bila ada peluang kreatif dan niatan yang kuat agar lingkungannya bersih mustinya ada solusi. Warga tidak bisa menggantungkan permasalahan sampah dilungkungannya hanya menunggu bantuan TPS atau menunggu kerja pemerintah dalam mengatasi sampah. Dengan membangkitkan kembali semangat gotong royong dan bermodalkan swadaya, Insya Allah permasalahan sampah bisa terurai dan diselesaikan bersama-sama.

Edukasi yang Satgas Sektor 4 berikan berupa membangun dulu infrastruktur, yakni mengadakan tong sampah dari drum bekas dan tungku pembakar sampah. Bersamaan dengan kegiatan tersebut Satgas Sektor 4 memobilisasi kekuatan warga RW 9 Desa Sukamantri pada Karang Taruna dengan menularkan ilmu mengelola sampah yang diberikan oleh Abah Alo Jaja warga RW 16 yang sudah 5 tahun mengelola sampah secara mandiri, agar dapat ditularkan kembali kewarga RW 9 saat mendistribusikan sampah,”tambah Sertu Aguh.

Abah Alo Jaja (50th) didampingi Satgas sektor 4 Sub Desa Sukamantri, Sertu Aguh Suhendra sedang mengedukasi Karang Taruna RW 9 Desa Sukamantri tentang sampah organik dan sampah an-organik, Kamis (2/4/2020).

Abah Alo Jaja (50th) memberikan edukasi kepada anggota Karang Taruna “Seba Nusa Taruna” tentang memilah sampah organik dan sampah an-organik dari warga sehingga akan memudahkan menyortir sebelum dikumpulkan ke Tempat Pengelohan Sampah Sementara (TPS Sementara). “Adik-adik sebelumnya harus bisa membedakan mana sampah organik dan sampah an-organik. Dari pengertiannya, sampah organik merupakan sampah yang berasal dari sisa mahkluk hidup yang mudah terurai secara alami tanpa proses campur tangan manusia untuk dapat terurai,”kata Abah Alo.

Sampah organik bisa dikatakan sebagai sampah ramah lingkungan, lanjut Abah Alo, bahkan sampah bisa diolah kembali menjadi suatu yang bermanfaat bila dikelola dengan tepat. Tetapi sampah ini bila tidak dikelola dengan benar akan menimbulkan penyakit dan bau yang kurang sedap hasil dari pembusukan sampah organik yang cepat. Jangan lupa, Sampah organik ada yang basah berasal dari sisa sayur saat mengolah makanan, kulit pisang, buah yang busuk, nasi, ampas teh / kopi, kulit bawang atau bahan-bahan yang mengandung kadar air yang tinggi. Sedangkan sampah organik kering berasal dari sampah yang sedikit kadar airnya, biasanya berasal dari kayu, ranting pohon, daun-daun kering yang tidak bisa dikelola namun dapat dibakar untuk memusnahkannya.

Pilah, Pilih, Olah sampah organik dan an-organik di area tungku pembakar sampah RW 9 Desa Sukamantri, Kamis (2/4/2020).

Sedangkan sampah anorganik berasal dari sampah yang sudah tidak dipakai lagi dan sulit terurai. Sampah anorganik yang tertimbun di tanah dapat menyebabkan pencemaran tanah karena sampah anorganik tergolong zat yang sulit terurai dan sampah itu akan tertimbun dalam tanah dalam waktu lama, ini menyebabkan rusaknya lapisan tanah. Adapun sampah an-organik biasanya berasal dari plastik, botol / kaleng minuman, plastik kresek, ban bekas, besi, kaca, kabel, barang elektronik, bohlam lampu dan plastik.

Abah Alo Jaja melanjutkan pembelajarannya, bahwa sampah organik memiliki banyak manfaat yaitu bisa menjadi sumber pemasukkan bila diolah yang bermanfaat. Bahkan dapat menimimalisir banyak sampah di TPS Sementara nantinya, seperti buah – buah busuk dan sayuran dapat dibuat menjadi suatu berguna antara lain kompos dan sebagai pakan maggot. Bila nanti Karang Taruna memiliki mesin penggiling atau mesin pencingcang, sampah organik ini bisa dibuat makanan tambahan pada ternak seperti kambing, sapi dan kerbau. Bahkan ada yang dapat langsung dijadikan tambahan pakan ayam dan ikan saat diolah menjadi pelet.

Karang Taruna “Seba Nusa Taruna” RW 9 Desa Sukamantri sedang mengikuti pembelajaran dari Abah Alo Jaja memilah dan memilih sampah organik dan an-organik, Kamis (2/4/2020).

“Sedangkan sampah an-organik dapat dimanfaatkan sebagai kerajinan tangan, misalnya sampah plastik dapat dibuat tas, taplak meja makan, pernak-pernik penghias rumah. Nah…untuk yang sampah ini tahapan pengelolahannya bisa menggunakan prisnsip 3R yaitu Reuse, Reduce dan Recycle kedepannya bila sudah menjadi kebiasaan memilah dan memilih sampahnya dari rumah,”ujar Abah Alo mengakhiri pembelajarannya.

“Tahapan edukasi prinsip 3R dalam mengelolah sampah kedepan akan kami ajarkan kepada warga selanjutnya, karena membutuhkan waktu dan kepedulian disetiap individu atau masing-masing warganya,”kata Sertu Aguh.

Sosialisasi dan Edukasi pilah, pilih sampah organik dan an-organik pada Karang Taruna “Seba Nusa Taruna” RW 9 Desa Sukamantri, Kamis (2/4/2020).

“Dalam tahapan prinsip 3R pada akhirnya membawa warga lebih bijak dalam mengelolah sampah rumah tangganya, diantaranya nantinya warga dapat memilih produk dengan kemasan yang bisa di daur ulang, warga juga akan menghindari pengunaan dan pemakaian produk yang menimbulkan banyaknya sampah, warga akan biasa dalam menggunakan produk yang bisa diisi ulang kembali dan warga dapat menghindari penggunaan barang yang tidak perlu. Dibutuhkan waktu yang tepat saat nanti akan disosialisasikan,”pungkas Sertu Aguh Suhendra.

Adapun tong sampah yang didistribusikan oleh Satgas Sektor 4 dan Karang Taruna pada titik-titik tertentu di RT 1 : 8 buah pada 4 blok, RT 2 : 6 buah pada 3 blok, RT 3 : 6 buah pada 3 blok dan di RT 4 : 6 buah pada 3 blok.***

Facebook Comments

Leave a Reply