Bantaran Sungai Citarum Longsor Mengancam Warga Kampung Atirompe, Majalaya

Bandung Side, Majalaya – Bantaran yang juga berfungsi sebagai tanggul penahan luapan Sungai Citarum di Kampung Atirompe, Desa Majalaya tiba-tiba longsor dan mengancam warga RW 13, 14 dan 15 digelontor banjir, Jum’at (3/4/2020).

Menurut Kepala Dusun (Kadus) C, Desa Majalaya, Ayit Rohman (67th) saat kejadian longsor di siang hari sekitar pukul 14.15 pada Selasa (31/3/2020) bantaran tiba-tiba ambrol kebawah dikarenakan arus deras Sungai Citarum. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, karena biasanya warga beraktifitas duduk-duduk atau anak-anak bermain dibantaran tersebut tapi siang itu kok tidak ada,”ujar Kadus Ayit Rohman.

Bantaran Sungai Citarum wilayah RW 13, Kampung Ati Rompe, Desa Majalaya, Kecamatan Majalaya longsor mengancam warga, Jum’at (3/4/2020).

Memang kemarennya pada Hari Senin, Tanggal 30/3/2020 Majalaya diguyur hujan deras dari sore hingga malam hari, lanjut Ayi Rohman, namun karena bantaran yang tanahnya mengandung lempung dan pasir sehingga mudah sekali terbawa arus deras. Padahal saat tanahnya di pelur cor sebagai jalan arteri sudah ditinggikan bantarannya dengan memasang karung sampai 2 susun.

“Letak persis longsor memang berada di RW 13 kampung Atirompe, tapi kalau sampai tidak ditanggul lagi akan mengancam banjir kewilayah warga RW 14 dan RW 15 sekitar 270 KK bila Sungai Citarum meninggi lagi,”jelas Ayi.

Bantaran Sungai Citarum setinggi 5 meter yang berfungsi juga sebagai tanggul penahan banjir tiba-tiba longsong pada Selasa (31/3/2020).

Berkat kesigapan warga pula, diupayakan ditanggul dengan karung yang diisi tanah dengan penahan bambu pada Hari Rabu (1/4/2020), tapi hujan turun lagi dari sore hingga malam hari sehingga tanggul sementara tersebut terlimpas lagi oleh arus deras Sungai Citarum, tambah Ayi.

Warga sudah melaporkan ke Kantor Desa hingga Kecamatan atas kejadian ini, malah warga sudah melayangkan surat proposal pengajuan bantuan penanganan tanggul kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, namun belum ada respon. Sehingga warga berswadaya dengan patungan membeli 20 (dua puluh) bronjong dan batu bahan pengisi bronjong sebanyak 5 truk. Selain itu dari hasil patungan juga warga membeli 50 lonjor bambu, karung dan pipa paralon 8′ untuk saluran pembuangan air bila Kampung Atirompe terkena banjir yang turut hanyut terbawa arus.

Warga Kampung Atirompe, Desa Majalaya berusaha melebarkan bantaran pada sisi wilayah Desa Sukamaju agar arus deras Sungai Citarum tidak menghantap keras saat berbelok alirannya, Jum’at (3/4/2020).

“Pengerjaan memasang bronjong dilakukan warga RW 13, 14,d an 15 dengan bergotong royong dimulai pagi ini. Bersamaan juga datangnya bantuan dari Perusahaan Jasa Tirta (PJT) berupa 5 bronjong dan karung serta 10 dus air minum kemasan. Selain itu ada bantuan juga dari PUPR berupa karung dan alhamdulillahnya ibu-ibu warga Kampung Atirompe dengan suka rela menyediakan konsumsi buat warga yang sedang bergotong Royong,”papar Ayi.

Dalam pantauan Bandung Side, selain memasang bronjong sebagai tanggul, warga juga berusaha melebarkan bantaran yang disisi wilayah RW 13, Desa Sukamaju karena aliran Sungai Citarum yang meliuk akan terus menghantam bantaran yang longsor tersebut bila sisi sebrangnya tidak dilebarkan. Warga menggunakan alat seadaan saat melebarkan bantaran, kurang lebih 20 warga yang turun ke Sungai mencangkuli bantaran yang menyerupai delta karena proses alam aliran Sungai Citarum.

Pemasangan bronjong penahan bantaran agar tidak terjadi longsor lagi di Kampung Atirompe, Desa Majalaya, Jum’at (3/4/2020).

“Warga berharap ada bantuan lagi dari pihak terkait atau pihak yang mau berderma, karena bahan-bahan untuk membuat tanggul tersebut dirasakan kurang. Seperti bronjong masih kurang sekitar 50 lagi, sedianya ada semen untuk penguatnya tapi swadaya masyarakat dari hasil patungan sudah menghabiskan uang Rp 9 juta termasuk kas RW 13 juga terpakai untuk beli bahan yang sudah ada ini. Bila tidak segera didirikan tanggul kembali yang kami takut akan terjadi hujan deras dan kembali arusnya lebih kuat lagi mengikis bantaran,”harap Ayi.

Respon positif dari warga RW 13 menggunakan media sosial Facebook dengan meng-upload foto bantaran yang longsor kekanal Facebook grup Satgas Sektor 4 Citarum Harum pada Hari Jum’at (3/4/2020) pukul 09.00 pagi tadi. Sempat membuat kaget Komandan Kompi (Danki) Satgas Sektor 4, Lettu Arh Dwi Iswantoro atas kejadian tersebut dan segera menugaskan Satgas Sektor 4 Sub Desa Majalaya untuk mengklarifikasi kejadian.

Warga RW 13, 14 dan 15 bergotong-royong membangun kembali bantaran Sungai Citarum yang longsor, Jum’at (3/4/2020).

“Satgas Citarum Harum akan berpartisipasi besok pagi membantu warga dalam mengerjakan bronjong penguat bantaran Sungai Citarum yang longsor. Selain itu, kami akan mengupayakan kepada pihak terkait untuk bisa memberi bantuan atau secara teknisnya meneruskan surat proposal pengajuan bantuan dari warga tersebut,”kata Lettu Dwi Iswantoro.***

Facebook Comments

Leave a Reply