Normalisasi Sungai Citarum Dikebut, Warga Ingin Bebas Banjir

Bandung Side, Majalaya – Upaya normalisasi Sungai Citarum telah efektif memasuki 1 bulan diwilayah Tegal Luar hingga Majalaya yang memiliki panjang 5,5 km terus dikebut tidak peduli tanggal merah sedang berjalan, Minggu (14/7/2019).

Seperti yang dituturkan oleh pelaksana lapangan normalisasi Sungai Citarum, Asep Setiawan, “Hari ini sudah memasuki 1 bulan efektif pengerjaan normalisasi Sungai Citarum yang merupakan program kerja dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum yang dimulai dari Desa Rancakasumba hingga jembatan Patrol Desa Majalaya sepanjang 5,5 km”.

“Normalisasi Sungai Citarum yang melintasi 5 desa dan 3 kecamatan ini masuk dalam sektor 5 dan sektor 4 Citahum Harum diantaranya Desa Rancakasumba-Kecamatan Solokan Jeruk, Desa Mekarsari-Kecamatan Ciparay dan Desa Majasetra, Desa Majalaya serta Desa Sukamaju-Kecamatan Majalaya memiliki lebar variatif pada kanan-kiri bantarannya,”lanjut Asep.

Eskavator sedang membuka lahan wilayah Sektor 4 Citarum Harum dalam rangka normalisasi Sungai Citarum disaksikan oleh warga Desa Majasetra RW 11, Majalaya

Salah satu percepatan normalisasi Sungai Citarum disaat musim kemarau ini, tambah Asep, agar nanti disaat musim penghujan datang wilayah tersebut tidak mengalami banjir dan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat kembali. Minimal bisa mengurangi keluhan masyarakat akan banjir yang selalu datang menggenangi yang berakhir di alun-alun Majalaya, sehingga mengganggu perekonomian masyarakat. Maka dari itu dibutuhkan normalisasi sungai untuk peningkatan kapasitas sungai dengan melebarkan dan pendalaman yakni pengerukan sedimentasi kurang lebih 4 meter kedalamnya.

Dari program normalisasi Sungai Citarum tidak menutup kemungkinan ratusan rumah mendapatkan penertiban dikarenakan efek dari erosi yang juga mengakibatkan sedimentasi Sungai Citarum, serta kebutuhan lahan sesuai dengan desaign normalisasi yang dimiliki oleh BBWS Citarum. “Sebagai pelaksana dilapangan, akan mengerjakan bila pembayaran ganti rugi sudah terbayarkan. Hal tersebut sudah dilakukan oleh pemerintah 1 bulan lalu,”tegas Asep.

“Saat ini masih dalam tahapan membuka lahan, yakni proses pemadatan jalur eskavator untuk memudahkan pengerukan sedimentasi. Pada bibir sungai masih banyak pohon-pohon liar yang tumbuh maupun sengaja ditanam untuk mencegah longsor sementara dipindahkan terlebih dahulu. Selanjutnya melakukan penggalian sedimentasi yang tanahnya akan diangkut keluar dikarenakan tidak dibutuhkan sebagai bantaran. setelah itu, tahapan selanjutnya adalah membuat dan memperbaiki gorong-gorong yang dimiliki warga akibat dari pelebaran Sungai Citarum,”papar Asep.

Pengerjaan Normalisasi Sungai Citarum wilayah Sektor 4 Citarum Harum dikebut, meninggalkan kalender warna merah di Hari Minggu (14/7/2019), lokasi pembukaan lahan di Desa Majasetra RW 11, Majalaya.

“Pada situasional, pihak kami juga akan membenahi kirmir pada titik-titik kritis yang rawan longsor atau tanah bantarannya labil untuk dikirmir. Hal tersebut dilakukan sebagai perbaikan yang lebih baik karena awalnya ada juga lahan yang tanahnya labil dibronjong dengan batu kali upaya perbaikan swadaya masyarakat maupun dari CSR dari komunitas beberapa tahun lalu, “jelas Asep.

Komandan Sektor (Dansektor) 4 Citarum Harum, Kolonel Inf. Kustomo Tiyoso mengatakan, “Sinergitas BBWS Citarum dengan Satgas Citarum Harum dalam rangka menjalankan Program Citarum Harum yakni salah satunya normalisasi Sungai Citarum dalam upaya membantu kelancaran pekerjaan BBWS Citarum”.

“Dilapangan, warga mendukung normalisasi Sungai Citarum dan situasi pengerjaan kondusif. Selain sudah selesainya pembayaran oleh pemerintah ganti rugi lahannya, warga juga ingin segera bila musim hujan nanti Majalaya tidak terkena bencana banjir lagi. Warga begitu antusias, tidak mengalami kesulitan saat alat berat datang hingga sekarang memasuki proses tahapan membuka lahan untuk memudahkan pengerukan sedimentasi,”pungkas Kolonel Kustomo.***

Facebook Comments

Leave a Reply