GOJEK Perkuat Sektor Pariwisata Dukung Pangandaran Internatioanal Kite Festival 2019

Bandung SidePangandaran – GOJEK, dukung terlaksananya Pangandaran Internasional Kite Festival 2019, sekaligus mengenalkan manfaat dari teknologi dalam rangka meningkatkan dampak sosial dan ekonomi daerah, Sabtu (13/7/2019)

​Pangandaran International Kite Festival (PIKF) pada tahun ini telah memasuki tahun ke-30 pelaksanaannya, dan kini telah menjelma menjadi motor penggerak dan pengembangan promosi Pangandaran menuju wisata dunia. Satu hari sebelum dilaksanakannya pembukaan PIKF 2019, GOJEK sebagai salah satu sponsor utama acara melakukan pembersihan area pantai timur Pangandaran bersama lebih dari 30 mitranya. Kegiatan yang juga dilaksanakan sebelum bulan Ramadhan yang lalu ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian GOJEK terhadap lingkungan Pangandaran dan juga untuk kenyamanan para wisatawan domestik maupun mancanegara.

GOJEK Dukung Pangandaran Internatioanal Kite Festival 2019 Dalam Rangka Perkuat Sektor Pariwisata Jawa Barat

VP Regional GOJEK Jawa Barat dan Banten, Becquini Akbar menjelaskan mengenai dukungan GOJEK di PIKF 2019. “Kabupaten Pangandaran memiliki potensi pengembangan pariwisata serta ekonomi yang besar dan GOJEK siap mendukung diantaranya adalah dengan mensponsori acara pariwisata tahunan PIKF 2019 yang melibatkan berbagai peserta dari dalam dan luar negeri. Selain itu, kami juga mendukung dengan cara terus melebarkan jangkauan operasional dan mengikutsertakan para mitra GOJEK dan pelaku UMKM kuliner Pangandaran. Kami juga mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Pangandaran kepada GOJEK sehingga kami dapat menjadi bagian dari PIKF 2019”.

Selain mengikutsertakan mitra driver roda dua dalam ekosistem digital dan menjalankan sistem pembayaran non tunai melalui GO-PAY, GOJEK juga memiliki perhatian yang tinggi terhadap pelaku UMKM karena UMKM memegang peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. Terutama mengingat lebih dari 98% pelaku ekonomi Jawa Barat adalah UMKM. “Kami percaya trend yang terjadi di Jawa Barat secara umum juga terjadi di Kabupaten Pangandaran, oleh karenanya kami memiliki perhatian khusus terkait pengembangan usaha para pelaku UMKM kuliner melalui GO-FOOD dan menggunakan metode pembayaran non tunai menggunakan GO-PAY. Dengan bergabung dengan GO-FOOD maka para pelaku UMKM kuliner dapat melayani lebih banyak pelanggan, dan secara tidak langsung mendukung pariwisata di Kabupaten Pangandaran. Sementara itu, dengan menggunakan GO-PAY maka pelaku UMKM bisa beroperasi dengan lebih praktis karena tidak perlu menyiapkan kembalian menggunakan uang tunai, “tambah ​Becquini​.

Sebagai perusahaan yang mempunyai misi untuk menciptakan dampak sosial, GOJEK juga memiliki rekam jejak yang baik dalam hal penciptaan dampak ekonomi. “Sebagai perusahaan teknologi terdepan karya anak bangsa, GOJEK berkomitmen untuk menciptakan dampak sosial di Indonesia melalui inovasi dan teknologi.

Kami juga ingin menyampaikan mengenai hasil penelitian Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) yang menyatakan kontribusi ekosistem GOJEK terhadap perekonomian Indonesia mencapai Rp 44.2 triliun, dimana Rp 25 triliun disumbangkan oleh mitra driver GO-RIDE dan GO-CAR, Rp 18 triliun disumbangkan oleh mitra UMKM melalui layanan GO-FOOD, dan Rp 1,2 triliun disumbangkan oleh para mitra GO-LIFE. Informasi ini sangat menarik karena kontribusi tersebut dirasakan oleh para pelaku UMKM dan sektor informal,” kata ​Becquini​.

Melihat potensi dampak ekonomi dan sosial dari para pelaku usaha ekonomi digital yang tergabung dalam ekosistem GOJEK, kami sangat antusias dan bangga karena dengan beroperasinya GOJEK di Pangandaran berarti kami juga mendapatkan kesempatan untuk berkolaborasi dan berkontribusi melalui solusi teknologi dan inovasi yang kami tawarkan.

Sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 2015, GO-FOOD kini telah berkembang menjadi layanan pesan antar makanan daring nomor satu di Indonesia dan Asia Tenggara dengan menggandeng hampir 400.000 mitra merchant, dimana 96% diantaranya merupakan pelaku UMKM kuliner. GO-FOOD kini menguasai pangsa pasar online food delivery di Indonesia yang mencapai 80% atau minimal 4 kali lipat lebih besar dari penyedia layanan sejenis. Hal ini juga didukung kuat oleh jumlah order GO-FOOD yang tumbuh tujuh kali lipat dalam 2 (dua) tahun terakhir.

Pada kesempatan yang sama, ​Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menyampaikan aspirasinya terkait keberadaan GOJEK di Pangandaran. “Kami berharap dengan adanya GOJEK di Pangandaran dapat semakin memberikan manfaat pada masyarakat dan juga para wisatawan yang berkunjung ke Pangandaran. Terima kasih pada GOJEK yang terus konsisten dalam mendukung penguatan UMKM sekaligus program pariwisata Kabupaten Pangandaran. Tentunya kami juga berharap kerjasama ini dapat terus terlaksana dengan baik, “tutur ​Jeje​.

“Dalam beroperasi, GOJEK selalu terbuka untuk berdiskusi dan berkolaborasi dengan pemerintah Kabupaten Pangandaran untuk meningkatkan pelayanan publik melalui berbagai layanan dalam ekosistem kami, dan memaksimalkan manfaat pembangunan untuk masyarakat. Kami memiliki berbagai solusi teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kami juga membuka ruang kolaborasi yang pro inovasi, seperti kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Pangandaran di sektor-sektor lainnya. Bersama pemerintah Kabupaten Pangandaran kami sebagai perusahaan anak bangsa berharap dapat terus memaksimalkan potensi ekonomi digital, “tutup ​Becquini​.***

Facebook Comments

Leave a Reply