Tumbuhkan Semangat Gotong Royong, Satgas Sektor 4 Renovasi Masjid Bersama Warga

Bandung Side, Majalaya – Masjid atau ada juga yang melisankan Mesjid merupakan tempat ibadah umat Islam atau muslim. Selain digunakan sebagai tempat ibadah, masjid juga merupakan pusat kehidupan komunitas muslim. Kegiatan-kegiatan perayaan hari besar, diskusi, kajian agama, ceramah dan belajar Al Qur’an sering dilaksanakan di Masjid. Bahkan dalam sejarah Islam, masjid turut memegang peranan dalam aktivitas sosial kemasyarakatan hingga kemiliteran.

Dikarekan salah satu fungsi masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah atau sebagai tempat bersujud, masjid juga sebagai tempat pusat pendidikan dan kegiatan masyarakat. Sehingga dalam perkembangannya, daya tampung masjid juga mengalami keterbatasan bila jumlah jamaahnya bertambah. Hal tersebut terjadi pada Masjid Jami’ Nurul Iman di Kampung Pasir Kukun RT 02 RW 14, Desa Padamulya, Kecamatan Majalaya.

Kondisi jumlah jamaah yang terus bertambah saat Bulan Puasa kemaren membuat Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Jami’ Nurul Iman, Ahi Syah Bansah (61th) merenovasi dengan biaya swadaya dan gotong royong bersama Satgas Sektor 4 Citarum Harum dan masyarakat Kampung Pasir Kukun. Dibutuhkan tenaga kerja yang lebih banyak, karena saat ini sudah mulai tahap pengecoran lantai 2, Rabu (18/6/2019).

Koptu Iskandar, Komandan Pos (Danpos) Desa Padamulya mengatakan, “Gotong royong bersama warga Kampung Pasir Kukun ini merupakan media yang efektif Satgas Citarum Harum dalam bersosialisasi menyampaikan Program Citarum Harum. Masjid merupakan tempat yang strategis dalam syiar akan upaya-upaya Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan daerah Aliran Sungai Citarum sesuai amanah Perpres No. 15 Tahun 2019”.

Selain itu, lanjut Koptu Iskandar, gotong-royong bersama warga merupakan tradisi atau budaya lokal yang harus dilestarikan oleh masyarakat dalam berbagai hal untuk kepentingan bersama dapat kembali tertanam kuat.

Ditempat berbeda saat istirahat makan siang, Bandung Side didampingi Komandan Kompi (Danki) Lettu ARH Rusnoto menemui DKM Masjid Jami’ Nurul Iman, Ahi Syah Bansah yang sedang memberi makan ikan dikolam peliharaannya tidak jauh dari lokasi masjid untuk wawancara. “Alhamdulillah Masjid Jami’ Nurul Iman dapat segera direnovasi dengan swadaya dan gotong royong bersama bapak-bapak TNI. Modal awal renovasi dikumpulkan dari bumbung atau kencleng yang terkumpul 20 juta guna membeli semen dan membayar tukang. Tapi kami selaku DKM akan terus mengetuk hati umat agar dapat membantu terselesainya renovasi ini,”kata Ahy Syah yang pensiunan guru sekolah dasar ini.

“Melalui sumbangan yang dikumpulkan melalui amplop diedarkan ditiap rumah, jongko pasar atau toko disekitar Kampung Pasir Kukun mendapatkan respon dan antusias warga untuk membantu. Alhamdulillah-nya lagi, warga Kampung Pasir Kukun disaat libur kerja atau di Hari Minggu dengan suka rela membantu pengerjaan dengan suka rela, kami hanya menyediakan makan siang, itu pun juga dibantu oleh warga berupa nasi bungkus atau nasi liwet,”ungkap Ahy.

“Harapan kami kedepan, bila ada dana yang lebih banyak, kami akan membangun sarana dilantai 2 agar jumlah jamaah dapat ditampung. Karena kapasitas lantai 1 hanya memuat 180 jamaah, saat sholat taraweh kemaren jamaah perempuan menggunakan sekolah madarasah yang berada disamping masjid dalam mengikuti sholat tarawehnya,”kata Ahy berharap.

Komandan Sektor (Dansektor) 4 Citarum Harum, Kolonel Inf. Kustomo Tiyoso pun mengapresiasi langkah kreatif Anggota Satgas Sektor 4 Citarum Harum yang ikut berbaur dengan masyarakat kampung Pasir Kukun bergotong royong dalam renovasi Masjid Jami’ Nurul Iman. “Masjid merupakan tempat yang efektif dalam bersosialisasi sesama muslim. Sehingga dapat juga sebagai media dalam mensosialisasikan Program Citarum Harum kepada masyarakat,”kata Kolonel Kustomo.

“Masjid Jami’ Nurul Iman yang berukuran kurang lebih 12 x 10 meter tersebut diatas tanah wakaf Bapak Almarhum Kurnia Wijaya selain sebagai tempat ibadah juga memiliki sarana air wudhu yang berasal dari mata air Raduk. Mata air Raduk tersebut dialirkan hingga ke Kampung Bale Kambang ditampung dalam Cirebu. Jadi air wudhu yang digunakan oleh jamaah Masjid jami’ Nurul Iman tersebut merupakan bocoran atau cabang dari saluran yang menuju Cirebu,”jelas Kolonel Kustomo.

“Masyarakat dengan kearifan lokal hendaknya juga menjaga mata air yang berasal dari pegunungan tersebut, sama halnya dengan menjaga Sungai Citarum agar terus mengalir tanpa limbah sehingga dapat dimanfaatkan oleh mayarakat banyak dan sebagai sumber kehidupan juga,”pungas Kolonel Kustomo.***

Facebook Comments

Leave a Reply