Kolonel Belyuni Ajak Warga Meningkatkan Partisipasi Untuk Menjaga Kebersihan Lingkungan dan Sungai Citarum

Bandung Side, Cilampeni – Sebagai upaya Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum, Satuan Tugas Sektor 8 Citarum Harum dari unsur TNI dibawah komando Kolonel Inf. Belyuni Herliansyah S.Sos mengadakan sosialisasi kepada warga Desa Cilampeni tentang Program Citarum Harum, Rabu (19/6/2019).

Sosialisasi yang bertemakan “Sosialisasi Bersama Masyarakat Dalam Rangka Program Citarum Harum” dihadiri 100 orang yang merupakan elemen masyarakat Desa Cilampeni diantaranya, komunitas pegiat sungai, kader PKK RW, pengurus RT dan RW, petugas kebersihan RW, DKM Masjid dan Karang Taruna. Acara yang digelar di aula Kantor Desa Cilampeni jl. Cijagra No 148 Desa Cilampeni Kec. Katapang Kab. Bandung dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Pelda Rusman, Satgas Sektor 8 Citarum Harum yang didapuk sebagai ketua panitia penyelenggara kegiatan sosialisasi mengatakan,”Saya tidak bosan-bosannya untuk mengingatkan kepada warga tentang Program Citarum Harum meskipun sudah satu tahun sudah berjalan. Mudah-mudahan di tahun ini bisa menjalankan progam dengan lancar kembali dan aman”.

“Besar harapan kami partisipasi warga untuk menjaga Sungai Citarum agar terhindar dari pencemaran limbah industri dan limbah domestik atau limbah rumah tangga sangat lah besar perannannya. Karena siapa lagi yang akan melakukannya kalau bukan kita sendiri demi kesehatan, lingkungan yang bersih bagi anak-anak dan cucu kita nanti,”pungkas Pelda Rusman yang juga sebagai Komandan Sub (Dansub) Sektor Desa Cilampeni.

Dalam paparannya sebagai pemateri sosialisasi, Komandan Sektor (Dansektor) 8 Kolonel Inf. Belyuni Herliansyah S.Sos mengatakan bahwa dalam tahapan yang dilakukan Satgas Sektor 8 Citarum Harum mengembalikan ekosistem yang sebelumnya telah rusak parah oleh limbah industri dan limbah domestik atau limbah rumah tangga.

“Limbah cair dari industri yang tidak dikelola dengan benar dibuang langsung ke Sungai Citarum menjadi andil terbesar atas pencemaran Sungai Citarum. Selain itu, limbah domestik yang berasal dari sampah rumah tangga juga penyumbang terbesar akan kerusakan ekosistem Sungai Citarum. Sehingga Sungai Citarum mendapatkan predikat Sungai Terkotor Di Dunia”jelas Kolonel Belyuni.

“Sehingga untuk mengembalikan citra Sungai Citarum menjadi bersih kembali dan menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat hulu dari Gunung Wayang hingga masyarakat hilir berakhir di Muara Gembong-Bekasi dibutuhkan juga peran masyarakat dan partisipasinya dalam mengembalikan ekosistem sungai dan sekitarnya,”kata Kolonel Berlyuni.

Untuk sampah, sudah sering bahkan dari dinas terkait memperi pelatian hingga mengupayakan adanya bank sampah diwilayah desa atau RW masing-masing, lanjut Kolonel Belyuni. Tinggal kebiasaan memilah dan memilih sampah dimulai dari rumah tangga terlebih dahulu, baik sampah plastik yang bernilai ekonomis maupun sampah organik yang bisa dibuat pupuk atau kompos.

“Satgas Sektor 8 Citarum harum juga sudah mengupayakan membangun Tempat Pembuangan Sampah sementara (TPS sementara) yang sederhana agar sampah dari wilayah RW atau RT bahkan Desa tidak berserakan bahkan dengan mudahnya digelontorkan ke Sungai Citarum, hal tersebut sudah tidak bisa ditolelir. Tegur yang melakukan bahkan bila perlu laporkan ke Satgas Citarum agar dapat diupayakan berperan dalam menjaga kebersihan lingkungan,”kata Dansektor 8 Citarum Harum.

“Saat ini sedang dibangun TPS yang lebih luas areanya didaerah Oxbow Cicukang, semoga segera dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk mengembalikan ekosistem Sunga Citarum menjadi sungai terbersih di dunia,”pungkas Kolonel Belyuni.

Acara sosialisasi Program Citarum Harum ini kembali mendapatkan apresiasi dan warga begitu antusias mengikuti dengan seksama, hingga begitu banyak pertanyaan yang menjadi tolak ukur semakin dekat antara warga dan Satgas Citarum Harum yang selanjutnya akan menjadi modal dasar dalam mencapai keberhasilan Program Citarum Harum

Diakhir acara sosialisasi, selain ada kesempatan makan siang bersama, peserta sosialisasi juga mendapatkan sembako.***

Facebook Comments

Leave a Reply