Ardelya Craft Kembalikan Citra Bandung Melalui Budaya

Ardelya Craf Kembalikan Citra Bandung Melalui Budaya

Bandung Side, Guntur – Ardelya Craft pelopor aksesori handmade yang menggabungkan budaya lokal dengan sentuhan modern, resmi meluncurkan butik perdananya di kota kreatif, Bandung, tepatnya berlokasi di Jl. Guntur No.21, Malabar, Kec. Lengkong, Kota Bandung.

Mengangkat tema “Rarajut Kahayang” yang berarti “Merajut Impian” dalam bahasa Sunda, pembukaan butik ini menandai perjalanan 15 tahun Ardelya Craft dalam menciptakan karya seni kriya yang mengangkat kembali citra Bandung, kekayaan budaya Indonesia, khususnya dari Jawa Barat.

Mengusung butik dengan konsep kreatif, Ardelya Craft juga meluncurkan koleksi terbaru mereka, Ardelya Jewelry Handmade, yang terinspirasi oleh kekayaan Budaya Sunda serta keindahan alam sekitar.

Koleksi ini tetap mempertahankan teknik jahit tangan yang telah dikenal melalui produk-produk sebelumnya, seperti batik bros, songket bros, dan alfabet bros, namun kali ini hadir dengan sentuhan yang lebih segar dan inovatif.

Memadukan ragam elemen alam, seperti akar, bunga, rangkaian permata, dan mutiara air tawar, koleksi ini menyajikan kreasi yang indah dan memikat.

Ardelya Craf Kembalikan Citra Bandung Melalui Budaya
Butik Ardelya Craf Kembalikan Citra Bandung Melalui Budaya dibuka perdana di jl Guntur, Bandung.

“Setiap perhiasan dalam koleksi Ardelya Jewelry Handmade dikerjakan dengan penuh ketelitian dan dedikasi. Kami ingin agar setiap produk kami tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga makna yang mendalam,” ujar Vonny Ardelya, pendiri Ardelya Craft, Sabtu 30 November 2024.

“Kami terinspirasi oleh kekayaan budaya Sunda, dimana setiap desain memiliki cerita tersendiri. Nama-nama khas dalam bahasa Sunda Karuhun kami aplikasikan pada setiap koleksi, seperti ‘Sari Betari’ yang sarat akan makna dan simbolisme,” lanjut Vonny Ardelya.

Salah satu koleksi utama yang diluncurkan adalah Ardelya Jewelry Handmade dengan material yang unik. Desain brooch ini bukan hanya menonjolkan estetika, tetapi juga menyiratkan kekayaan budaya Indonesia yang dituangkan dalam bentuk perhiasan yang elegan dan berkelas.

“Setiap karya kami berharap tidak hanya memberikan tampilan anggun dan elegan, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai luhur budaya Indonesia,” jelas Vonny Ardelya.

Ardelya Jewelry Handmade tidak hanya berfokus pada desain yang unik dan elegan, tetapi juga kualitas dan keaslian. Setiap pembelian produk akan mendapatkan kemasan premium yang cantik dan eksklusif.

Ardelya Craft
Jewelry Handmade dari Ardelya Craft dengan material yang unik. Desain brooch ini bukan hanya menonjolkan estetika, tetapi juga menyiratkan kekayaan budaya Indonesia

Produk dikemas dalam pouch satin dan beludru yang mewah, serta box dengan embossing tulisan emas timbul yang menambah kesan mewah. Dilengkapi dengan authentic card yang menegaskan keaslian produk buatan tangan dari Ardelya Craft.

Kartu ini berfungsi juga sebagai garansi seumur hidup, yang memberikan perlindungan bagi pelanggan jika ada kerusakan atau perbaikan pada item tersebut, seperti jahitan yang lepas atau elemen yang rusak.

Pembukaan butik dan peluncuran koleksi Ardelya Jewelry Handmade ini merupakan langkah penting bagi Ardelya Craft untuk mewujudkan visi mereka sebagai pelopor aksesori handmade yang menggabungkan kreativitas, budaya lokal dan inovasi global.

Ardelya Craft bertekad untuk mengembalikan citra Bandung sebagai pusat mode internasional, dengan berkomitmen menghadirkan produk yang mengangkat nilai-nilai budaya Indonesia.

“Kami berharap suatu saat nanti, produk kami dapat tampil di ajang-ajang bergengsi dunia,” ujar Vonny Ardelya.

Butik Ardelya Craft tidak hanya sekadar tempat untuk membeli aksesori handmade berkualitas, tetapi juga merupakan ruang kreatif bagi pengunjung untuk belajar lebih dalam tentang proses pembuatan aksesori.

Ardelya Craft
Talk Show saat pembukaan Ardelya Craft tentang nilai-nlilai luhur budaya Indonesia yang tercermin pada karya jewerly handmade.

“Kami ingin memberikan pengalaman langsung bagi pengunjung untuk melihat dan merasakan proses kreatif kami, sekaligus menjadi inspirasi bagi siapa saja yang tertarik untuk menggali potensi kreatif mereka,” tambah Vonny Ardelya.

Setelah sukses membuka butik pertama di Bandung, Ardelya Craft berencana untuk memperluas jangkauan dengan membuka outlet di Bali dan Jakarta, serta menargetkan pasar internasional.

“Kami ingin memperkenalkan budaya Sunda dan kekayaan budaya Indonesia ke dunia internasional melalui setiap karya yang kami buat,” kata Vonny dengan penuh semangat.

Sebagai seorang wanita wirausaha, Vonny Ardelya menjadi sosok inspiratif yang memberikan pesan kuat bagi kaum wanita Indonesia.

“Jangan pernah berhenti berkarya. Temukan passion Anda dan buatlah karya yang dapat menginspirasi dunia. Wanita harus berani berdiri mandiri dan menciptakan pasar sendiri, karena hanya dengan cara itulah dunia akan melirik kita,” ujar Vonny penuh semangat.

Dengan semangat yang tak pernah pudar, Ardelya Craft siap melangkah lebih jauh, menjadikan karya seni kriya Indonesia sebagai kebanggaan dunia.

Pembukaan butik dan peluncuran koleksi terbaru ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga langkah besar menuju masa depan yang lebih cerah, di mana budaya Indonesia dihargai dan diakui di kancah internasional.

Sesepuh Sunda Ceu Popong Antusias
Saat pembukaan galeri Ardelya Craft, Ceu Popong nampak antusias melihat berbagai karya bross yang dibuat tersendiri dan satu karya hanya dibuat satu, selain itu setiap bros memiliki nama sendiri yang diambil dari Bahasa Sunda buhun.

Berpengalaman sebagai anggota DPR selama 25 tahun atau 5 periode, Ceu Popong merasa bangga dengan kehadiran galeri kerajinan yang membuat berbagai bross buatan tangan karya urang Bandung.

Saat melihat dapur produksi, Ceu Popong bertanya pada salah satu staf produksi apakah sudah mendapatkan gaji memadai atau UMR, karena dia dan kawan-kawannya di badan legislasi DPR memperjuangkan agar setiap karyawan mendapatkan penghasilan minimal Rp2.500.000.

Nama-nama yang dipakai sebagai nama karyanya diambil dari Bahasa Sunda buhun, menurut Vonny biasanya dilakukan secara kontemplasi mulai jam 1 malam untuk mencari ilham penamaan hasil karya berikutnya.

“Pukul 8 malam biasanya saya sudah muka bantal, tidur awal. Nanti bangun setelah tengah malam sekitar jam 1 dini hari, usai menunaikan sholat tahajud, saya kemudian mencari-cari nama dari istilah-istilah Bahasa Sunda buhun yang akan dipakai sesuai dengan karakter bahan dan warna produknya,” jelas Vonny saat ditanya Bandung Side.

Sementara itu, Guru Besar Farmasi Universitas Padjadjaran (Unpad), Prof Dr Keri Lestari M.Si, Apt. dalam talkshow tersebut bercerita kalau produk crat dari Ardelya memiliki unsur strynomic yang menarik bagi market.

“Ada unsur storynomic dalam karya-karya craft di galeri Ardelya ini, ada cerita unik dalam setiap karyanya yang berasal dari Bahasa Sunda buhun. Ini menarik dan bisa dikembangkan sampai ke luar negeri. Saya pun tak akan susah untuk mencari souvenir bagi tamu-tamu orang asing saya,” jelas Keri Lestari.

Galeri Ardelya Craft memiliki rentang harga mulai Rp100.000 sampai di atas Rp1.000.000 untuk yang tipe premiumnya dilengkapi dengan sertifikat keaslian dan garansi seumur hidup selama Ardelya Craft masih berdiri. (NOE)***

Tinggalkan Balasan