Chitose International Ungkap Strategi 2023

Chitose Internasional Ungkap Strategi 2023

Bandung Side, Cimahi – Chitose International yang berdiri sejak 1978 secara terus-menerus mencermati tantangan bisnis yang terjadi sepanjang tahun 2022, Chitose terus menunjukkan komitmen yang kuat dalam mengupayakan pertumbuhan kinerja operasional dan keuangan dengan strategi.

Emiten yang bergerak sebagai produser furnitur, tercatat secara legal PT Chitose International Tbk (CINT) mencanangkan sejumlah strategi bisnis tahun ini guna mencapai target penjualan serta mendukung program pemerintah untuk meningkatkan produk dalam negeri yang berdaya saing melalui sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Dalam kegiatan Sertifikasi TKDN ini, perseroan mendapatkan penghargaan sebagai perusahaan pemenang Peningkatan Penggunaan Dalam Negeri (P3DN) 2023 dari Kementerian Perindustrian.

“CINT dudukung lima brand yakni Zao, Chitose, Okamaru, Dragon, dan C-Pro dengan total mencapai 300 item product. 179 Produk telah tersertifikasi TKDN dengan tingkat TKDN rata-rata di atas 50%,” kata Kazuhiko Aminaka, Direktur Utama, PT Chitose International Tbk, dalam Paparan Publik di Showroom Chitose, Baros-Cimahi, Jawa Barat, Senin (17/4/2023).

Tahun ini, lanjut Kazuhiko, sejumlah strategi disiapkan guna mendorong pertumbuhan bisnis yakni mempercepat proses sertifikasi TKDN, fokus pada proyek-proyek prospektif lewat kerja sama dengan pemerintah, optimalisasi pasar ekspor dan implementasi sistem Original Equipment Manucfacturer (OEM).

Komitmen yang kuat dalam mengupayakan pertumbuhan kinerja operasional dan keuangan dengan memaksimalkan berbagai keunggulan kompetitif yang dimiliki, sehingga Perseroan mampu untuk mencatatkan kinerja yang cemerlang seiring dengan membaiknya perekonomian dan kondisi pasar yang kondusif.

Optimisme tersebut yang kemudian menjadi dorongan semangat bagi kami untuk lebih aktif dalam menyempurnakan kebijakan dan strategi keberlanjutan yang akan dijalankan Perseroan.

“Kami terus berupaya untuk melakukan beberapa penyesuaian dan peningkatan efisiensi dalam aspek operasional sehingga Perseroan dapat meningkatkan fleksibilitas terhadap dinamika permintaan dari pasar terkini,” Ujar Kazuhiko Aminaka.

Dengan demikian, Perseroan mampu meningkatkan efektivitas dan produktivitas produksi sejalan dengan optimalnya pengendalian persediaan.

Chitose International
(ki-ka) Susanto-Direktur PT Chitose International Tbk., Kazuhiko Aminaka- Direktur Utama PT Chitose International Tbk., R. Nurwulan Kusumawati-Direktur PT Chitose International Tbk., menunjukkan produk unggulan meja belajar saat di showroom PT Chitose International Tbk., Cimahi. Jawa Barat, Senin, 17 April 2023.

Langkah Strategi Berkelanjutan
Tantangan yang dilalui Chitose International sejak pandemi Covid-19 mendorong komitmen kuat mendorong pertumbuhan kinerja operasional dan keuangan menjadi lebih baik dengan strategi berkelanjutan, diantaranya”

– Efisiensi dan penyesuaian yang dilakukan juga senantiasa tetap mengedepankan kualitas produk dan layanan melalui penerapan ISO 9001:2015 tentang Sistem Manajemen Mutu sehingga kepuasan dan loyalitas pelanggan tetap terjaga.

– Terhadap karyawan, Perseroan senantiasa menerapkan praktikpraktik ketenagakerjaan yang adil dan bertanggung jawab. Perseroan memastikan tidak terdapat perlakuan diskriminasi terhadap latar belakang karyawan, baik gender, suku, agama, ras, maupun golongan politik.

Selain itu, pemenuhan hak-hak karyawan juga telah disesuaikan dengan berbagai ketentuan perundang-undangan yang berlaku terkait ketenagakerjaan.

– Penciptaan lingkungan kerja yang layak dan aman juga terus kami kedepankan melalui beberapa penyesuaian dalam penerapan standar operasional prosedur (SOP) dan pemakaian alat pelindung diri (APD). Pada saat yang bersamaan, Perseroan juga turut berkontribusi dalam pengembangan masyarakat sekitar melalui pelaksanaan berbagai program tanggung jawab sosial (CSR).

Selain difokuskan pada bidang pendidikan dan kesehatan, program CSR Perseroan juga dikembangkan untuk merealisasikan program yang dapat meningkatkan pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

– Demikian pula dengan pelibatan pihak-pihak lokal terus dioptimalkan dalam rantai pasokan Perseroan melalui sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

– Dalam aspek lingkungan, Perseroan senantiasa meningkatkan optimalisasi pengelolaan limbah sejalan dengan upaya untuk mengedepankan penggunaan material yang lebih ramah lingkungan. Dengan demikian, ditambah adanya beberapa penyesuaian dalam proses produksi, jumlah penggunaan sumber daya dapat lebih ditekan sehingga jumlah limbah yang dihasilkan juga dapat lebih diminimalkan.

Sejalan dengan itu, inovasi-inovasi yang terkait dengan efisiensi energi terus diupayakan Perseroan dalam rangka menurunkan jumlah emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari kegiatan operasional maupun pendukung.

Perseroan juga memastikan bahwa setiap limbah yang dihasilkan tidak memiliki eksternalitas negatif terhadap lingkungan sekitar melalui pemenuhan berbagi peraturan perundang-undangan terkait dengan lingkungan yang diterapkan pemerintah setempat.

“Selain untuk mengupayakan pencapaian kinerja ekonomi, kesejahteraan sosial, dan kelestarian lingkungan, strategi-strategi keberlanjutan yang telah diimplementasikan Perseroan juga ditujukan untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di Indonesia, terutama terkait Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (*SDG 9) serta Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (*SDG 12),” ungkap Kazuhiko Aminaka.

Penerapan komitmen tersebut didukung dengan penerapan Nilai-Nilai Perusahaan, yaitu Philosophy, Vision, Mission, Spirit, dan Tagline sehingga dapat membawa Perseroan untuk terus berkembang menjadi perusahaan furnitur di Indonesia yang berdaya saing dan berkelanjutan.

“Hingga saat ini, kami didukung lima brand yakni Zao, Chitose, Okamura, Dragon, dan C-Pro dengan total mencapai 300 item product. 179 produk telah tersertifikasi TKDN dengan tingkat TKDN rata-rata diatas 50%.,” kata Kazuhiko Aminaka.

Tahun ini, perseroan mengalokasikan dana belanja modal (capital expenditur/capex) sebesar Rp 2,5 miliar. Tak hanya itu, perseroan juga akan membagikan dividen sebesar Rp 1 Miliar. Dari sisi neraca keuangan, ekuitas perusahaan tercatat Rp 340,06 miliar dari tahun sebelumnya Rp 349,51 miliar, sementara itu kewajiban naik 6,16% menjadi Rp 151,99 miliar dari Rp 143,18 miliar.***

Tinggalkan Balasan