Bandung Side, Padjajaran – Kolaborasi Asosiasi Hotel Bandung Raya kembali melakukan bakti sosial dengan beberes di Masjid Ibnu Ummi Maktum jl. Padjajaran Kota Bandung, Senin, 20 Maret 2023.
Mengawali kegiatan pukul 07.00 WIB, terkumpul sekitar 150 personil yang merupakan pekerja dari 45 hotel di Kota Bandung yang tergabung didalam 10 Asosiasi Hotel di Bandung Raya.
Tercatat 10 Asosiasi Hotel yang menyantumkan logo nya di backdrop diantaranya, Indonesia Housekeepers Association (IHKA), Indonesian Hotel Manager Association (IHGMA), Riung Priangan, Hotel Front Liner Association (HFLA), Indonesian Chef Association (ICA), Hotel Information Technology Association (HITA), Food and Baverage Manager Bandung Association (FBMBA), Association Chief Engineer (ACE), Assosiasi Manajemen Sumberdaya Insani Hotel (AMSIH) serta Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).
Disampaikan oleh Ketua Panitia Bakti Sosial, Beberes Masjid Ibnu Ummi Maktum, Billy Hardian bahwa kegiatan tahun lalu saat di Masjid Al Ukhuwah jl. Aceh yang lokasi nya di tengah kota begitu solid didukung oleh temen-temen Asosiasi Hotel.

“Ditahun ini kita coba bergeser didaerah Padjajaran, dan disepakati kita melakukan bakti sosial di Masjid Ibnu Ummi Maktum yang lokasinya masih dilingkungan perkantoran Kemensos, yang pengurus DKM nya tuna netra,” kata Billy Cristian.
Masjid Ibnu Ummi Maktum digunakan sebagai tempat ibadah oleh masyarakat umum, meskipun lokasinya berada diperkantoran Kementerian Sosial jl. Padjajaran, Bandung. Dari segi fasilitas memang sudah bisa dimanfaatkan sebagai sarana ibadah, hanya dibidang perawatan yang harus dibantukarena adanya keterbatasan pengurus yang tuna netra tersebut, tambah Billy Yang juga menjabat sebagai Chairman IHKA Bandung Raya.
Kolaborasi Asosiasi Hotel yang ada di Bandung Raya dapat bersatu untuk saling membantu dengan kegiatan Bakti Sosial sekaligus pembersihan secara totalitas yang dipandu oleh temen-temen dari IHKA.
Selain kolaborasi asosiasi hotel melaksanakan bakti sosial dengan bersih-bersih tempat ibadah, kita disupport oleh vendor yang memang sudah kerjasama dengan pihak perhotelan sendiri, khususnya IHKA.
Support vendor dari Kirana Prada, ETOS, i Clean, PPM, Beruang Salju, Selensia, ARIPEST, Quick & Clean, Micro Clean, dan ECOLAB dalam hal penyediaan alat kerja dan bahan kimia pembersih dan desinfektan semproit untuk ruangan.

“Sasaran lokasi yang dibersihkan di Masjid Ibnu Ummi Maktum baik indoor maupun outdoor secara totalitas, bahkan tadi yang langsung disasar di indoor adalah area wudhu yang sudah sangat kotor,” ujar Billy
Sasaran utama kedua adalah toilet, lokasi tersebut perlu perawatan yang ekstra. Dengan terjunnya tenaga ahli dari housekeeping yang memang sudah terbiasa dengan pembersihan yang ekstrem, maka perawatan toilet bisa diatasi.
“Selanjutnya kita juga akan menyalurkan donasi yang dikumpulkan dari Asosiasi Hotel yang dibantu oleh rekan dari AMSIH diwujudkan dalam bentuk karpet sebagai alas tempat ibadah,” ujar Billy
Harapan kami, lanjut Billy Cristian, kedepan akan lebih solid, Asosiasi Hotel akan lebih banyak kegiatan, karena kita Bhineka Tunggal Ika. Sehingga tercetus ide nanti tahun depan yang kita sasar adalah tempat ibadah lain, seperti Gereja, Pura, Klenteng, Wihara yang perlu juga disentuh Bakti Sosial.

“Kita menganggap kita semua satu saudara, program kedepan kita keliling pada tempat ibadah yang lain,” pungkas Billy Cristian yang juga GM Neo Dipati Ukur, Bandung
Sementara itu, dilokasi yang sama Santi Nusanti perwakilan dari Asosiasoi Hotel yakni AMSIH mengatakan sangat mensupport kegiatan Bakti Sosial pembersihan Masjid Ibnu Ummi Maktum yang belokasi di jl.Pajajaran.
“AMSIH kali ini juga membantu pengumpulan dana yang didapatkan dari beberapa donatur dan peserta dari Asosiasi, yang akan dirupakan barang berupa karpet,” ujar Santi.
“Semoga kegiatan Bakti Sosial ini dapat membawa manfaat bagi semua anggota Asosiasi, dan untuk masyarakat pada umumnya. Insya Allah kegiatan selanjutnya AMSIH dapat mensupport terus, pungkas Santi Nursanti.

Program Pengembangan Masjid Ibnu Ummi Maktum
Nono Suwarna, Ketua DKM Masjid Ibnu Ummi Maktum memberi apresiasi atas kegiatan Bakti Sosial yang merupakan Kolaborasi Asosiasi Hotel di Bandung Raya.
“Kegiatan Bakti Sosial Beberes Masjid Ibnu Ummi Maktum ini baru pertama kali saya tahu, selama 2 tahun saya menjadi DKM, bahkan sebelumnya juga belum pernah ada kegiatan seperti ini,” ujar Nono.
Kegiatan bersih-bersih di masjid hanya dilakukan oleh Marbot, pengurus kadang melakukan kerja bakti, tapi tidak secara terus-terusan hanya situasional. Marbot juga membersihkan lingkungan dalam dan luar masjid dengan tenaga seadanya baik menyapu dan mengepel, tambah Nono Suwarna.
“Kedatangan anggota dari Asosiasi Hotel dapat disambut baik oleh kami karena memiliki etika baik dengan bersih-bersih Masjid. Karena memang ada hal-hal atau area-area yang tidak terjangkau karena keterbatasan alat atau oleh kami yang kekurangan ini dapat dilakukan oleh anggota Asosiasi Hotel,” kata Nono.

Menurut Nono Suwarna, ada keterbatasan pengurus DKM untuk memenuhi sarana prasarana dan pemeliharaan juga perawatan pengembangan Masjid Ibnu Ummi Maktum karena semakin lama jamaahnya semakin banyak.
Pemenuhan dana untuk operasional tersebut hanya mengandalkan dana jamaah dari kencleng jumat saja, dana terkumpul untuk pengeluaran transport khotib, honor marbot dan sebagainya. Jadi hanya untuk operasional sehari-hari, untuk pengembangan tidak bisa, karena dana jamaah tidak cukup, tambah Nono Suwarna.
“Program pengembangan kami adalah memasang kanopi disisi kanan masjid, karena bila ada kegiatan di GOR atau di Wiyata Guna Kemensos saat Hari Jumat, jamah akan membludak hingga tidak tertampung didalam masjid sehingga memanfaatkan sisi kanan kiri dan halaman masjid untuk membuat shof baru,” jelas Nono.

Diangan-angan, lanjut Nono, kami juga memiliki rencana untuk menggantikan kubah masjid, karena kondisi yang sekarang tamapak kecil, jadi dari arah jauh kata jamaah tidak terlihat seperti masjid. Juga rencana kami membuat papan nama sebagai identitas yang akan kami pasang di depan masjid. Karena beberapa kali jamaah selalu kebablasan kalo mau masuk masjid disebabkan tidak adanya tanda seperti papan nama itu.
” Ada yang menawarkan yang dari elektronik, tapi harganya lumayan mahal diangka 25 juta. Ternyata mahal juga,” kata Nono terheran.
“Semoga dengan kegiatan Bakti Sosial dari Asosiasi Hotel ini dapat menggugah simpati donatur, institusi dan perkantoran lainnya untuk membantu pengembangan Masjid Ibnu Ummi Maktum, datang saja langsung ke masjid dan temuin saja saya di masjid,” pungkas Nono Suwarna.***