Bandung Side, Lembang – Petani Lembang naik kelas, sebuah ungkapan atas kerja kerasnya dalam memenuhi asupan sayuran pada pasar saat Lebaran dengan gunakan jaringan Smartfren.
Pengalaman hadir dari sebuah perjalanan pada kehidupan manusia, meskipun pada momen Lebaran saat memulai mudik ke Kampung Halaman pertama kali pasca 2 tahun pandemi ke wilayah Tasikmalaya.
Wajarnya mudik, dipastikan perpaduan antara silahturahmi dengan keluarga besar berharap dapat piknik menjelajahi salah satu destinasi Kabupaten Tasikmalaya yang menarik, yakni Gunung Galunggung.
Rencana dan harapan kadang tidak berjalan mulus seperti yang kita mau, tiba-tiba berdering telepon seluler menunjukkan nama Pak Jajat segera diangkat.
“Pak Fajar, bisa dikirim 10 paket pupuk untuk nutrisi besok pagi ya, punten…”
Terdengar sayup namun jelas vokalnya Pak Jajat atas permintaan pupuk nutrisi, seorang petani asal Cijeruk, Lembang.
Belum sempat dijawab…,” Punten pisan Pak mendadak, karena ada pesanan sayur dari Bogor satu minggu lagi dan sayur harus diberi nutrisi yang terakhir”.
“Siap Pak Jajat, segera saya kirim,” jawabku singkat tanpa basa-basi.
Pak Jajat adalah petani sayur didaerah Cijeruk, Lembang, Kabupaten Bandung Barat yang sudah berlangganan pupuk nutrisi untuk sayuran dari usaha kecil-kecilan seorang jurnalis ini.
Alamat acara mudik Lebaran buyar, dengan segala pertimbangan yang masih dalam perjalanan menggunakan mobil sewaan menuju Tasikmalaya melalui jalur Cijapati, Garut pada H+2 Idul Fitri 2022.
Dalam lamunan mengambil keputusan untuk mengantarkan pesanan pupuk nutrisi Pak Jajat saat sampai dirumah orang tua dan harus kembali lagi menggunakan kendaraan umum. Deal.
Didalam mobil, agar suasana tidak tampak tegang karena mendadak seisi mobil terdiam usai menerima telpon dari Pak Jajat, kami bersama-sama menyanyikan lagu “Naik Kereta Api” melalui aplikasi youtube yang tersimpan pada seluler.
Agak aneh sich, naik mobil sewaan tp lagunya “Naik Kereta Api” demi membuat suasana Lebaran bahagia. Sepanjang jalan, lagu bergantian sesuai request anak perempuan tercinta yang sudah menginjak kelas 2 SD hingga memasuki wilayah Singaparna.
Lagu terputar tidak putus, menjadi pertanyaan keponakan, “kok youtube nya nggak buffering Om”.
“Ya enggaklah, kan Om pake kartu GOKIL MAX Smartfren,” jawabku singkat.
“Wah…Smartfren keren, tadi waktu Om terima telpon juga nggak ada kata-kata “Apa”, atau “Bagaimana Pak ?”, kata keponakan menelisik.
“Nahhh…itulah kerennya Smartfren, Pak Jajat petani di Lembang itu kan jauh banget ya, namun suaranya jelas dan jernih terdengar karena Pak Jajat juga menggunakan kartu Smartfren disana,” terang ku sambil tersenyum.
“Petani Lembang juga keren ya, dikira mereka tidak tahu akan teknologi, malah menggunakan Smartfren dalam aktifitasnya,” kata Keponakan.
“Iya lah, bagaimana petani dapat mengontrol harga jual di pasar saat panen, bagaimana mereka kalau menerima pesanan dari pasar diluar Lembang seperti pedagang dari Bogor, bahkan petani Lembang sekarang sudah naik kelas, bisa belajar tanam dari youtube, mencari pupuk nutrisi atau bibit sudah searching di google,” jawabku tegas.
Menengok anakku yang pertama sedang asik bermain game online dengan sepupunya yang selalu teriak saat memperoleh point, ternyata anakku berbagi signal tetring menggunakan internet Smartfren yang sudah 100% 4G LTE dan kebetulan sama dengan ku menggunakan kartu GOKIL MAX Smartfren dengan kuota 36 GB.
Singkat cerita, kami bersama keluarga sampai rumah langsung bersalam-salaman saling memaafkan sambil bercerita tentang perjalanan mudik asik dengan ditemani Smartfren.
Kurang lebih 2 jam, segera saya merajuk ke istri karena harus segera kembali ke Bandung lagi menggunakan kendaraan umum mumpung belum malam, karena pupuk nutrisi akan digunakan Pak Jajat besok pagi.
Alhamdulillah, istri mengijinkan dan saya juga segera berpamitan dengan orang tua untuk kembali ke Bandung. Kecewa sich, namun orang tua sudah terhibur dengan kehadiran cucunya yang ganteng dan cantik.***