Bandung Side, Kabupaten Sukabumi – Perjalanan Revolusi Industri dimulai dari Industri 1.0 itu, mekanisasi waktu ditemukannya mesin uap oleh James Watt.
Kedua revolusi industri 2.0 itu ketika bagaimana membuat suatu barang itu diproduksi secara massal.
Kalau kita menyebutnya di industri, ketika membuat mobil itu menjadi sangat cepat sehingga barangnya menjadi sangat murah.
Ketiga itu otomasi atau otomatisasi dalam proses produksi sehingga tidak hanya memanfaatkan ban berjalan tapi sudah elektronik dan itu industri 3.0.
Kini kita berada di industri revolusi industri 4.0 yang kita sebut dengan era atau internet of things.
Jadi itulah kunci dari semua aktivitas, maka kerap disebut digitalisasi.
Ignatius Wisnu Dwi Cahyo, Channel Manager PT ABB Indonesia Robotic menjelaskan, semua itu mula dari revolusi industri 4.0, semua proses bisnis dilakukan secara digital berbasiskan internet.
Jadi semua dilakukan dengan cara internet ini, salah satu ini adalah komponen-komponen dari digitalisasi.
Teknologi informasi itu ada untuk membantu kita, untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya. Jika kita ingin order barang, ada proses ordering atau pembelian menggunakan teknologi digital.
“Bagimana ordernya sesuai dengan keinginannya dia sendiri, proses penjualannya diproses distribusinya sekarang menggunakan proses digitalisasi,” ungkap Ignatius Wisnu Dwi Cahyo saat mengisi webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (22/10/2021) pagi.
Ada juga digital value chain, jadi orang-yang membeli hingga sampai barangnya itu datang ke mejanya dia atau di rumah kita menyebutnya the value chain.
Digital value chain dimana setiap proses produk, setiap tahapan proses yang ada dalam perusahaan itu menggunakan proses digitalisasi.
“Kita juga semua dapat melakukan itu, misalnya punya produk punya UKM, punya jasa tertentu. Harus kita manfaatkan digitalisasi,” saran Ignatius Wisnu Dwi Cahyo.
Maka, ada juga yang disebut dengan digital marketing yakni kegiatan pemasaran atau promosi sebuah brand atau produk menggunakan media digital atau internet.
“Digital marketing ini menjadi bagian dari perjalanan revolusi industri 4.0 dimana semua transaksi sudah dilakukan secara digital,” ujar Ignatius Wisnu Dwi Cahyo.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi.
Webinar wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (22/10/2021) pagi, juga menghadirkan pembicara, Defira Novianti Crisandy (Ketua RTIK Kota Sukabumi), Chairi Ibrahim (digital marketer), Santia Dewi (owner @grosirkaosdistroanaktanahabang) dan dr. Maichel Kainawa sebagai Key Opinion Leader.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.
Kegiatan literasi digital ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.
Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***