Bandung Side, Kabupaten Karawang – Perangkat digital menjadi sebuah benda yang sangat penting saat ini, pada perangkat digital ini semua data-data kita terkumpul, mulai data pribadi hingga media sosial kita.
Maka dari itu perangkat digital sangat harus diproteksi. Kalau kita mengekspos data kita akan lebih berbahaya daripada rumah kita yang kebobolan.
Oman Komarudin, ketua RTIK Karawang mengibaratkan jika pintu rumah kita ada yang membuka ketahuan, dirusak pun kita bisa mengetahui ada jejaknya.
Tetapi kalau perangkat digital kita jika sudah dibobol atau juga sudah rusak keamanannya bahkan tidak menyadarinya. Tetapi kita dapat memanfaatkan fasilitas yang sudah disediakan perangkat.
Apa saja yang sudah ada di perangkat kita? Pertama, otentifikasi hardware bentuknya sidik jari, yang berhak untuk membuka perangkat tersebut.
Selain sidik jari ada penyamaan wajah atau kombinasi antara wajah dan sidik jari. Jadi jika bukan kita yang berusaha membuka perangkat, maka tidak akan bisa dioperasionalkan.
“Beberapa perangkat yang kita gunakan sudah ada semua pengamanan seperti ini. Dan ini harus kita manfaatkan mungkin untuk melindungi perangkat kita. Jangan malas untuk mengaktifkan sistem keamanan yang sudah ada di perangkat kita. Jangan dikira kita akan aman saja bisa saja perangkat kita tertinggal atau jatuh.
“Ketika sudah seperti itu kita memang kehilangan perangkat kita untuk selama-lamanya tapi data kita masih aman,” ungka Oman Komarudin saat menjadi pembicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Sabtu (09/10/2021) pagi.
Keamanan yang kedua kalau memang perangkat kita jatuh tertinggal atau ada yang mengambilnya ada fitur find my device yang sudah disediakan perangkat.
Perusahaan perangkat bekerjasama dengan layanan yang bisa dapat langsung mengaktifkan find my device jika kita memang dari awal sudah mengaktifkannya.
Manfaatnya dari find my device ini adalah melacak lokasi sudah sejauh mana perangkat kita atau mungkin saja tertinggal yang masih bisa kita cari keberadaannya.
“Dengan find my device juga kita bisa mengunci perangkat mengunci berkas. Selain itu dapat membersihkan data dari jauh sehingga data kita terlihat pada pemilik baru perangkat kita,” ujar Oman Komarudin nya.
Keamanan perangkat kita juga dapat dilakukan dengan mencadangkan data. Jadi data-data kita hanya ada di perangkat.
Namun kita juga bisa menyimpannya di cloud. Ini bisa gratis tapi untuk kapasitas yang lebih besar kita bisa membayarnya.
Keamanan perangkat kita juga ada fitur penghancur berkas jika memang perangkat kita ini dihibahkan kepada orang lain. Sudah seharusnya gawai kita bersih dari file-file pribadi kita.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi.
Webinar wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Sabtu (09/10/2021) juga menghadirkan pembicara, Herman Pasha (Senior Trainer), Andro Hartanto (CEO IOJIN), Evan Samuel (Digital Marketer), dan Benito sebagai Key Opinion Leader.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.
“Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.
Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***