Pembelajaran Daring Makin Cakap Digital

pembelajaran daring

Bandung Side, Kota Bandung – Pembelajaran daring sudah hampir dua tahun anak-anak Indonesia melakukan pembelajaran tatap maya dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Mereka diwajibkan untuk cakap teknologi seperti dipaksa namun kenyataannya kini dunia Internet semakin dekat dengan para siswa.

Banyak kelebihan lain yang dirasakan saat melakukan tatap maya ini. Selain mereka merasa tambah cakap teknologi.

Mereka juga tidak bergantung kepada guru, lebih mandiri dalam belajar. Sekolah tata maya ini juga dianggap lebih hemat waktu uang dan tenaga.

“Namun banyak juga yang selalu menginginkan sekolah tatap muka karena tentunya penyampaian materi akan lebih jelas,” kata Panggih Cahyo Setiaji.

Dapat menumbuhkan interaksi sosial yang lebih besar antara guru dan murid.

“Para murid juga dapat berinteraksi sosial dengan teman-temannya,” ungkap Panggih Cahyo Setiaji, guru SMP yang juga relawan TIK Bandung saat menjadi pembicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (16/10/2021).

Keterampilan digital dalam menunjang pembelajaran daring perlu ditingkatkan oleh seorang pembelajar dalam hal ini tidak hanya oleh guru dan juga siswa tapi orang tua.

Artinya materi ini pun juga perlu dipahami secara umum oleh kita semua.

Keterampilan dalam mengoptimalkan gawai, kita perlu memahami dalam mengoptimalkan gawai, berapa kapasitas memori dari perangkat yang kita miliki.

Terutama guru tentunya harus menyesuaikan dengan kebutuhan gawai saat ini. Dari segi memori, kapasitas memori ada dia jenis, kapasitas memori secara hardware atau RAM.

Kemampuan perangkatnya apakah dapat dioptimalkan dalam pembelajaran saat ini. Kedua, memori secara kapasitas penyimpanan.

“Ini juga perlu dipahami oleh semua guru atau kapasitas penyimpanan memori yang cukup besar pada perangkat kita juga akan mempengaruhi bagaimana nanti kita bisa mengelola media pembelajaran media pelatihan yang akan kita sampaikan kepada siswa atau audiens,” jelas Panggih Cahyo Setiaji.

Meskipun sebenarnya kita sekarang dapat memanfaatkan kapasitas yang ada dalam Google Drive yakni penyimpanan secara cloud. Kita dapat menyimpan data dengan cukup besar.

Kalau secara akun pribadinya kita dapat menyimpan sebanyak 15 GB untuk penyimpanan Google Drive bahkan kapasitas memorinya lebih bahkan unlimited.

Kita memanfaatkan Google Drive tersebut, dapat mengelola media belajar dengan optimal dalam pembelajaran daring.

Tidak hanya Google Drive, namun kembali lagi perangkat dengan kapasitas memori dan juga penyimpanan yang memadai akan memudahkan juga dalam pembelajaran secara efisien nantinya.

Kemudian pemahaman terhadap video, bagaimana mengetahui kekuatan resolusi terhadap perangkatnya.

Kita dapat membuat video dengan mengatur skala resolusi yang kita inginkan. Kalau resolusinya terlalu rendah mungkin tidak akan jelas apalagi kalau kita mengunggah materi pembelajaran kita ke platform YouTube.

Tapi kalau terlalu besar pun itu juga akan cukup menghabiskan memori perangkat kita. Di satu sisi juga dari unggahan untuk ke youtube itu juga membutuhkan waktu yang cukup lama.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (16/10/2021) juga menghadirkan pembicara, Andi Astrid Kaulika (Kreator Digital), Diana Nafiah (COO Halo Bayi), Dian Nurawaliah (Founder Maleeha Skincare), dan Inayah Chairunissa sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.

Kegiatan literasi digital ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Tinggalkan Balasan