Pahami Risiko Keamanan pada Media Digital

pahami risiko

Bandung Side, Kabupaten Tasikmalaya – Pahami risiko sebagai pengguna internet kita juga harus memiliki kemampuan untuk memahami risiko dan pencegahan dini terhadap risiko pada perangkat digital kita.

Kemampuan ini tentu sangat penting sebab sangat banyak sekali risiko keamanan yang ada di ruang digital yang dapat terjadi pada kita semua.

Cepi Rahmat Hidayat, dosen yang juga Konsultan IT ini menegaskan, kemampuan itu harus selaras dengan pengetahuan mengenai apa saja kerugian yang bisa didapat.

Misalnya, hilangan kepercayaan akibat akun kita dibajak sehingga kita pahami risiko.

Media sosial kita dipenuhi konten-konten negatif sehingga orang tidak percaya lagi pada kita.

Kerugian materi tentu dapat terjadi, akibat tidak bisa menjaga data diri.

Percaya pesan dari bank, membuka sebuah website yang ternyata palsu memberikan memberikan semua identitas kita termasuk PIN rekening alhasil uang terkuras habis.

Pencurian data juga bisa terjadi pada kita sudah banyak terjadi kasus yang terjadi pada perusahaan swasta maupun instansi pemerintahan.

“Selain itu pencurian identitas juga dapat terjadi akibat dari peretasan media sosial kita,” kata Cepi.

“Akibatnya mereka seolah menjadi kita lalu menipu kerabat kita dengan berpura-pura meminjam uang dan lainnya,” ungkap Cepi Rahmat Hidayat saat menjadi pembicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (30/9/2021).

Agar tetap aman menggunakan perangkat digital, Cepi mengingatkan pengguna internet mengetahui risiko keamanan apa saja yang mungkin bisa terjadi dan kenali modusnya.

Tidak sembarangan menggunakan perangkat lain apalagi membuka media sosial di perangkat digital umum.

Untuk menjaga jejak digital di media sosial kita juga tidak boleh sembarangan meng-upload status, berkomentar kurang baik dan melakukan hal-hal negatif di ruang digital.

“Untuk mengamankan perangkat kita jangan sampai membuka link sembarangan sebab bisa saja link tersebut mengantarkan kita kepada sebuah website yang mengandung virus. Jangan juga kita men-download sesuatu,” jelas Cepi Rahmat Hidayat.

Hindari pesan yang random dari mana dan email yang tidak jelas isinya. Itu bisa saja merupakan virus dapat mengambil data yang ada di perangkat kita, itu jelas sangat berbahaya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (30/9/2021) juga menghadirkan pembicara, dr. Katherine (Pakar Kesehatan), Eko Prasetyo (Co-Founder Syburst Corporation), Audrey Chandra (jurnalis), dan Clarissa Darwin sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.

Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Tinggalkan Balasan