Bangsa Indonesia Promosi Budaya Melalui Media Digital

bangsa indonesia

Bandung Side, Kabupaten Indramayu – Bangsa Indonesia promosi budaya karena memiliki ribuan ragam budaya yang diwariskan oleh nenek moyang sejak lama membutuhkan pelestarian di era digital.

Kita perlu meningkatkan pemahaman teknologi agar bisa Bangsa Indonesia promosi budaya agar tetap lestari dengan media digital.

“Perputaran Informasi yang sangat cepat menyebar sehingga, informasi menjadi mudah diakses oleh kaum milenial atau kaum muda,” ungkap Shanti Kusmiati sebagai Pengurus Pusat RTIK dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis (30/9/2021).

Shanti menyampaikan, seperti yang dikatakan Menparekraf, Sandiaga Uno bahwa kita perlu mengubah target dari kuantitas menjadi kualitas perihal membangkitkan sektor pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif dengan memanfaatkan teknologi.
Sebagai masyarakat kita pun perlu berkontribusi dalam membangkitkan sektor-sektor tersebut.

Di Indonesia sendiri telah memiliki program sebagai upaya memperkenalkan budaya dan wisata Indonesia, yaitu Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Indonesia.

Gerakan Bangga Buatan Indonesia merupakan gerakan untuk mempromosikan dan menjual produk dalam negeri memanfaatkan platform digital.

Sementara, Bangga Berwisata di Indonesia ialah gerakan yang membudayakan masyarakat untuk mempromosikan area wisata Indonesia, sekaligus mengenalkan budaya dengan memanfaatkan beragam kanal digital.

Indonesia juga memiliki lima destinasi super prioritas. Di antaranya, Danau Toba, Labuan Bajo, Borobudur, Mandalika, dan Likupang.

Tidak hanya destinasi super prioritas, tetapi masing-masing daerah di Indonesia tetap perlu dipromosikan wisata dan budayanya.

“Pemanfaatan teknologi ini ada beberapa cara yang sangat mudah dilakukan untuk bisa memviralkan kedahsyatan nusantara dengan konten-konten di ruang digital,” ujar Shanti Kusmiati.

Pertama, membuat aplikasi berbasis wisata dan budaya.

Shanti Kusmiati menjelaskan, kita bisa membuat games dengan menggunakan karakter nusantara, seperti pahlawan, tokoh wayang, atau menggunakan baju adat.

Kedua, membuat konten kreatif bernuansa budaya dan wisata bangsa. Ketiga, memanfaatkan fitur yang ada di internet juga platform digital.

Shanti Kusmiati mencontohkan, salah satu yang banyak dilakukan saat ini ialah merias wajah dengan menampilkan unsur budaya atau menggunakan pakaian adat.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis (30/9/2021) juga menghadirkan pembicara, Zacky Badrudin (Founder Visquares Digital Event Platform), Soni “ammho” Mongan (Konten Kreator), Chiara Chiasman (Co-Founder of Finest Sangjit), dan Wafika Andira sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.

Kegiatan literasi digital ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Tinggalkan Balasan