Bandung Side, Kabupaten Bandung Barat – Jangan sebar data pribadi di era serba internet, berbagai risiko atau ancaman dapat terjadi saat data pribadi jatuh ke tangan yang salah.
Seperti data alamat rumah dan aktivitas di media sosial yang terlalu oversharing bisa mendatangkan tindakan kriminal seperti perampokan jika pelaku tahu pemilik rumah sedang tidak di rumah karena unggahan realtime sedang liburan.
“Hal yang tak disadari dari bocornya data pribadi adalah seringnya seseorang mendapatkan sms telemarketing dari pihak tidak dikenal,” kata Ardie Halim, Kaprodi, Managemen Informatika Universitas Buddhi Dharma saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat I, pada Selasa (19/10/2021).
Ardie Halim mengatakan, masih terbilang awam tentang keamanan data pribadi. Hal tersebut karena pengetahuan dan pemahaman mengenai risiko bila data pribadi sampai ke tangan yang salah masih sangat rendah.
Bahkan tak sadar bahwa telah sebar sendiri data pribadi di media sosial.
Data pribadi sendiri yang paling mendasar adalah identitas seperti id card atau KTP, kartu keluarga, SIM, yang dapat disalahgunakan untuk pinjaman online, pencucian uang, bahkan membobol layanan digital seperti perbankan.
Agar mengantisipasi terjadi tindak penyalahgunaan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat beraktivitas online.
“Yakni dengan membiasakan diri menginstal aplikasi dari sumber terpercaya,” ungkap Ardie Halim, Kaprodi .
Menggunakan password yang kompleks dengan menambahkan verifikasi dua langkah,
kemudian bagi pengguna Android, perhatikan permission saat diminta aplikasi.
Biasakan untuk belanja di situs online terpercaya, berhati-hati saat mendapat link situs yang mencurigakan, selalu membaca kebijakan data pengguna, dan meminimalisir penggunaan wifi publik terutama di tempat umum.
Jika merasa menjadi korban kasus pencurian data dan merugikan material dan non material setiap orang dapat melakukan pelaporan kepada pihak terkait apabila ada aktivitas mencurigakan, seperti aktivitas perbankan.
Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi.
Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Maria Ivana, seorang Graphic Designer, Vivi Andriyani, Markom Manager Bumbumbuku, Henry V. Herlambang, CMO Kadobox, dan Yudho Boengkoes, seorang Food Vlogger.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama.
Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***