Etika Berperilaku Baik di Ruang Digital

etika berperilaku

Bandung Side, Kabupaten Sukabumi – Etika berperilaku dan berkomunikasi di dunia maya itu sebenarnya sebuah investasi bagi diri sendiri untuk menentukan masa depan kita karena orang lain menilai kita yang berdasarkan pada etika.

Etika itu sangat banyak sekali mulai dari cara berpakaian, komunikasi dan sebagainya.

Bagi yang sering berinteraksi di dunia maya tentunya etika berkomunikasi di dunia maya harus wajib diperhatikan.

Di dunia digital ada yang disebut dengan etiket atau network etiket, tata krama dalam menggunakan internet.

Jadi kita semua manusia sekalipun saat berada di dunia digital harus mengikuti aturan seperti di dunia nyata berlakunya etika berperilaku.

Ismail Tajiri Ketua Relawan TIK Kabupaten Sukabumi mengatakan, pengguna internet berasal dari bermacam-macam negara yang berbeda bahasa, budaya dan adat istiadat.

Berbagai fitur di dalam internet memungkinkan kita berlaku etis atau tidak etis.

Internet itu sebenarnya bisa sangat menguntungkan diri kita dan juga merugikan dan tentu bisa juga merugikan tergantung kita menggunakan dan memanfaatkan teknologi tersebut.

Etika menjadi dasar selain kita memiliki skill yang hebat. Tentunya skill yang dapat kita jual tidak akan bernilai jika tanpa etika.

“Berkomunikasi itu sangat penting itu sangat harus kita pelajari. Cara kita bernetiket baik dan benar yang pertama jangan semaunya sendiri mengingat keberadaan orang lain status atau membagikan apapun itu,” ungkap Ismail Tajiri saat menjadi pembicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (11/10/2021) pagi.

Tentunya kita di ruang digital jangan sampai menyebarkan hoaks. Jika ada informasi yang datang harus diteliti.

Misalnya mengenai kebijakan pemerintah, jangan dulu kita emosi lalu kita membuat posting yang menyudutkan pemerintah tapi kita bisa pelajari dulu apa yang sebenarnya terjadi.

Apa maksud dari kebijakan baru ini jangan sampai karena posting-an, kita memicu emosi orang lain hingga melepaskan etika berperilaku.

Saat ini seluruh Kementerian sudah memiliki website sehingga ketika ada kebijakan baru mereka akan meng-update di sana. Kita bisa mencari tahu secara jelas terlebih dahulu.

Kita juga jangan sampai terpercaya hoaks mengenai seleksi CPNS, harus mendapatkan informasi yang jelas dari sumber yang terpercaya yaitu website dari Kementerian atau pemerintahan.

“Jangan berkomentar kasar tulislah saran, posting-an apapun dengan baik. Tentu tidak enak jika kita mendapatkan komentar buruk dari orang lain,” kata Ismail Tajiri.

“Maka dari itu kita juga harus bisa menjaga perasaan orang lain dengan tidak berkata kasar,” tutur Ismail Tajiri.

Tidak menyebar data pribadi orang hargai privasi orang lain, begitu juga dengan nama baik mereka. Jangan pernah kita menyudutkan seseorang dan menyebutkan namanya tanpa kejelasan.

Ancaman yang bisa terjadi adalah perselisihan, hubungan tidak baik bahkan jika orang itu bisa saja menuntut atas pencemaran nama baik.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (11/10/2021) pagi, juga menghadirkan pembicara, Bowo Suhardjo (Konsultan Bisnis), Felix Kusmanto (Peneliti SDM), Made Sudaryani (Director D&D Consulting), dan Inayah Charunissa sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.

Kegiatan literasi digital ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan