Belanja online di Marketplace dan Tetap Waspada

belanja online

Bandung Side, Kabupaten Garut – Belanja online memang sudah tepat jika memilih marketplace sebagai tempat untuk bertransaksi yang aman, namun tetap kita harus bisa waspada terhadap segala sesuatu.

Eri Satria dosen Institut Teknologi Garut mengatakan, saat berbelanja online via marketplace pastikan penjual ini memiliki reputasi yang baik.

Caranya cukup mudah untuk belanja online, dengan melihat terakhir aktif, semakin dekat aktifnya berarti mereka kemungkinan akan cepat membalas chat kita.

Cek ulasan produk di market place juga sudah tersedia. Kita dapat melihat bintang dan komen dari para pembeli, lihat harga apakah masuk akal.

“Baca deskripsi produk dengan seksama, toko online yang baik akan dengan lengkap menuliskan deskripsi seperti material, model, motif dan lainnya. Ketentuan penjual juga sering disebutkan oleh mereka,” jelas Eri Satria dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (09/10/2021) pagi.

Hindari bertransaksi di luar sistem, karena kita sudah aman dengan marketplace jangan sampai transaksi tanpa pihak ketiga.

Simpan bukti transaksi jika sistem eror kita memiliki bukti.

“Kita juga harus memiliki bukti lain seperti video unboxing untuk digunakan fitur komplain dan return. Sehingga penjual percaya bahwa kesalahan itu memang dari pihak mereka,” tutup Eri Satria.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (09/10/2021) pagi, juga menghadirkan pembicara, Ricky Antonius (Pebisnis Online), Andi Astrid Kaulika (Digital Creative), Rikza Nashrulloh (Dosen Institut Teknologi Garut), dan Lady Kjaenett sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.

Kegiatan literasidigital ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan