Bandung Side, Kabupaten Karawang – Manfaat media sosial sekarang sudah menjadi salah satu hal yang penting bagi masyarakat, banyak fungsinya yang bisa dimanfaatkan termasuk dalam bisnis.
Kini media sosial bukan hanya untuk berkomunikasi dan berjejaring saja tetapi kini juga sebagai alat dagang dan pemasaran juga tempat berbagi pengalaman dan juga penyimpanan.
Mochammad Rizky Juanda, Relawan TIK Indonesia mengatakan, manfaat dalam bisnis dengan menggunakan media sosial yakni dengan memudahkan pelanggan dalam memilih, untuk pembayaran dan cara mendapatkan barangnya juga sekarang bisa lebih jauh lebih mudah.
Bagi pelaku usaha, memanfaatkan media sosial untuk melakukan promosi lebih luas.
“Jika di media sosial kita memiliki banyak teman dari seluruh penjuru Indonesia. Tentu sebanyak itu pula produk kita dikenal,” kata Mochammad Rizky Juanda.
“Manfaat lainnnya saling membantu sesama, dalam bisnis kita bisa membagikan usaha teman kita, ikut mempromosikan mereka saling membantu usaha para pelaku UMKM,” ujar Mochammad Rizky Juanda di webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Jumat (10/9/2021).
Media sosial juga sebagai social proof atau bukti-bukti bisnis dalam bentuk ulasan atau testimoni. Social proof ini dapat meningkatkan traffic untuk mereka mengunjungi mengunjungi media sosial.
Hasil dari testimoni ini juga dapat meningkatkan penjualan karena juga dapat digunakan sebagai alat marketing yang efektif. Sebab kini keinginan orang berbelanja itu jika sudah terjamin kualitasnya yang didapat dari dari pembeli sebelumnya.
Apapun dapat dilakukan di media sosial namun satu hal kunci dari bermedia sosial sebenarnya adalah bagaimana seseorang membangun jejak digital yang baik dari sekarang.
Membangun jejak digital dengan cara menarasikan diri dan aktivitas yang kita lakukan lalu membuat konten sesuai dengan kemampuan dan siapa pengikut kita.
“Sekarang itu zamannya kekuatan bercerita sehingga membangun jejak digital juga kita bisa lakukan dengan cara bercerita. Posting hal positif dengan bercerita hindari mengomentari hal negatif yang juga dapat berdampak pada jejak digital kita,” ungkapnya.
Cerita mengenai pekerjaan, masa lalu, prestasi yang sudah dicapai atau usaha yang sedang dijalankan. Ini memiliki kekuatan untuk mempengaruhi orang lain karena orang itu akan melihat siapa kita atau produk kita dari bagaimana cara kita mengkomunikasikannya.
Karena semakin relevan dan semakin menarik kemasan-kemasan konten yang kita buat. Orang lain akan semakin tertarik untuk menggunakan jasa kita.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi.
Webinar wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat Jumat (10/9/2021) juga menghadirkan pembicara Eko Prasetyo (Pakar Teknologi Informasi), Rabindra Soewardana (Director Radio Oz Bali), Felix Kusmanto (peneliti SDM), dan Yumna Aisyah sebagai Key Opinion Leader.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.
Kegiatan literasi digital ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.
Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***