Bandung Side, Kabupaten Indramayu – Dunia online ini sangat dekat dengan penipuan, sebab masih banyak masyarakat digital yang kurang kritis juga belum paham literasi digital.
Pada umumnya atau yang sering terjadi ada tiga jenis penipuan daring yang perlu diketahui oleh warganet saat di ruang digital.
Pertama pencurian akun, sering terjadi khususnya akun media sosial yang sudah banyak pengikutnya. Biasanya hacker akan mengambil data dan memberi pesan kepada pemilk akun untuk membayar jika ingin akunnya dikembalikan.
“Hacker dari Turki, Rusia yang sering melakukan itu, mereka tidak tanggung tanggung sampai minta Rp 100 juta karena followers sudah banyak,” ungkap Erlangga Seta, pakar IT Bisnis dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis (12/8/2021).
Selain akun media sosial yang dicuri, akun aplikasi chatting juga dapat dibajak, modusnya penipu menjadi kasir minimarket, lalu penipu tersebut pura-pura salah input malah ke nomor kita.
Penipu akan minta kode yang dikirimkan ke nomor kita, kode itu bukan voucher game tetapi yang dapat mereset akun WhatsApp kita.
Kedua, berpura-pura menjadi orang yang kita kenal, oknum akan meyakinkan dengan menggunakan foto teman kita. Maka jika ada temannya yang menghubungi dari nomor berbeda lalu meminjam uang harus dicek dulu ke nomor asli dan media sosialnya.
Ketiga, penipuan berkedok call center, misalnya dari Shopee yang mengatakan kita mendapat cashback ShopeePay sebanyak Rp 200 ribu.
Mereka akan menyebut alamat lengkap kita dan data lagi yang akan membuat kita percaya. Kalau sudah kita seperti percaya, kita akan diminta mengirimkan uang untuk membayar pajak.
“Modus lain masih dari marketplace yang mengatakan barang kita susah dikirim ada terkendala di pengiriman. Lalu kita diminta untuk verifikasi belanjaan kita itu dengan kode yang dikirim ternyata kode yang dikirim itu untuk bertransaksi,” kata Erlangga Seta.
“Kalau kita punya saldo digital otomatis saldo kita akan berkurang. Karena kode itu dipakai untuk bertransaksi oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” jelas Erlangga Seta.
Mengaku call center BPJS, BPJS kita sudah disetujui ada biaya registrasi layanan bisa dikirimkan ke nomor pribadi, padahal jelas pembayaran dilakukan dengan nomor virtual bukan rekening pribadi.
Erlangga Seta memberikan tips hindari penipuan, gunakan aplikasi pemeriksa nomor telepon bisa menggunakan aplikasi Get Contact, reputasi nomor telepon hasil dari orang-orang yang save nomor tersebut.
Periksa melalui mesinpencarian apa yang dikirinkan oleh penipu. Terakhir, jangan lupa ketika akun kita dicuri, jangan panik segera membuat pengumuman di media sosial atau aplikasi chat agar teman-teman kita tidak tertipu.
Mengirim laporan ke layanan pengguna dan pulihkan akun dengan lupa sandi. Biasanya platform akan meminta sandi kita terdahulu, segera harus kita ambil kembali sebelum mereka kembali membuat sandi baru.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi.
Webinar wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis (12/8/2021) juga menghadirkan pembicara Ahmad Rofahan (RTIK Kabupaten Cirebon), Chairi Ibrahim (Konsultan Marketing Digital), Rabindra Soewardana (Director Radio Oz Bali), dan Diza Gondo sebagai Key Opinion Leader.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.
Kegiatan literasi digital diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.
Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***