Belajar Etika Digital dan Bahaya Hoaks

Belajar Etika Digital dan Bahaya Hoaks

Bandung Side, Kabupaten Karawang – Belajar etika digital salah satu yang harus diajarkan kepada generasi muda yang nantinya akan menguasai ruang digital iyalah soal hoaks dan etika di media sosial.

Tujuannya tentu agar mereka memahami bahaya hoaks dan juga manfaat dari pentingnya memilah, memilih dan membagikan informasi.

Tentunya mempersiapkan masyarakat yang cakap digital dan mempunyai etika bermedia sosial. Salah satunya belajar etika digital dengan mengajak generasi mudah untuk mengikuti webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021.

Giri Lukmanto pengurus Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) yang menjadi pembicara webinar untuk wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (12/8/2021) menjelaskan etika dalam ruang digital ialah dengan sadar dengan keberadaan orang lain sehingga tidak boleh semaunya sendiri harus berempati.

“Makanya jangan sampai menyakiti hati orang lain gara-gara komentar kita. Etika juga menyangkut informasi yang tidak jelas, jangan pernah menyebar informasi yang belum jelas teliti sebelum berbagi,” kata Giri Lukmanto.

“Ruang digital itu bukan hanya sekadar layar namun dihuni banyak orang maka, selain berempati juga harus berkata baik, jaga privasi orang lain dan cemarkan nama baik orang. Menghargai perbedaan pendapat dengan orang dan hargai karya milik orang lain,” jelas Giri Lukmanto.

Untuk diri kita sendiri pun perlu dilindungi, data pribadi harus dilindungi, tidak menyebarkan chat pribadi dan juga tidak perlu terlalu mengumbar masalah pribadi.

MAFINDO juga sudah melayani warga digital yang ingin mengecek informasi hoaks atau bukan melalui chatbot Kalimasada. Simpan nomor MAFINDO di kontak WhatsApp 085921600500, buka aplikasi dan kirim pesan apapun untuk mulai percakapan.
Chatbot akan membalas denngan lima pilihan, periksa hoaks, cek fakta terbaru, tips melawan hoaks, tentang kami dan privasi. Pilih salah satu menu dengan ketika angka saja dan tekan tombol kirim. Pengguna juga dapat meneruskan pesan yang ingin diperiksa.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (12/8/2021) juga menghadirkan pembicara Febriyanti Kristiani (Founder @vitaminmonster), Komang Triwerthi (Relawan TIK Bali), Oman Komarudin (Ketua Relawan TIK Karawang), dan Ida Rhynsjburger sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.

Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Tinggalkan Balasan