Bandung Side, Kabupaten Indramayu – Budaya media digital dikatakan mengekploitasi manusia, pernahkah terpikir untuk melakukan sebaliknya. Kita yang mengeksploitasi media digital dengan memanfaatnya untuk mendapatkan keuntungan.
Kalau kita kini memiliki budaya media digital baru, asik di marketplace memilih barang dimasukan ke keranjang. Dibayar nanti atau memang tidak dibayar hanya menjadi barang impian yang ingin dibeli.
Ridwan Sigit, dosen Universitas Pasundan Bandung mengatakan, mengapa kita tidak mengubah itu semua. Kita membuka marketplace bukan untuk memasukan barang namun untuk meng-upload produk yang kita jual atau juga chat dengan pembeli.
Bermedia sosial dari pada hanya mengeluh coba untuk membuat sebuah karya. Secara keniscayaan dunia digital ini adalah gabungan dari otak manusia dengan komputerisasi.
Komputer sekarang sudah mencontek cara kerja otak manusia. Adanya kompleksitas luar biasa dimanfaatkan oleh orang cerdas yang membuat media sosial untuk mendapat keuntungan dari pengguna.
Menurut Ridwan, seolah-olah manusia menjadi pintar akibat tahu segalanya karena mencari di internet.
“Sekarang seolah sudah tidak membutuhkan guru lagi karena semua sudah bertanya pada Google, semua percaya Google,” ungkap Ridwan Sigit saat menjadi pembicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Selasa (24/8/2021).
Budaya digital ini harus dimanfaatkan jangan sampai mereka yang mengeksploitasi kita. Mereka menawarkan informasi, kita percaya begitu saja. Meskipun sudah berbudaya digital, namun tetap ada hal yang dapat kita terus lakukan ialah dengan mencari ahlinya untuk menjelaskan, paling tidak mencari kebenarannya.
Selain itu, Ridwan juga menambahkan budaya digital kini sudah seperti virus menjangkiti banyak orang sehingga mudah untuk membuat ketergantungan dan sulit mengobatinya.
“Namun dengan terus mengikuti literasi digital pelatihan, webinar atau apapun segala hal buruk dari budaya digital itu dapat diantisipasi. Bukan anti budaya digital namun lebih bijak dalam melakukan semua hal secara digital,” tutur Ridwan Sigit.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi.
Webinar wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Selasa (24/8/2021) juga menghadirkan pembicara Laura Jane (psikolog klinis dewasa), Mario Antonius Birowo (Dosen Atmajaya Yogyakarta), Ira Pelitawati (Pegiat Literasi), dan Deya Oktarissa sebagai Key Opinion Leader.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.
Kegiatan literasi digital ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.
Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***