Pencari Kerja Perlu Skill Praktis Masa Pandemi

Pencari Kerja Perlu Skill Praktis Masa Pandemi

Bandung Side, Kota Depok – Pencari kerja di masa pandemi Covid-19 telah mengubah beberapa hal mulai dari cara bekerja atau belajar, cara berinteraksi, dan cara bertransaksi.

Dari perubahan ini semua industri yang berhubungan pada ketiga hal tersebut dimungkinkan akan mengalami perkembangan.

Sehingga di sinilah saatnya setiap orang dipaksa untuk beradaptasi dan siapa yang tidak mau berubah akan tertinggal. Sebab corona menjadikan semuanya berubah ke arah percepatan.

Klemes Rahardja, Founder The Enterpreneur Society saat webinar Literasi Digital wilayah Kota Depok, Jawa Barat I, Selasa (13/7/2021) mengatakan, di dunia pekerjaan pandemi Covid-19 telah memberi dampak hampir di semua industri, di antaranya sebanyak 2,7 Miliar pekerja di seuruh dunia terdampak.

Sektor tertinggi yang terdampak mulai dari perhotelan, pariwisata, hingga perumahan, namun tetap masih ada yang bisa dikerjakan.

“Pandemi telah membuat perusahaan mengubah 83% skala pekerjaannya dikerjakan di rumah, dan 84% mengubah akselerasinya ke digital, serta 50% akselerasi ke automatisasi,” ujar Klemes.

Klemes pun meramalkan beberapa bidang pekerjaan yang kemudian akan banyak dibutuhkan di masa mendatang.

Di antaranya top skills di tahun 2025 yang berhubungan dengan analitis berfikir dan inovasi, aktif belajar dan strategi belajar, dan kita harus bisa mengatasi problem-problem yang ada, cara kita berpikir secara kritis, kreatifitas dan originalitas, kepemimpinan serta sosial influence, penggunaan teknologi, program teknologi dan desain.

“Berkurangnya karyawan tetap, digantikan dengan freelance dan outsource dan akan lebih banyak pekerjaan yang dikerjaakan di rumah atau remote work,” kata Klemes.

Sementara nilai perkuliahan umum akan lebih kurang dipandang, lebih banyak pencari kerja yang membutuhkan skill praktis dalam dunia digital.

Misalnya skills copywriting, desain grafis, video editor, fotografer, skillset dari sertifikasi FB IG Geogle SEO dan TikTok Ads Manager, tim kreatif, programer, developer, data analisis dan sebagainya.

“Di setiap krisis pasti ada peluang dan kita punya waktu ekstra. Mungkin 5 atau 10 tahun ke depan kita akan menengok ke belakang dan mengingat bahwa karena pandemi ini dipaksa berubah dan membuat kita bersyukur,” tutur Klemes Rahardja.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kota Depok, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi.

Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Diena Haryana Founder SEJIWA, Waridin, Guru/Pengajar di SMAN 8 Jakarta dan Rino, Kaprodi Teknik Informatika Universitas Buddhi Dharma.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama.

Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan