Netizen Cerdas Identifikasi Isi Pesan Hoaks

Netizen Cerdas

Bandung Side, Kabupaten Majalengka – Netizen cerdas akan identifikasi dan memahami pesan komunikasi untuk menghindari informasi hoaks dalam menggunakan media digital.

Di mana penggunaan media digital perlu memahami isi setiap bentuk komunikasi dengan pengetahuan agar bisa lebih bijak dan tidak menimbulkan kesalahpahaman dalam berkomunikasi.

Di era keterbukaan informasi salah satu hal yang mengkhawatirkan adalah munculnya berita hoaks yang menurut Wikipedia diartikan sebagai usaha menipu pembaca atau pendengar untuk mempercayai sesuatu.

“Hoaks sendiri ternyata memiliki tujuan yaitu menggiring atau membuat opini publik, membentuk persepsi, menipu, propaganda, menghasut, hingga black campaign,” ujar Fibra Trias Amukti, Editor in Chief Mommies Daily saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat I, Rabu (7/7/2021).

Berita hoaks sendiri memiliki dampak di antaranya pada kesehatan mental bisa menimbulkan cemas, panik berlebihan, stres, takut luar biasa, dan mudah marah.

Sementara di sisi kesehatan fisik, hoaks bisa membuat sulit tidur, malas beraktifitas hingga susah konsentrasi.

Di masyarakat, hoaks juga menimbulkan relasi sosial yang tidak baik, bisa berupa saling ejek, saling debat, saling benci dan menimbulkan konflik serta perpecahan.

Menurut Fibra, hoaks jelas membahayakan dan bisa memecah belah masyarakat, oleh sebab itu perlu adanya pemahaman untuk mengenal ciri-ciri hoaks.

Biasanya hoaks memiliki judul yang provokatif sehingga memicu kecemasan, cenderung tidak netral, menggunakan nama yang mirip dengan media, minta diviralkan, memelintir pernyataan nara sumber hingga memanipulasi foto dan keterangan.

Bahkan karena ketidaktahuan setiap orang mungkin bisa menjadi penyebar hoaks, bila netizen tidak cerdas.

“Jadilah pembaca yang cerdas, baca keseluruhan artikel, cek siapa penulisnya, cek situsnya, cek nara sumber yang dikutip dalam tulisan, cek keaslian foto, dan cari berita pembanding,” ujar Fibra.

Setiap orang memiliki peran dalam penyebaran hoaks maka tiap individu perlu mengedukasi diri sendiri dan orang terdekat, selain itu beri tahu bahwa ada ancaman pidana dari penyebaran hoaks.

Bahkan sedari kecil anak pun bisa diajarkan oleh orang tua agar memutus rantai generasi hoaks dengan melatih anak berpikir lebih kritis dan biasakan anak untuk memahami pesan dari berita yang dibacanya, orang tua pun bisa bekerja sama dengan pihak sekolah terkait edukasi hoaks.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi.

Di webinar kali ini hadir juga nara dumber kainny seperti Dee Rahma seorang Digital Marketing Strategist, Anggi Auliyani Duta Bahasa Jawa Barat, dan Firzie A Idris Assistant Editor Kompas.com.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama.

Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Tinggalkan Balasan