Bandung Side, Kabupaten Bogor – Ketahui fungsi keamanan bagi pengguna internet aktif yang telah mencapai 196 juta lebih di Indonesia memerlukan pemahaman mengenai pentingnya menjaga data pribadi.
Dikenal beberapa istilah pengamanan akun seperti PIN, password, hingga kode OTP untuk transaksi saat menggunakan akun diberbagai platform.
Rino, Kaprodi Teknik Informatika Universitas Buddhi Dharma saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, Rabu (30/6/2021) mengatakan para pengguna perlu memahami satu per satu ketahui fungsi sistem keamanan dan perbedaannya.
Pertama ada PIN yang merupakan singkatan dari personal identification number, yaitu sebuah kode keamanan untuk memverifikasi identitas biasanya berupa angka.
Sementara password merupakan rangkaian kombinasi karakter berupa angka, huruf, serta simbol untuk mengamankan akses ke suatu jaringan.
Sedangkan OTP merupakan On-Time Password yakni kode yang umumnya dikirimkan melalui sma maupun email untuk verifikator.
Berbeda lagi dengan Two Factor Authentification yang berarti menggunakan lebih dari satu jenis faktor keamanan.
“Perbedaan PIN dengan OTP, PIN itu tidak ada limit waktunya tapi disarankan untuk diganti secara berkala. Kalau OTP kode acak dikirim otomatis oleh sistem, hanya berlaku satu kali dan memiliki batas waktu penggunaan,” kata Rino.
Rino mengatakan agar setiap orang menjaga keamanan data maupun akunnya. Agar menghindari penyalahgunaan data, scammer atau tindak penipuan, phising atau penipuan dengan tujuan pencurian data yang sensitif seperti nomor keamanan kartu kredit (CVC), dan segala macam keamanan transaksi di dunia digital menggunakan akun seseorang.
“Tips menghindari penyalahgunaan data, tidak share OTP, bila ada pemberitahuan validasi jangan menganggap enteng, ganti secara berkala, dan bertanya kepada yang tidak mengerti kaau tidak paham,” ujar Rino.
Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, kali ini menghadirkan pula nara sumber lainnya seperti Henry V Herlambang CMO Kadobox, Aprida M Sihombing dari Dosen Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR, serta Alda Dina Bangun Guru SD Cahaya Bangsa Kota Baru Parahyangan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama.
Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***