Bima Arya Ajak Masyarakat Perangi Hoax

Bima Arya Ajak Masyarakat Perangi Hoax

Bandung Side, Kota Bogor – Bima Arya, Walikota Bogor mengatakan bahwa seiring dengan makin berkembangya teknologi, makin mudah pula masyarakat untuk mendapatkan informasi.

Masyarakat kini dapat dengan mudah mendapatkan informasi dan berita dari berbagai saluran.

Tapi situasi itu juga membuka peluang bagi orang yang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan hoax. Dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kota Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (15/7/2021), Bima Arya, Wali kota Bogor, mengatakan bahwa penyebaran hoax sendiri paling banyak terjadi di saluran bertukar pesan seperti Whatsapp, hingga Telegram.

“Hoax ini sangat merugikan kita rugi waktu rugi uang, padahal ada hal hal yang harusnya kita perhatikan berasma. ketika ada hoax energi kita kita habiskan kesitu,” ujar Bima Arya.

Bima Arya menjelaskan, seringkali hoax sendiri dihadirkan bukan sekadar misleading atau menyesatkan, tapi juga disajikan seolah olah sebagai serangkaian fakta.

“Kemudian hoax sangat membodohi publik, saya kasihan pada banyak orang yang latar belakangnya jauh dari itu jadi terpengaruh hoax dan ini merusak mental,” kata Bima Arya.

“Hoax ini bukan hanya sekadar informasi yang harus diluruskan, ini merusak karakter bangsa, menghacurkan peradaban,” ungkap Bima Arya.

Bima Arya menegaskan, bahwa hoax justru akan menciptakan barisan orang yang marah dan kecewa dan memicu keresahan publik.

Untuk itu Bima mengatakan bahwa utuk bisa mengantisipasi hoax butuh pemahaman dan tingkat literasi digital, serta mendorong komunitas-komunitas yang terus berjuang memberikan fakta dan kebenaran.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Dosen Universtias Indonesia Devie Rahmawati juga turut menyampaikan cara untuk bisa hidup nyaman dan aman di dunia digital.

Bima Arya mengatakan bahwa dalam menggunakan platform digital atau media sosial juga tetap harus menjunjung tinggi nilai cinta dan kasih.

Dengan demikian, tidak ada lagi hoax, berita bohong, atau perpecahan yang dimulai dari media sosial.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Siberkreasi merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia.

Dalam webinar kali hadir juga, Dosen Humas dan Sekolah Vokasi IPD. Willy Bachtiar, MAFINDO, Aribowo Sasmito, dan Key Opinion Leader, Fann Fabriana.

Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama.

Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.**

loading...
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan