Bahaya Internet, Anak Dapat Kecanduan Pornografi

Bahaya Internet, Anak Dapat Kecanduan Pornografi

Bandung Side, Kota Bekasi – Bahaya internet salah satunya yang dikhawatirkan pada anak adalah pornografi yang dapat menimbulkan kecanduan.

Data paparan pornografi pada anak Indonesia pada Juni 2018 melalui skrining Kementerian Kesehatan mengenai adikasi pornografi pada siswa SMP dan SMA sebanyak 1314 responden di kota besar yakni 98,3% telah terpapar pornografi.

Tingkat bahaya internet pada kecanduan pornografi dimulai dari durasi 1-2 kali setahun, lebih dari 6 kali, sebulan sekali, setiap minggu, setiap hari hingga menggangu keseharian, dan yang paling teratas sudah tidak berdaya dan putus asa jika tidak melihat pornografi.

“Pengaruh pornografi ke anak ini memengaruhi otak yaitu fungsi Pre Frontal Cortex yang membedakan antara otak manusia dengan otak hewan dalam menata emosi, konsentrasi, pemahaman, empati, berpikir kritis, membuat rencana masa depan, membentuk kepribadian dan berperilaku sosial,” ujar Nandya Satyaguna medical doctor saat webinar Literasi Digital Kota Bekasi, Jawa Barat I, Kamis (15/7/2021).

Perkembangan mental dan tubuh anak karena pornografi biasanya akan terganggu konsentrasinya, dan menurunkan kemampuan di sekolah.

Meski begitu, menurut Nandya anak yang sudah terpapar pornografi masih bisa ditangani.

Nadya Satyaguna memberikan beberapa panduan untuk orangtua, diantaranya pertama agar tidak panik atau menghakimi anak namun orangtua perlu melakukan pendekatan dari hati ke hati dan pahami anak.

“Jangan merasa tabu atau canggung untuk memberikan pendidikan seksual sesuai usia anak,” kata dr. Nandya.

Sebaiknya untuk mencegah lebih lanjut orangtua perlu menekankan nilai-nilai yang sesuai dengan agama dan norma di masyarakat yang mengarah pada pendidikan seksual.

Orangtua juga perlu membuka diri agar anak tidak ragu atau takut berdiskusi, serta jangan ragu untuk meminta bantuan psikolog.

Webinar Literasi Digital wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Di webinar kali ini, hadir pula nara sumber seperti Dino Hamid, Ketua Asosiasi Promotor Musik Indonesia, Jalu Dei Putranto Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Bekasi, dan Taufik Hidayat Kepala UPT IT & Dosen Fakultas Teknik Universitas Syekh Yusuf.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia.
Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama.

Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap.***

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan