Batasi Waktu Berselancar Internet Pada Anak

Batasi Waktu Berselancar Internet Pada Anak

Bandung Side, Kabupaten Sumedang – Batasi waktu berselancar di ruang digital memberikan tantangan kepada para orangtua untuk menjaga anak agar bisa memanfaatkan sisi positif internet dan menghindari dampak negatifnya.

Mulai dari paparan konten negatif, penipuan daring, eksploitasi seksual pada anak, ujaran kebencian, hingga radikalisme berbasis digital hingga kecanduan gadget.

Di sinilah peran penting orang tua untuk membimbing anak di tengah pesatnya perkembangan era digital.

Terlebih untuk mengantisipasi bahaya kecanduan gadget yang menyebabkan perilaku tidak terkontrol, sikap menjadi berlebihab di depan layar gadget, tidak peduli orang sekitar, hingga kurang tidur.

Orangtua memerlukan cara untuk menghindari anak dari kecanduan gadget salah satunya dengan screen time yaitu membatasi waktu penggunaan gawai sesuai usia anak.

Orangtua perlu mengajarkan aturan digital pada anak seperti membatasi screen time, di mana untuk anak usia 0-2 tahun sama sekali tidak boleh terpapar gawai.

Usia 2-3 tahun hanya 30 menit per hari, sementara usia 3-5 tahun hanya 1 jam dengan games yang dipilih anak di bawah pengawasan orang tua dan di atas 5 tahun maksimal 2 jam sehari.

“Mengoptimalkan screen time bisa dilakukan dengan mengikuti batas usia anak saat mengundu sesuatu, perhatikan history dari gawai yang digunakan, dan menggunakan gawai seperlunya,” kata Diana Hafsari seorang Pemerhati Anak dan Guru SDIT Insan Sejahtera saat webinar Literasi Digital Kabupaten Sumedang, Jawa Barat I, Kamis (15/7/2021).

Orangtua harus fokus pada perkembangan anak, gawai hanya sarana saja dan berikan variasi kegiatan agar tidak bosan, imbuh Diana.

Kondisi pandemi yang mengharuskan anak berada terus di rumah juga jangan sampai dijadikan kambing hitam hingga anak malah terus-menerus bermain gadget.

Namun tugas orang tua adalah batasi waktu memberikan variasi kegiatan misalnya dengan permainan bersifat edukasi seperti congklak, tentu saja tidak dalam bentuk virtual.

Ide lainnya dari batasi waktu berselancar untuk menjadikan anak tidak berfokus pada gadget adalah bermain musik, menggambar, dan banyak hal lain tanpa gadget yang bisa mengisi waktu luangnya.

Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Di webinar kali ini ada beberapa nara sumber lainnya yang ikut hadir di antaranya Irfan Fadil Dosen STMIK Sumedang, Chika Amalia Public Figure Branding & Partnership, serta Said Hasibuan Sekjen Relawan TIK Indonesia.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama.

Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.***

loading...
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan