Halal Bihalal Skat Brownies Bahas Strategi Baru Untuk Pelanggan Loyal

Halal Bihalal Skat Brownies

Bandung Side, jl. Aceh – Halal bihalal Skat Brownies sebagai bentuk silahturahmi distributor usai idul fitri atau lebaran sekaligus menjadi ajang pertemuan bulanan di Janevalla Hotel jl. Aceh 65, Jum’at 29/5/2021.

Kegiatan sinambung bersama distributor area Kota Bandung oleh empunya Skat Brownies, Ridwan Nugraha juga menjadi medium diskusi menetapkan strategi baru penjualan pasca lebaran.

Menurut Ridwan, secara alami permintaan Skat Brownies pasca lebaran akan mengalami penurunan, hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor.

“Biasanya setelah lebaran, uang akan habis untuk keperluan tertentu, bisa untuk beli baju baru, sepatu baru hingga kebutuhan mudik,” kata Ridwan.

Setelah itu, konsumen akan saving lagi uangnya untuk kebutuhan prioritas lainnya, seperti menjelang masuk sekolah sehingga masyarakat akan menyimpan dan menyisihkan uang untuk kepentingan yang yang lebih urgent, tambah Ridwan.

Halal Bihalal Skat Brownies
Halal Bihalal Skat Brownies ajang silahturahmi distributor dan pertemuan bulanan hingga pemberian reward dan diskusi menetapkan strategi baru pasca lebaran, Jum’at (28/5/2021)

Positioning Skat Brownies memang dipasar menengah ke atas dilihat dari harganya sekitar Rp 80.000an dibandingkan dengan pesaing yang di harga Rp 65.000 -Rp 70.000, tapi dengan rasa dan kualitas yang berbeda yang membedakan sebagai pioner,” jelas Ridwan.

Sebagai pioner viral di media sosial, Skat Brownies dengan bentuk yang unik ber-sekat kotak-kotak telah didaftarkan ke HAKI (*Hak Kekayaan Intelektual-red), lanjut Ridwan.

Jadi Skat Brownies adalah nama brand yang dilindungi oleh HAKI, bukan hanya sebagai bentuk brownies yang ber-sekat kotak-kotak, karena di pasar juga ada yang memiliki nama yang sama dari bentuk font, gambar hingga kemasan yang mirip.

Hal tersebut tidak membuat kuatir Skat Brownies, karena konsumen dan pelanggan sudah tahu mana Skat Brownies yang asli dan mana yang tiruan.

“Dalam mempertahankan kualitas, Skat Brownies masih menetapkan kapasitas produksinya hingga 1.500 box perhari meskipun permintaan pernah hingga 2.000 box perhari,” terang Ridwan.

Halal Bihalal Skat Brownies
Halal Bihalal Skat Brownnies juga memberikan reward kepada distributor selain diskusi menetapkan strategi baru pasca lebaran, Jum’at (28/5/2021)

Distributor Skat Brownies pernah mengajukan permintaan hingga 200 box perhari namun akan mengalami gangguan pada distributor lain, jadi sekarang dibagi rata saja atas permintaan agar tidak mengalami perubahan kualitas dalam berproduksi.

“Pembatasan jumlah permintaan sempat mendapatkan komplain dari konsumen dan pelanggan karena selalu tidak kebagian atau susah sekali pesannya. Maka dari itu tidak menutup kemungkinan timbullah skat-skat brownies lainnya dipasaran,” ujar Ridwan.

Dimasa pandemi, Skat Brownies masih bisa bertahan untuk produksi dan melayani pelanggan loyal meskipun sedang mengalami penurunan.

Namun di momen pandemi ini pula dibutuhkan strategi baru, baik pola penjualan maupun kejutan-kejutan berupa produk baru atau yang lain saat ini sedang didiskusikan dengan distributor.

“Tidak menutup kemungkinan Skat Brownies akan memiliki anak perusahaan atau varian baru yang dapat menjangkau pasar menengah ke bawah,” kata Ridwan sambil tersenyum.

“Hadirnya Skat Brownies sesuai dengan mottonya, “Tercipta Dari Hati Untuk Anda”, sehingga dari mulai produksi, ujung tombak penjualan distributor, reseller hingga konsumen harus merasakan manisnya kehadiran Skat Brownies dan hasil akhirnya harus bahagia,” ucap Ridwan.

Halal Bihalal Skat Brownies
Nantikan Strategi Baru Skat Brownies Untuk Pelanggan Loyal pasca lebaran. (dok.Skat Brownies)

Perjalanan Skat Brownies Hingga Nempel ke Hati Pelanggan.
Skat Brownies hadir di Kota Bandung berawal di bulan Oktober 2019 yang merupakan produk rumahan yang sedang booming.

Target produksi perhari saat itu 30 box harus terjual habis, proses berkelanjutan terpenuhi hingga 3 hari berjalan.

Setelah berjalan 3 bulan, produksi dilakukan hingga mencapai 1.500 box perhari dengan pola penjualan online dan keagenan hingga sekarang.

Masa pandemi, hingga bulan September 2020 terjadi penurunan produksi, bukan hanya Skat Brownies yang mengalami namun bidang usaha lain juga.

Adaptasi kebiasan baru, meningkatnya pasien korona, kebijakan buka-tutup jalan di Kota Bandung hingga puncaknya di Januari 2021 penjualan mengalami drop hingga 90%.

Halal Bihalal Skat Brownies
Pemberian reward Skat Brownies kepada distributor atas prestasi penjualan berupa perhiasan dan emas di acara Halal Bihalal,diberikan Ridwan Nugraha (kiri) Jum’at (28/5/2021)

Digawangi 16 distributor dan ratusan reseller, Skat Brownies masih bisa bertahan produksi hingga 1000 box, hal ini disebabkan oleh loyalitas pelanggan setia penikmat kue beraroma coklat ini.

Dalam catatan distributor, pelanggan Skat Brownies bukan hanya di Kota Bandung, pengiriman mulai dari Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, hingga Cikarang.

Di wilayah Jawa Barat sendiri, Cirebon, Tasikmalaya, Purwakarta, Skat Brownies sudah tidak asing lagi sebagai jajanan penutup bagi pelanggan.

Capaian wilayah Purwokerto, Yogyakarta, Magelang, Sola, Semarang secara periodik juga cukup bagus pasarnya.

Sedangkan di Jawa Timur, seperti Surabaya, Sidoarjo, Jember, Madiun, Malang Banyuwangi, Skat Brownies bisa diterima dengan baik.

Halal Bihalal Skat Brownies
Reward emas diberikan Ridwan Nugraha kepada distributor Skat Brownies yang berprestasi dalam penjualan dalam acara Halal Bihalal, Jum’at (28/5/2021).

Tidak cukup sampai disitu, Denpasar, Singaraja, Makasar, Medan, NTT, Aceh hingga Papua layanan pengiriman kepada pelanggan disana juga cukup stabil.

“Dari komentar konsumen mengatakan kalau Skat Brownies saat masih dalam kemasan sudah meruah aroma wanginya, saat digigit dirasakan crunchy lapisan toppinnya dan teksturnya lembut saat dikunyah,” cerita Ridwan.

Selain hal tersebut membedakan dengan brownies lain, lanjut Ridwan, Skat Brownies menggunakan bahan yang berkualitas, kualiti kontrol bahan juga sangat ketat dalam menjaga kualitas.

Penggunaan telur dengan kualitas yg terbaik, melalui proses di bersihkan terlebih dahulu sehingga terhindar dari bakteri dan kotoran Ayam. Telur yang kurang baik di sortir tidak digunakan dalam produksi, karena mempengaruhi tekstur lembut brownies,” pungkas Ridwan Nugraha.***

loading...
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan