Bandung Side, Jakarta – Milenial jadi pionir peduli lingkungan dan penerapan pariwisata berkelanjutan dapat dikembangkan sesuai kearifan lokal didaerah.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengajak generasi milenial untuk menjadi pionir dalam penerapan pariwisata berkelanjutan yang lebih berkualitas.
Menparekraf mengatakan, generasi muda menjadi pihak yang pertama menjalankan dan menyebarluaskan gerakan berwisata menikmati keindahan alam, sekaligus melestarikannya.
“Anak-anak milenial harus mendorong perubahan ini, bahwa kita harus lebih peduli terhadap lingkungan. Kita harus dapat melakukan kegiatan-kegiatan yang mengadopsi agenda-agenda keberlanjutan lingkungan,” kata Menparekraf, Sandiaga Salahudin Uno, saat menjadi narasumber “Tiket Live”, Senin (25/1/2021).
Masa depan pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia, kata Menparekraf, adalah milik para generasi milenial yang jadi pionir nya. Untuk itu Sandiaga meminta agar kesadaran ini benar-benar dapat dipahami generasi muda.
“Circular economy harus sudah dapat dipahami dan diterapkan. Jadi bagi teman-teman milenial, mulai dari sendiri dan gunakan sosial media untuk menyebarkan cara berpikir seperti ini,” kata Sandiaga.
Isu sampah dan keberlanjutan lingkungan memang menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi pariwisata Indonesia.
Berdasarkan data Travel & Tourism Competitiveness Index (TTCI) yang dikeluarkan World Economic Forum (WEF) pada 2019, dari 14 pilar yang menjadi penilaian daya saing pariwisata Indonesia, ada tiga pilar yang posisinya di atas 100 dari 141 negara dan harus jadi perhatian, yakni environmental sustainability, tourist service infrastructure, serta health and hygiene.
Kemenparekraf akan menggunakan konsep public partner partnership antara pemerintah dengan dunia usaha membantu mengurangi sampah dan menangani isu keberlanjutan.
“Bagaimana kita berkolaborasi dalam konsep kemitraan dengan perusahaan-perusahaan yang mengeluarkan produk plastik misalnya. Dan milenial bisa dilibatkan dalam program tersebut,” kata Sandiaga.
Bekerja sama dengan pemerintah daerah, Kemenparekraf juga akan mencoba membentuk “pasukan khusus” (pasukan oranye) diterjunkan ke destinasi-destinasi wisata.
“Kerja sama dengan semua pihak termasuk dengan pemerintah daerah dan dunia usaha, agar mereka juga tidak hanya membersihkan, juga membuat indah, membuat lingkungan itu sehat dan aman dengan memberdayakan masyarakat sekitarnya dalam membudayakan agenda-agenda keberlanjutan,” kata Sandiaga.
Tren pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif ke depan akan lebih personalize, customize and smaller in size. Sehingga harus benar-benar dapat menghadirkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
“Saya mendorong pemerintah daerah dan para pelaku usaha untuk melihat potensinya, mengembangkannya sesuai dengan kearifan lokal di daerahnya,” kata Sandiaga.***