Hayam Negonk ATL Tercipta dari Bahasa Gaul Sunda

Bandung Side, jl. Merdeka – Hayam NEGONK olahan kuliner ayam tulak lunak (ATL) yang tercipta dari bahasa gaul Sunda saat seseorang memotivasi agar berbuat sesuatu dengan percaya diri dan berani.

NEGONK aja Aa, begitu disampaikan orang tua Nabil Ariella Permana saat memulai usahanya dan menjadi filosofi modal penyemangat menjalankan bisnis.

Ayam Tulang Lunak NEGONK mulai di rintis akhir tahun 2018 oleh Nabil di Kota Bandung yang saat itu masih berusia belum genap 17 tahun yang hobi makan olahan ayam.

Pemilihan ayam tulang lunak karena Saat itu, kuliner olahan ayam sedang booming dipasaran ayam geprek, ayam crispy dan ayam penyet, sehingga membuat bosan Nabil saat mengkonsumsinya.

Hayam Negonk, Ayam Bakar Tulang Lunak

Nabil yang berperawakan tambun, menginginkan olahan ayam yang berbeda untuk dinikmati yang akan menjadi ikon, dapat dikenal penikmat kuliner di Kota Bandung.

Dipilihlah kuliner ayam tulang lunak yang saat itu belum banyak tersedia dipasaran, khususnya Kota Bandung. Nabil mengusung brand Hayam Negonk sebagai rintisan bisnis penyedia masakan ayam tulang lunak.

Saat itu pada tahun 2018, ayam tulang lunak di rintis dengan menyewa ruko di daerah Sindanglaya, Cimenyan. Daerah sejuk wilayah Kabupaten Bandung dekat dengan tempat tinggal Nabil yang mahasiswa Universitas Pasundan didaerah Antapani, Kota Bandung.

Ternyata Hayam Negonk bisa diterima penikmat kuliner, bahkan saat mengkonsumsi 1 porsi pesanan bersih tak tersisa sedikitpun oleh penikmatnya.

Tulang ayam Hayam Negonk bisa dimakan sekaligus bersamaan dengan daging ayamnya yang sudah ditemani dengan nasi dan sambal khasnya.

Menu Hayam NEGONK yang dapat menjadi pilihan penikmat olahan ayam tulang lunak.

Saat Bandung Side menyambangi Hayam Negonk dicabang Urban Merdeka jl. Merdeka, Kota Bandung, Minggu (22/11/2020), Nabil berkisah banyak tentang olahan ayam tulang lunak yang sensasional tersebut.

“Ayam fresh di potong 7 bagian, lalu di bumbuin dengan bumbu spesial khas Hayam Negonk untuk diungkep kurang lebih 1 jam,” kata Nabil mengawali kisahnya.

Selanjutnya, ayam ungkepan tersebut dipresto menggunakan pancibesar agar bisa muat potongan ayam dengan bumbu yang fresh juga diantaranya bawang putih, kunyit, jahe, laja yang sudah dihaluskan.

Proses presto selama 3 – 4 jam dengan metode khas Hayam NEGONK sehingga menghasilkan tulang ayam yang lunak tersebut. Setelah itu, sudah bisa dikelola menjadi ayam goreng, ayam bakar atau ayam geprek yang merupakan menu andalan Hayam Negonk.

“Hayam Negonk juga memiliki sambal khas yakni sambal tomat yang pedasnya sedang dan sambal NEGONK yang ekstra pedas,” kata Nabil.

Membuat sambal sangat sederhana, tomat digoreng, dihaluskan dengan diuleg ditambah bawang putih, bawang merah, cabai, gula dan garam, lanjut Nabil membuka rahasia.

Nabil Ariella Permana, pengusaha muda yang menginspirasi.

Hingga saat ini, tahun 2020 Hayam Negonk sudah memiliki 14 cabang yang tersebar di Kota Bandung. Berkat dorongan pelanggan dan ingin lebih dekat dengan konsumen menjadikan ruko jl. AH Nasution, Sindalaya, Cimenyan sebagai pusat mengelola bahan ayam tulang lunak untuk didistribusikan kesemua cabang.

Hayam Negong bisa dijumpai bila konsumen diwilayah Bandung Timur diantaranya, Buana Soetta Residence – Gede Bage, Sindanglaya – jl.AH Nasution, Geprek Negonk – jl.AH Nasution. Sedangkan di Bandung Tengah diantaranya Samoja – jl.Laswi, Gumuruh – jl. Gatot Subroto.

Bila konsumen berada di Bandung Kota baru ada di Urban Merdeka – jl.Merdeka yang merupakan pusat kota dan tempat mudah dicari. Selanjutnya di Bandung Utara ada di Coblong Dago – jl.Sekeloa, Ciumbeleuit – jl. Kiputih.

Bagi konsumen yang berada di Bandung Selatan, ada di Bale Endah – jl.Sepen, Soreang – jl Cincin, Banjaran – jl. Damar Mas. Sedangkan di Bandung Barat ada di Cimahi – Gunung Batu dan di Komplek Permata Cimahi.

Nabil tidak segan langsung turun tangan melayani pengunjung yang ada di Urban Merdeka.

“Hayam NEGONK akan segera dibuka didaerah Karasak – jl Moh.Toha dan Kopo – jl.Ketapang. Pelanggan dan konsumen dapat datang langsung menikmati Hayam NEGONK didaerah tersebut atau bisa dipesan dengan online di Grabfood dan Gofood,” jelas Nabil yang murah senyum.

Pengusaha muda yang baru menempuh pendidikan tinggi di Jurusan Ekonomi Pembangunan ini telah memiliki 25 karyawan yang akan terus mengembangkan usahanya baik membuka cabang sendiri untuk mendekati pelanggan konsumennya maupun dengan cara bermitra.

“Dukungan dan restu orang tua, baik Babe dan Mama menjadikan tahun pandemi Covid-19 berkah tersendiri hingga Nabil bisa membuka cabang dan berbagi rejeki dengan mitra yang terdampak akibat PHK maupun mengalami kesulitan mencari kerja kembali,” pungkas Nabil Ariella Permana.***

Tinggalkan Balasan