Kebangkitkan Industri MICE Lewat ICTM 2020 di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

BANDUNG SIDE , Jakarta – Kegiatan Indonesia Corporate Travel and Mice (ICTM) 2020, upaya menggerakkan perekonomian memanfaatkan kegiatan Meeting, Incentive, Comvention, Exhibition (MICE) domestik di era adaptasi kebiasaan baru.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan Kemenparekraf, Rizki Handayani, saat “Press Conference dan Sosialisasi ICTM”, Jakarta (1/9/2020), mengatakan sesuai arahan Presiden Joko Widodo bahwa sektor pariwisata harus membangun pariwisata yang berkualitas. Maka dari itu, salah satu bentuk implementasinya adalah kegiatan MICE yang diharapkan dapat mampu menyumbang devisa bagi negara.

Mengingat hal tersebut Kemenparekraf bekerjasama dengan PT. Biztrips Teknologi Multimedia Solusi dan PT. Global Mediacom Tbk menginisiasi kegiatan Indonesia Corporate Travel and Mice 2020 untuk para buyers dan sellers di Indonesia.

“Kegiatan ini bertujuan agar dapat memberikan motivasi positif kepada industri MICE Indonesia untuk terus berkarya di tengah keterbatasan yang ada,” kata Rizki Handayani.

ICTM diharapkan menjadi ajang membangun kapasitas dan kapabilitas stakeholders MICE saling berdiskusi dan memperluas networking untuk mendapatkan insight baru.

“Sektor MICE menjadikan Indonesia sebagai destinasi MICE yang aman, nyaman dan memiliki value proposition dapat menjangkau persaingan di dunia internasional,” kata Rizki Handayani.

ICTM akan diselenggarakan di 5 kota, yaitu Jakarta, Bogor, Bali, Yogyakarta, dan Malang. Mulai pertengahan September sampai dengan akhir Desember 2020.

Terdapat lima program utama, terdiri dari talkshow, seller workshop, buyers meet sellers, buyers exchange forum, gala dinner, dan post tour.

Pelaksanaan ICTM kepada program business to business, mempertemukan 30 buyer korporasi besar di Indonesia dengan 30 sellers penyedia jasa MICE di Indonesia.

Tidak lupa, kegiatan ini dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Direktur Wisata Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran, Masruroh mengatakan pariwisata adalah sektor yang paling terdampak pandemi COVID-19. Inti bisnis dari pariwisata adalah bisnis perjalanan.

“MICE, fokus utama bisnisnya adalah pertemuan. Ketika tidak ada perjalanan yang dilakukan, berarti tidak ada interaksi bisnis yang terjadi,” ujar Masruroh.

Masruroh menjelaskan, dua hal membuat buyer ragu melakukan perjalanan. Pertama permasalahan ekonomi, tidak bisa melakukan perjalanan atau memberikan insentif trip kepada karyawannya. Kedua karena fear to travel, takut melakukan perjalanan.

“Dua hal yang sedang kita hadapi di sektor pariwisata. Kami terus melakukan sosialisasi destinasi yang bisa dikunjungi dan aman berbasis Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability,” kata Masruroh.

Founder & Event Director, Indonesia Corporate Travel and MICE, Johanes Chang mengatakan dukungan dan kerja sama Kemenparekraf serta MNC Media selaku official media partner di Indonesia sangatlah penting dan berarti platform dan program bagi seluruh rekan-rekan di Industri MICE.

“ICTM menjadi platform baik bagi key stakeholders saling terhubung, saling berbagi, mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di sektor pariwisata Indonesia,” kata Johanes.***

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan