Tungku Pembakar Sebagai Alternatif Sementara Mengelola Sampah

Bandung Side, Majalaya – Menanggulangi sampah tidak semudah membuka telapak tangan, apalagi tanpa mengedukasi kepada warga bahwa sampah bisa jadi sahabat, rasanya akan membutuhkan waktu dan biaya yang tak berujung.

Tidak mudah juga Satgas Sektor 4 Citarum Harum mengajak warga menjadi bagian dari proses mengelolah sampah, agar sampah yang diolah petugas sampah bisa dimaksimalkan manfaatnya. Sehingga warga juga akan merasakan manfaat dari cara mengelola sampah yang baik dan berwawasan lingkungan.

Seperti yang disampaikan oleh Serka Aat Solehudin, Satgas Sektor 4 Sub Desa Majasetra saat membuat lubang pondasi tungku pembakar sampah dibantaran Sungai Citarum Desa Majasetra, bahwa dalam urusan sampah memang warga masih belum maksimal dalam mengelolahnya. Bisa dibilang masih menggunakan cara Tarik, Angkut, Buang, yang tentunya hanya memindahkan masalah saja karena tidak dikelola dengan bijaksana.

“Sampah dikelola dimulai dari rumah tangga akan lebih efektif, yakni dengan dipilah pilih terlebih dahulu. Dipisahkan antara sampah organik dan sampah an-organik atau biar memudahkan dipisahkan antara sampah basah dan sampah kering, begitu awalnya,”kata Serka Aat, Kamis (7/5/2020).

Satgas Sektor 4 Citarum Harum Sub Desa Majasetra, Serka Aat Solehudin memimpin pengerjaan pondasi yang akan digunakan sebagai tungku pembakar sampah sebagai alternatif sementara dalam mengelola sampah warga 3 RW di Desa Majasetra, Kamis (7/5/2020).

Selanjutnya, petugas penarik sampah akan membawa ke Tempat Pengelolahan Sementara (TPS) untuk disortir kembali sampah an-organiknya. Karena sampah an-organik ada yang bernilai ekonomis yang dapat dijual kepada pihak pendaur-ulang, sedangkan sisa sampah an-organik dijadikan bahan bakar atau sampah dari bahan mudah terbakar yang tidak bisa dijual untuk dibakar, tambah Serka Aat.

Sementara itu, sampah organiknya hanya dikeringkan saja. Bahkan ada yang ikutan dibakar menumpuk jadi satu dengan sampah an-organik. Jadi, nilai ekonomis terbatas hanya dari sampah an-organik yakni botol plastik air kemasan, gelas plastik dan beberapa bahan plastik. Sedangkan sampah organiknya belum disentuh nilai ekonomisnya, lanjut Serka Aat.

Secara bertahap Satgas Sektor 4 akan memberi pembinaan kepada warga Desa Majasetra agar dapat memulai memelihara Maggot yakni larva Lalat Tentara Hitam atau Black Soldier Fly (BSF) yang mampu menyelesaikan sampah organik dan Maggot mempunyai potensi ekonomi yang menguntungkan bagi warga, tambah Serka Aat Solehudin.

“Pembangunan tungku pembakar sampah ini sebagai salah satu alternatif dalam mengelola sampah warga yang bersifat sementara. Alhamdulillah Satgas Sektor 4 atas permintaan Ketua RT 3 sekaligus koordinator pengelola sampah di RW 6 secara swadaya dan didukung PT Serena Abadi memenuhi barang materialnya,”pungkas Serka Aat.

Tungku pembakar sampah yang didanai oleh swadaya warga RW 6, Desa Majasetra dan dukungan material PT Serena Abadi akan melayani pengelolahan sampah dari warga 3 RW, Desa Majasetra, Kamis (7/5/2020).

“Mengelola sampah gampang-gampang susah, menurut pemerintahkan cara yang baik mengelola sampah dirumah harus dipilah pilih terlebih dahulu sebelum diangkut oleh petugas sampah, tapi kenyataan dilapangan tidak seperti itu. Saya sudah menyampaikan kalau sampahnya dipilah pilih dulu mana sampah dapur dan mana sampah yang plastik dimasukkan terpisah menjadi 2 kantong, tapi tetap belum bisa prakteknya dari warga, jadi masih disatukan,”kata Surya Suryana Ketua RT 03 sekaligus koordinator pengengola sampah di Rw 6, Desa Majasetra.

Gampang mengelola sampahnya bila warga diminta sumbangan di Hari Sabtu sejumlah uang Rp 5.000,- tidak susah karena sesuai dengan kesepakatan warga dan warga tahunya beres sampahnya diangkut. Tapi saat ini, sejak adanya pirus korona warga agak keberatan dan bila dimasukkan hati bisa jadi kendala. Tetap kita layani saat ini, semoga kondisi musibah pirus korona cepat selesai agar bisa normal kembali sumbangannya, lanjut Surya.

Di RW 6, Desa Majasetra terdapat kurang lebih 200 KK, tapi dalam satu rumah kadang ada 2 – 3 KK dan biasa memberi sumbangannya tetap Rp 5.000,-. Untuk menutup operasional kami juga menarik sampah di Hari Rabu, tapi sumbangannya seikhlasnya dari warga. Pada prinsipnya kalau ada 1 atau 2 orang yang tidak ngasi sumbangan tidak dipikirin oleh kita, tambah Surya sambil tersenyum renyah.

Tadinya warga RW 6 sampahnya dilayani mobil oleh DLH dalam menarik sampahnya dengan biaya sekali angkut Rp 700 ribu, tapi dalam perjalanan koordinasi dengan warga terdapat kendala operasional dan pengelolahan uang sumbangan dari warga tersebut sehingga tidak tercapai uangnya dan sampah ditumpuk di bantaran Sungai Citarum.

Kerja keras Satgas Sektor 4 Citarum Harum dalam membangun tungku pembakar sampah sebagai alternatif sementara mengelola sampah sebelum dikembangkan dengan cara yang ramah lingkungan, Kamis (7/5/2020).

“Saat di Hari Sabtu bisa terkumpul uang antara Rp 300 ribu – Rp 600 ribu dengan anak buah 2 orang, kadang kita kebagian rata antara Rp 100 ribu – Rp 150 ribu yang sisanya untuk operasional seperti BBM Cator. Masih untung dan alhamdulillah ada sampah yang bisa dijual ditukang rongsok untuk menutupi operasional dan diusahakan dapat menabung,”jelas Surya

“Dengan adanya pembangunan tungku pembakar sampah yang saat ini dikerjakan Satgas Citarum Harum, harapan kami mengelola sampah akan menjadi lebih baik. Karena kami harus putar otak juga untuk mengelola residu sampah tetap masih mengandalkan mobil dari DLH untuk menariknya. Tapi bila ada solusi lain dan sampah bisa dikelola menjadi barang yang menguntungkan akan kami kerjakan dengan melibatkan karang taruna, karena rencana tungku pembakar harus bisa melayani 2 RW yakni Rw 6, RW 7 dan RW 8,”papar Surya.

Sementara itu, perwakilan PT Serena Abadi, Dendi Renaldi mengatakan bahwa dukungan berupa material diberikan berdasarkan ajuan dari Satgas Sektor 4 yakni Danpos Desa Majasetra, Serka Aat Solehudin. Ada 2 titik lokasi pembuatan tungku pembakar sampah, tapi saat normalisasai Sungai Citarum ada tungku pembakar sampah yang kita bongkar karena mengganggu akses jalannya alat berat.

“Jadi rencana ada 3 titik tungku pembakar sampah yang akan dibangun oleh Satgas Sektor 4 bersama warga sebagai penggantinya yang sebelumnya dibongkar yakni tungku di patrol 1 tungku, di bojong rengas 2 tungku. Sehingga menurut Satgas Sektor 4 dengan melihat lokasi dan adanya petugas yang mengelola sampah titik pembangunan di arahkan kewilayah RW 6, RW 8, dan RW 11,”pungkas Dendi.***

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan