Satgas Sektor 4 Gelorakan Semangat Gotong Royang Warga RW 13 Desa Sukamantri Tanggulangi Sampah dan Bersihkan Sungai Ciraab

Bandung Side, Paseh – Satgas Sektor 4 Citarum Harum bersama Warga RW 13 Desa Sukamantri melakukan kerja bakti membersihkan sampah yang berada dibantaran Sungai Ciraab serta membersihkan Sungai Ciraab yang sudah mengalami pendangkalan dan menimbulkan tanah muncul, Minggu (19/4/2020).

Gelora semangat gotong royong warga RW 13 Desa Sukamantri dalam menanggulangi sampah dan membersihkan Sungai Ciraab mendapatkan apresiasi dari Satgas Sektor 4 Citarum Harum Sub Desa Sukamantri, Sertu Aguh Sulendra saat bersama-sama melakukan kerja bakti. “Wilayah RW 13 Desa Sukamantri yang dilalui oleh Sungai Ciraab salah satu terdampak banjir bila terjadi luapan saat hujan berintesitas tinggi. Hal ini disebabkan karena Sungai Ciraab telah mengalami pendangkalan, erosi yang menimbulkan tanah muncul dan penyempitan badan sungai serta sampah,”kata Sertu Aguh.

Tungku pembakar sampah di RW 13 Desa Sukamantri yang akan dibongkar dan dijadikan taman, Minggu (19/4/2020).

“Sungai Ciraab merupakan salah satu anak Sungai Citarum yang mengalir mejadi satu dengan Sungai Cipalemahan saat dipintu air Gandog menjadi penyebab banjirnya wilayah Kampung Rancabali, Desa Majakerta, Kecamatan Majalaya dan Desa Tanggulun, Kecamatan Ibun saat hujan karena luapannya berbalik saat memasuki Sungai Citarum. Sehingga, secara bertahap Satgas Sektor 4 berbenah dalam membersihkan sungai dan sampah memulainya dari hilir,”jelas Sertu Aguh.

Sungai Ciraab secara alami mengalir dari hilir selain membawa sampah dan lumpur akibat erosi juga melakukan kikisan pada salah satu sisi bantarannya, sedangkan sisi bantaran lainnya mengalami tanah muncul akibat aliran yang berbelok. Hal tersebut berangsur-angsur terjadi sehingga mengalami penyempitan badan sungai sehingga mengakibatkan debit air yang deras diwilayah hulunya, lanjut Sertu Aguh.

Titik pembuangan sampah warga RW 13 Desa Sukamantri dibersihkan secara gotong royong agar tidak digunakn lagi, Minggu (19/4/2020).

Selain itu, tambah Sertu Aguh, sampah juga menjadi penyebab terhalangnya aliran Sungai Ciraab sehingga menjadi luapan diluar bantaran atau badan sungainya. Maka dari itu, secara bertahap dari hilir kami berusaha berkoordinasi dengan pemerintahan RW 13 untuk dapat menanggulangi sampah warganya agar dapat dikelola dengan mandiri dan tidak dibuang di Sungai Ciraab.

Warga RW 13 Desa Sukamantri bergotong royong membersihkan sungai dan melebarkan badan Sungai Ciraab, Minggu (19/4/2020).

Dalam pantauan Bandung Side, Sungai Ciraab diwilayah Kampung Mantricina RW 13 Desa Sukamantri telah mengalami pendangkalan dan penyempitan. Pada bantarannya memang sudah ada kirmir sepanjang 100 meter, namun mengalami tanah muncul didinding kirmirnya sedangkan sisi sebelahnya mengalami erosi akibat kikisan beebeloknya aliran air saat debit airnya tinggi. Hal tersebut membawa dampak penyempitan Sungai Ciraab, bahkan tanah muncul yang menutupi kirmir bisa ditaksir kurang lebih sekitar 10 kubik membentuk bantaran baru.

Sementara itu, Ketua RW 13 Desa Sukamantri, Yayah Rokayah mengatakan,”Kerja bakti hari ini secara gotong royong oleh warga RW 13 membersihkan sampah yang ada di 2 titik pada bantaran Sungai Ciraab, satu dilokasi yang ada tungku pembakaran sampahnya dan satu lokasi disebelah MCK Umum”.

Semangat gotong royong warga RW 13 Desa Sukamantri, Kecamatan Paseh membersihkan Sungai Ciraab, Minggu (19/4/2020).

Pada lokasi yang ada tungku pembakar sampahnya dibersihkan terlebih dahulu, karena nanti tungku tersebut akan dibongkar karena lokasi tersebut akan dibuatkan taman. Sedangkan sampah warga RW 13 akan dialihkan ke TPS Desa. Sedangkan pembersihan sampah yang disebelah MCK Umum hanya dibersihkan saja, sehingga warga tidak membuang lagi dilokasi itu, lanjut Yayah.

Selain itu, tambah Yayah, kerja bakti juga dilakukan warga membersihkan Sungai Ciraab, warga turun ke sungai mengambil sampah yang menghalangi aliran airnya dan melebarkan badan sungai yang mengalami penyempitan. Karena bila dilihat dari Jembatan Mantricina, aliran Sungai Ciraab mengalami belokan yang jauh, sisi lain ada tanah muncul, sisi lainnya tergerus terus oleh erosi mengurangi jalan alteri pad bantaran Sungai Ciraab. Bila tidk dilebarkan pada sisi yang ada tanah munculnya, akan terus menggerus dan jalan arteri bisa longsor yang belum ada kirmirnya.

Kantor RW 13 Desa Sukamantri tempat istrirahat warga usai melakukan kerja bakti, Minggu (19/4/2020).

“Seandainya ada normalisasi lagi pada Sungai Ciraab, mengeruk lagi pendangkalannya, membuat kirmir dan mengembalikan lagi badan sungai agar tidak sempit tentunya bisa mengurangi dampak luapan banjir yang dialami warga RW 13 dan wilayah lain disepanjang aliran Sungai Ciraab,”pungkas Yayah.***

Facebook Comments

Leave a Reply