Kirmir Sungai Ciwalengke Longsor Akibat Erosi Berdampak Terputusnya Jalan Arteri 2 Desa

Bandung Side, Majalaya – Hujan dengan intensitas tidak menentu serta luapan Sungai Citarum yang mengisi anak-anak sungainya juga membawa dampak longsor pada kirmir dan beberapa tangul penahan aliran sungai diwilayah Majalaya akibat erosi, Kamis (9/4/2020).

Dampak luapan Sungai Citarum tersebut juga terjadi pada kirmir Sungai Ciwalengke yang berbatasan antara Desa Padamulya dan Desa Sukamaju, Kecamatan Majalaya mengalami longsor sejak hari Minggu (5/4/2020) beberapa waktu lalu yang dapat mengakibatkan putusnya jalan arteri penghubung warga RW 02 dan RW 06 Desa Padamulya menuju Desa Sukamaju dalam melakukan aktifitas sehari-hari.

Kirmir Sungai Ciwalengke longsor mengancam terputusnya jalan arteri warga RW 02, Desa Padamulya, Kamis (9/4/2020).

Satgas Sekor 4 Citarum Harum bersama Karang Taruna “Cimaranggi” (Katagi) RW 02, Desa Padamulya melakukan kerja bakti dalam menanggulangi sementara atas terkikisnya kirmir Sungai Ciwalengke yang sudah beberapa kali mengalami longsor bebatuannya. “Jalan arteri sebagai alternatif warga yang menghubungkan RW 02 dan RW 06 Desa Padamulya menuju Desa Sukamaju akan terganggu bila mengalami putus, karena sebagian besar warganya merupakan karyawan pabrik dan siswa sekolah,”kata Serka Kurniadi, Satgas Sektor 4 Sub Desa Padamulya.

Dalam pantauan Bandung Side dilokasi, memang beberapa waktu lalu sudah mengalami longsor kirmir yang diwilayah RW 02 tersebut sepanjang 5 meter dan sudah dilakukan perbaikan oleh warga dengan cara swadaya. Bahkan saat itu bersamaan dengan robohnya tembok pagar pabrik PT Hawila sepanjang lebih dari 5 meter. Bila melihat struktur bangunan jalan arteri alternatif tersebut, hanya dilakukan penembokan serta kirmir dilapisi batu belah akan tetapi ruang tengah masih berupa isian tanah. Sehingga bila dianalisa, longsornya kirmir Sungai Ciwalengke diakibatkan terkikisnya lapisan dalam jalan arteri tersebut dengan air yang mengalir menembus kirmir. Sungai Ciwalengke yang bersisian dengan saluran irigasi sangat rawan terkikis air dari 2 (dua) saluran tersebut dan mengalami erosi dan bila diperhatikan jalan arteri sepanjang 1km yang kanan kiri dihapit oleh 2 saluran tersebut sudah beberapa yang terkikis baru belahnya dan mengalami anjlok juga.

Jalan arteri yang dialiri Sungai Ciwalengke dan saluran irigasi secara masif membawa dampak erosi dan mengakibatkan kirmirnya longsor, Kamis (9/4/2020).

Tata Hendrawan, Ketua Katagi RW 02, Desa Padamulya mengatakan,”Kami tergugah untuk bisa menanggulangi longsornya kirmir Sungai Ciwalengke ini bersama Satgas Setor 4 Citarum Harum, karena jalan arteri tersebut merupakan jalan alternatif warga dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Sedangkan kirmir dari 2 saluran ini juga sudah mulai rawan dengan longsor bila terjadi arus sungai yang kuat, bahkan sawah yang berada disekitarnya bisa gagal panen bila terjadi luapan”.

Jalan arteri selebar 2 meter yang menghubungkan 2 Desa di kecamatan Majalaya terancam terputus adanya erosi yang membuat kirmir Sungai Ciwalengke longsor, Kamis (9/4/2020)

“Untuk sementara, penanggulangannya menggunakan karung berisi pasir dan tanah agar dapat menahan arus derasnya Sungai Ciwalengke. Tapi yang namanya sementara dipastikan kekuatannya tidak akan bertahan lama, hal ini akan kami sampaikan kepada pemerintahan desa agar dapat diagendakan dalam budget pembangunan kembali,”pungkas Tata.***

Facebook Comments

Leave a Reply