Bandung Side, Majalaya – Komandan Sektor 4 (Dansektor 4) Citarum Harum, Kolonel Inf. Asep Nurdin mengatakan bahwa karyawan PT Bintang Cipta Perkasa akan bergembira bisa kembali bekerja setelah lokalisir saluran pembuangan air limbah dibuka, Selasa (26/2/2020).
Hal tersebut disampaikan Dansektor 4, Kolonel Inf. Asep Nurdin usai membuka lokalisir saluran air limbah PT Bintang Cipta Perkasa jl. Leuwidulang No.24, Desa Sukamaju, Kecamatan Majalaya setelah selama 21 hari terkena sangsi akibat melanggar membuang air limbah tanpa dikelola sesuai baku mutu. “Dengan membuka lokalisir saluran air limbah tidak berarti produksi langsung digenjot banyak, namun tetap harus bertahap. Karena IPAL harus tetap diawasi meskipun sekarang sudah mulai membaik dari hasil kerja keras bagian IPAL selama 21 hari tidak bisa produksi. Dan kabar yang menggembirakan, karyawan bisa bekerja kembali seperti semula,”kata Kolonel Asep Nurdin.

Kronologis Sangsi Lokalisir PT Bintang Cipta Perkasa
Pengenaan sangsi lokalisir saluran air limbah PT Bintang Cipta Perkasa berasal dari temuan Satgas Sektor 4 Citarum Harum saat melakukan korve bersama warga RW 6 Desa Sukamaju, Majalaya adanya saluran siluman yang mengalirkan air limbah pada Hari Minggu, Tanggal 2 Februari 2020 (https://bandungside.com/2020/02/saat-warga-kerja-bakti-satgas-sektor-4-temukan-saluran-limbah-siluman/). Reaksi cepat dilakukan oleh Satgas Sektor 4 Citarum Harum yang dipimpin oleh Kolonel Asep Nurdin melakukan klarifikasi pagi keesokan harinya, melihat langsung kondisi IPAL PT Bintang Cipta Perkasa. Hal tersebut dilakukan karena uji laboratorium pada samel air limbah saat adanya temuan menunjukkan parameter: Turbidity:170, TSS:152, Color:446, pH:7,8, TDS:710 dan COD:335.
Dengan melihat IPAL dari PT Bintang Cipta Perkasa (PT BCP), Komandan Sektor 4 (Dansektor 4) Kolonel Inf Asep Nurdin memperhatikan secara seksama tata letak IPAL yang terlihat ribet untuk mengetahui proses pengelolahan air limbah. Selain itu, tampak lingkungan IPAL tidak dipelihara dengan baik, kotor, filter dan pipa yang bocor, sehingga tidak dirasakan nyaman. Sementara Dansektor 4 Kolonel Asep Nurdin menelusuri pipa-pipa atau saluran limbah yang baru dibangun 1,5 tahun tersebut, anggota Satgas Sektor 4 Pos Desa Sukamaju mengambil sampel air selokan pabrik yang menuju ke selokan warga RW 6 Desa Sukamaju untuk di uji laboratorium.
Dansektor 4 bersama Danki, Letda Arh. Dwi Iswantoro dan anggota Satgas Sektor 4 Citarum Harum menganalisa penyebab parameter air limbah tidak sesuai dengan baku mutu dengan melihat proses equalisasi menuju proses mesin lamela yang memproses penyaringan dan pengendapan/sedimentasi dari proses chemical. Didapatkan hasil yang tidak homogen pada equalisasi namun dipaksa dialirkan ke kolam biologi atau kolam bakteri setelah melalui proses kimia yang belum saatnya. Sehingga, mengakibatkan bakteri mati karena belum homogennya proses lamela.
PT Bintang Cipta Perkasa melakukan proses IPAL dengan menggunakan konsep Kimia, Fisika, Biologi, dikarenakan dari proses equalisasi salah dalam menggunakan chemical (obat kimia) berakibat pada terciptanya amoniak yang mengalir ke kolam bakteri. Proses equalisasi dengan menggunakan chemical yang salah menyebabkan matinya bakteri menyebabkan COD tinggi. Kemudian, air yang keluar dari saluran siluman dipastikan berasal dari luberan filter press sludge yang bocor, kolam lamela yang over sehingga tumpah dilantai mengalir ke selokan kecil yang menuju ke selokan warga. Sehingga parameter baku mutu air limbah menunjukkan hasil uji laboratorium Turbidity:64, TSS:48, Color:476, pH:6,8, TDS:1.230, COD:268. Tindakan tegas diambil oleh Dansektor 4 Kolonel Asep Nurdin untuk melokalisir saluran air limbah PT BCP hingga melakukan perbaikan proses ola limbahnya dan merapikan pipa-pipa serta filter yang bocor pada Hari Selasa, Tanggal 4 Februari 2020 (https://bandungside.com/2020/02/miliki-saluran-siluman-pt-bintang-cipta-perkasa-diganjar-lokalisir/).
PT Bintang Cipta Perkasa Lakukan Perbaikan Proses Pengolahan IPAL
Lokalisir saluran air limbah PT Bintang Cipta Perkasa menjadi pukulan keras bagi manajemennya, karena secara otomatis tidak bisa melakukan aktifitas produksi secara maksimal, meskipun secara temporary prosesnya olahan air limbahnya dengan recycle. Sebab selain secara teknis pengolahan air limbah belum maksimal pada Sumber Daya Manusianya, juga terdapat mis-komunikasi antara bagian produksi dan bagian IPAL. Tidak adanya kontrol bagian IPAL saat bagian produksi menjalankan order produksi, mengakibatkan over kapasitas pada IPAL dan menghasilkan baku mutu air limbah yang memberatkan.
Perjuangan keras ditunjukkan oleh karyawan bagian IPAL dengan melakukan 6 tahapan perbaikan dalam mengelola air limbah pada IPAL, yakni Pertama, Penambahan Root Blower di bak Equalisasi, hal tersebut dilakukan untuk memastikan homogenisasi air limbah di bak Equalisasi, pengurangan derajat keasaman (pH) dari air limbah produksi (inlet) di range 10-9 derajat menjadi 8-7 derajat dengan suhu 44-45 derajat. Setelah mengalami proses di bak Equalisasi air limbah disalurkan ke blower colling dengan pH stabil 8-7 derajat dan COD dapat berkurang sampai 200 mg/L dari COD awal 800 mg/L dan suhu menjadi 40-41 derajat.

Kedua, menghentikan proses kimia menggunakan Fero dan Kapur. Saat menggunakan Fero dan Kapur dengan maksud untuk menurunkan pH 7 sebelum masuk ke kolam bakteri dan menurunkan warna. Namun tidak menghasilkan proses yang maksimal karena semakin banyaknya lumpur di bak lamela dan bakteri menjadi banyak yang mati karena Fero dan Kapur yang turut larut. Kondisi parameter sebelumnya Suhu:32, pH:7, Colour:1.000, COD:800, sesudah proses menunjukkan hasil parameter Suhu:30, pH:8, Colour:3.000, COD:800.
Ketiga, Perubahan proses Lamela bekas Fero dan Kapur menjadi proses Equalisasi. Penambahan bak Ekualisasi dan Root Blower untuk menjadikan air limbah semakin homogen sehingga pH dapat ditunkan dan COD pun dapat diturunkan. Root Blower akan menyumbang kadar oksigen dari NOL menjadi minimal 2.XX sehingga COD menjadi turun 200 mg/L dari exsisting inlet 800 mg/L. Kondisi parameter sebelum perubahan Suhu:33, pH:9-10, Colour:3.000, COD:800, sesudah perubahan menunjukkan hasil parameter Suhu:29-30, pH:7,5-8, Colour:2.000, COD:600.

Keempat, penambahan Colling Tower dan Blower di bak Bakteri proses. Dengan menambah Colling tower dan blower memastikan bahwa proses fisika yang dijalankan akan mendapatkan hasil maksimal sebelum air limbah dimasukkan ke kolam bakteri atau bakteri proses. pH yang stabil dan COD yang turun serta warna juga turun maka air limbah dapat diproses oleh bakteri.
Perbaikan selanjutnya, yakni pada Proses Kimia. Proses Kimia dengan menggunakan DCA dan Polimer setelah mengalami proses bakteri dapat ditigkatkan prosesnya dengan menggunakan Allum, DCA dan Polimer sehingga proses kuogulan dan kogulan dapat maksimal. Dalam proses kimia pengunaan Allum, DCA dan Polimer hingga dilakukan 16 kali jartest guna menghasilkan formula yang tepat. Adapun hasil 3 x jartest terakhir menunjukkan parameter sebagai berikut; Jartest I, Allum:1.000ppm, DCA:50ppm, Polimer:2.000ppm hasilnya Colour:183, Turb.:23, TSS:20, COD:191, Jartest II, Allum:2.000ppm, DCA:100ppm, Polimer:2.000ppm hasilnya Colour:251, Turb.:30, TSS:25, COD:148, Jartest III, Allum:1.500ppm, DCA:100ppm, Polimer:2.000ppm hasilnya Colour:226, Turb.:24, TSS:20, COD:24.
Perbaikan yang Keenam dengan Membersihkan Send Filter, pemberian Zeolit dan Carbon (proses Fisika). Dengan dilakukan pembersian disemua saringan dan material yang digunakan untuk penyaringan akan mendapatkan hasil maksimal karena pada send filter menggunakan material yang berkualitas sesuai dengan karakter air limbah yang dihasilkan proses produksi PT Bintang Cipta Perkasa.

Setelah melakukan perbaikan 6 tahap tersebut, pemilik PT Bintang Cipta Perkasa, Mr Shen Lian Huan menjadi sangat terkejut akan hasilnya. Proses penggantian chemical Fero dan Kapur dapat menghemat pengeluaran setelah mengetahui Allum, DAC dan Polimer yang dibutuhkan pada proses Kimianya. Hal tersebut juga diketahui bahwa setelah proses Equalisasi mengalir ke kolam bakteri dan dijumpai bakterinya positif hidup dan dapat maksimal memproses air limbah. Selain itu, dengan merubah pola alur proses kimia tersebut dihasilkan sludge yang sedikit bila dibandingkan saat menggunakan Fero dan Kapur.
Dan hasil uji laboratorium terakhir saat progres perbaikan pada proses Fisika menunjukkan parameter sebelum filter setelah koagulan, Turbidity:30, Tss:23, Color:280, pH:6,8, TDS:1.230, COD:116 dan parameter setelah filter, Turbidity:22, TSS:18, Color:208, pH:6,7, TDS:1.220, COD:32.
Lokalisir Saluran Air Limbah PT Bintang Cipta Perkasa di Buka
Hasil kerja keras perbaikan IPAL dari manajemen PT Bintang Cipta Perkasa seperti membuka lembaran baru, proses kimia, fisika, biologi yang diterapkan selama ini membawa dampak tidak efisiennya proses mengelola air limbahnya. Selain itu, karyawan bagian IPAL juga sudah mulai paham apa yang harus dilakukan dari mulai proses inlet sampai ke outlet pada IPAL nya.

Hal tersebut mendapatkan apresiasi dari Dansektor 4, Kolonel Asep Nurdin sekaligus menegaskan bahwa dibukanya lokalisir saluran air limbah PT Bintang Cipta Perkasa setelah tiga minggu lamanya oleh Satgas Sektor 4 Citarum Harum, setelah mengetahui hasil perbaikan proses pengolahan air limbah sesuai baku mutu yang ditentukan pemerintah melalui proses IPAL.
“Selama proses lokalisir outlet PT Bintang Cipta Perkasa oleh Satgas Sektor 4 dimonitor perkembangan proses pengolahan air limbah melalui IPAL yang ada dan betul-betul hasil pengolahan air limbahnya sesuai baku mutu sebelum dibuang ke Sungai Citarum,”ucap Kolonel Asep.

“Dibukanya lokalisir outlet tersebut, atas dasar perusahaan memiliki komitmen dengan Satgas Sektor 4 tidak akan mengulangi perbuatan pencemaran lingkungan dengan tidak membuang air limbah sebelum diola sesuai dengan baku mutu,” tegas Kolonel Asep Nurdin.
Kolonel Inf Asep Nurdin berharap kepada pihak perusahaan untuk memerhatikan kesejahteraan para pekerja di bagian IPAL. Selain itu memperhatikan sumber daya manusia (SDM) di bagian IPAL yang benar-benar paham proses pengolahan air limbah.

Jangan sampai ada celah dan peluang berbuat kurang bagus yang mengesankan kucing-kucingan pada Satgas. Kami berharap kepada pihak perusahaan jika ada permasalahan di lapangan untuk segera lapor ke Satgas supaya ada solusinya, tambah Kolonel Asep Nurdin, jangan sampai permasalahan yang ada nantinya dikonsumsi oleh pihak-pihak yang tidak mengetahui asal-muasalnya dan menjadi bahan konsumsi yang tidak menemukan jalan keluar atau solusi bagi pihak PT Bintang Cipta Perkasa.
Pemilik PT Bintang Cipta Perkasa, Shen Lian Huan yang akrab dipanggil Mr. Shen mengatakan berkomitmen akan melakukan optimalisasi IPAL dengan cara memaksimalkan sistem pengolahan IPAL secara kimia, fisika, biologi yang telah ada di perusahaan. Dan mendukung progran pemeliharaan lingkungan hidup di sekitar perusahaannya dalam rangka perbaikan ekosistem Sungai Citarum yang sudah di programkan dalam gerakan Program Citarum Harum.

Mr. Shen Lian Huan menambahkan, walaupun lokalisir outlet itu sudah dibuka, tetap minta bimbingan dan pendampingan dari Satgas Sektor 4. “Kami tetap meminta bimbingan dan pendampingan dari Satgas Citarum Harum dalam upaya monitor proses pengolahan IPAL secara berkelanjutan. Karena tujuan kami berinvestasi di Indonesia memang untuk membuka tenaga kerja yang banyak,” pungkas Mr. Shen Lian Huan.***