Miliki Saluran Siluman, PT Bintang Cipta Perkasa Diganjar Lokalisir

Bandung Side, Majalaya – Menindak lanjuti temuan Satgas Sektor 4 Citarum Harum adanya saluran limbah siluman saat bersama warga RW 06, Desa Sukamaju melakukan kerja bakti, Minggu (2/2/2020) berakhir dengan melokalisir saluan air limbah PT Bintang Cipta Perkasa jl. Leuwidulang No.24 Kecamatan Majalaya pada hari ini, Selasa (4/2/2020).

Tindakan Satgas Sektor 4 tidak gegabah dalam memutuskan kepemilikan saluran limbah siluman tersebut dengan cara melakukan patroli dimalam hari menyisir selokan warga RW 6 tersebut. Pengambilan sampel air yang keluar dari saluran tersebut untuk diuji laboratorium agar dapat dipastikan parameter baku mutunya dan memastikan apakah memang air limbah dari proses produksi atau bukan yang selanjutnya menjadi laporan.

Pemilik PT BCP Mr. Shen Lian Huan didampingi Manajer Marketing, Dewi Susanti sedang menandatangani BAP Lokalisir saluran air limbah, Selasa (4/2/2020)

Keesok harinya, tanggal Senin (3/2/2020) Satgas Sektor 4 Citarum Harum yang dipimpin oleh Kolonel Inf. Asep Nurdin didampingi Danki Letda Arh. Dwi Iswantoro dan anggota melakukan klarifikasi lapangan menuju PT Bintang Cipta Perkasa melihat kondisi IPAL. Hal tersebut dikarena hasil uji sampel air pada saat patroli yang berasal dari saluran siluman menunjukkan parameter Turbidity:170, TSS:152, Color:446, pH:7,8, TDS:710 dan COD:335.

Komandan Sektor 4 Citarum Harum, Kolonel Inf. Asep Nurdin bersama Danki Letda Arh. Dwi Iswantoro sedang berdialog dengan Kepala Utility PT BCP, Dadi Nandang saat melakukan klarifikasi IPAL, Selasa (4/2/2020)

Dengan melihat IPAL dari PT Bintang Cipta Perkasa (PT BCP), Komandan Sektor 4 (Dansektor 4) Kolonel Inf Asep Nurdin memperhatikan secara seksama tata letak IPAL yang terlihat ribet untuk mengetahui proses pengelolahan air limbah. Selain itu, tampak lingkungan IPAL tidak dipelihara dengan baik, kotor, filter dan pipa yang bocor, sehingga tidak dirasakan nyaman.

Filter Bocor PT BCP, Selasa (4/2/2020).

Sementara Dansektor 4 Kolonel Asep Nurdin menelusuri pipa-pipa atau saluran limbah yang baru dibangun 1,5 tahun tersebut, anggota Satgas Sektor 4 Pos Desa Sukamaju mengambil sampel air selokan pabrik yang menuju ke selokan warga RW 6 Desa Sukamaju untuk di uji laboratorium. Dansektor 4 bersama Danki menganalisa penyebab parameter air limbah tidak sesuai dengan baku mutu dengan melihat proses equalisasi menuju proses mesin lamela yang memproses penyaringan dan pengendapan/sedimentasi dari proses chemical. Didapatkan hasil yang tidak homogen pada equalisasi namun dipaksa dialirkan ke kolam biologi atau kolam bakteri setelah melalui proses kimia yang belum saatnya. Sehingga, mengakibatkan bakteri mati karena belum homogennya proses lamela. PT BCP melakukan proses IPAL dengan menggunakan konsep Kimia, Biologi, Fisika, dikarenakan dari proses equalisasi salah dalam menggunakan chemical berakibat pada terciptanya amoniak yang mengalir ke kolam bakteri.

Satgas Sektor 4 bersama Manajemen PT BCP dilokasi equalisasi, Selasa (4/2/2020).

Kesimpulan sementara, proses equalisasi dengan menggunakan chemical yang salah menyebabkan matinya bakteri menyebabkan COD tinggi. Kemudian, air yang keluar dari saluran siluman dipastikan berasal dari luberan filter press sludge yang bocor, kolam lamela yang over sehingga tumpah dilantai mengalir keselokan kecil yang menuju ke selokan warga. Kegiatan klarifikasi dihentikan dengan menunggu hasil uji sampel air selokan didalam pabrik.

Satgas Sektor 4 menutup saluran siluman PT BCP, Selasa (4/2/2020).

Keesokan harinya, Selasa (3/2/2020) hasil uji laboratorium sampel air menunjukkan parameter Turbidity:64, TSS:48, Color:476, pH:6,8, TDS:1.230, COD:268. Prioritas air limbah sesuai baku mutu lebih difokuskan pada COD yang masih tinggi. Sehingga diambil tindakan tegas oleh Dansektor 4 Kolonel Asep Nurdin untuk melokalisir saluran air limbah PT BCP hingga melakukan perbaikan proses ola limbahnya dan merapikan pipa-pipa serta filter yang bocor. Selain itu Dansektor 4 memerintahkan untuk segera menutup saluran yang diduga siluman dan saluran yang diduga akan disalah gunakan yakni saluran sanitasi atau saluran air hujan.

Kolam yang ditengarai sebagai pembuangan air limbah di saluran siluman PT BCP, Selasa (4/2/2020).

Lokalisir saluran air limbah PT BCP dilakukan dibawah hujan dengan cara mem-baypass saluran outlet dihadiri dan disaksikan oleh Panit Reskrim Firman Purnama, Polsek Majalaya; Babinsa Sukamaju, Serda Ajat; Kadus Leuwidulang RT 04/RW03, Dadan; Pemilik PT BCP, Mr. Shen Lian Huan; Manajer Marketing PT BCP, Dewi Susanti; Kepala Utility, Dadi Nandang dan jajaran Satgas Sektor 4 Citarum Harum.

Penandatanganan BAP Lokalisir saluran air limbah, Selasa (4/2/2020).

“Lokalisir saluran air limbah dan 2 titik saluran yang diidikasikan siluman dari PT BCP dilakukan dikarenakan adanya proses pengelolahan air limbah yang salah. Ditambah pegawai pemberi chemical tidak mengetahui takaran-takaran kebutuhan chemicalnya, sehingga mengakibatkan proses equalisasi tidak sempurna dan bakteri mati,”kata Dansektor 4, Kolonel Asep Nurdin saat memberi keterangan pers.

Komandan Sektor 4 Citarum Harum, Kolonel Inf. Asep Nurdin sedang menandatangani BAP Lokalisir saluran air limbah PT BCP, Selasa (4/2/2020).

Banyaknya kebocoran pipa, lanjut Dansektor 4, menyebabkan air limbah mengalir diselokan pabrik yang menuju ke selokan warga bahkan mengalir kesaluran siluman yang keberadaannya dibawah bangunan kamar mandi warga. Sehingga, diperlukan perbaikan secara menyeluruh dan olahan air limbah yang sesuai baku mutu agar tidak merugikan warga dan terjadinya pencemaran Sungai Citarum.

Komandan Sektor 4 Citarum Harum, Kolonel Inf. Asep Nurdin sedang memperhatikan bakteri yang mati dari kolam penampungan bakteri PT BCP, Selasa (4/2/2020)

“PT BCP harus segera membuat progres perbaikan, mengevaluasi progres yang dijalankan dan melaporkan ke Satgas Sektor 4 agar mendapatkan pendampingan dan kontrol sehingga menghasilkan air limbah yang sesuai dengan baku mutu. Agar tidak mengganggu proses produksinya dan secepatnya lokalisir dibuka, PT BCP harus segera menjalankan progresnya,”jelas Dansektor 4.

Komandan Sektor 4, Kolonel Inf. Asep Nurdin sedang memeriksa kolam air baku PT Bintang Cipta Perkasa, Selasa (4/2/2020).

“Bersama Satgas Sektor 4 dan mitra yang ditunjuk untuk memberi masukan dalam mengelola IPAL serta Pemilik PT BCP saling mengontrol dalam menjalankan progres perbaikan,”tutup Dansektor 4, Kolonel Asep Nurdin.

Sementara itu, pemilik PT BCP Mr. Shen Lian Huan mengucapkan terima kasih dan sekaligus permohonan maafnya dikarenakan kelalaian pegawainya dalam menjalankan IPAL.***

Facebook Comments

Leave a Reply