Sempat Terbengkelai, Sumur Bor RW 04 Desa Sukamukti Segera Dikerjakan Lagi

Bandung Side, Majalaya – Kebutuhan air bersih yang layak sangatlah dibutuhkan oleh masyarakat, khususnya 814 jiwa warga RW 04, Desa Sukamukti, Kec. Majalaya dalam memenuhi aktifitas mandi, mencuci, memasak hingga dalam hal menyempurnakan hadas besarnya. Dengan dibuatnya wc komunal dan sumur bor menjadi solusi sanitasi layak dalam rangka meningkatkan kualitas hidup warga.

Namun, saat mengerjakan sumur bor pada Bulan Mei 2019 mengalami 2 kali kendala, sehingga tidak sesuai dengan jadwal penyelesaian pengerjaan yang targetnya selesai pada akhir Bulan Mei 2019 sebelum Hari Raya Idul Fitri tiba. Kendala yang dialami oleh pekerja sumur bor yakni longsornya lubang tanah saat kedalaman sudah kurang lebih 40 meter sehingga bebatuan yang ada didalam tanah menjepit kuat pipa mata bor. Wal hasil pipa mata bor tidak bisa diangkat dan tidak bisa dicabut mengakibatkan tidak dapat berputarnya mata bor tersebut.

Serka Kurniadi, anggota Satgas Sektor 4 Citarum Harum sedang menggunakan las listrik untuk menyambung besi tangga, Rabu (15/1/2020)

Pembangunan wc komunal dan sumur bor yang dikerjakan oleh anggota Satgas Sektor 4 Citarum Harum bersinergi dengan salah satu pabrik tekstil di Majalaya tersebut awalnya dimulai dengan berdirinya 3 unit wc umum untuk pria dan 3 unit wc umum untuk wanita. Sedangkan untuk pengerjaan sumur bor ditangani oleh pemerintah Desa Sukamukti dengan menggunakan anggaran desa yang oleh pemerintah pusat digulirkan melalui Kecamatan Majalaya.

Informasi pembangunan wc umum di Desa Sukamukti telah disampaikan melalui publikasi bandungside.com pada Tanggal 21 Desember 2018 9https://bandungside.com/2018/12/mediasi-satgas-sektor-4-dan-berkat-kepedulian-warga-mck-umum-segera-dimiliki-desa-sukamukti-majalaya/) dan Tanggal 15 Juni 2019 (https://bandungside.com/2019/06/dana-desa-dikucurkan-desa-sukamukti-untuk-memenuhi-kebutuhan-air-bersih-warganya/). Jadi sudah hampir satu tahun bangunan wc umum belum bisa digunakan karena belum adanya pasokan air bersih yang berasal dari sumur bor.

Satgas Sektor 4 Citarum Harum sedang memasang penyangga filter air dan bak penampung air, Rabu (15/1/2020)

Setelah Satgas Sektor 4 Citarum Harum bermediasi kembali dengan Kepala Desa Sukamukti mengenai kejelasan keberadaan sumur bor tersebut, akhirnya dalam waktu dekat akan dikerjakan kembali dengan meminta waktu pengerjaan selama 1,5 bulan. Akan tetapi pertimbangan kebutuhan akan air bersih yang mendesak oleh warga, Satgas Sektor 4 Citarum Harum berinisiatif membuat penyaring air yang nantinya disuplay dari pabrik tekstil PT Sinar Laju.

Kerangka besi penyangga bak penampung air dibuat sekaligus dibuatkan filter penyaring air dengan menggunakan zeolit, pasir mangaan, gravel dan karbon aktif. Penggunaan filter penyaring air tersebut dalam rangka untuk mendapatkan air bersih yang layak bagi warga RW 04 dalam aktifitas sanitasinya.

Seperti yang disampaikan oleh anggota Satgas Sektor 4 Citarum Harum, Serka Kurniadi,”Pembuatan filter air dengan menggunakan drum plastik ukuran 200 liter 2 unit yang berisikan zeolit-pasir mangaan-zeolit pada filter I dan berisikan gravel-karbon-gravel pada filter ke-II dapat efektiv menyaring air yang berasal dari PT Sinar Laju terlebih dahulu”.

Pemanfaatan air hasil recycle proses olahan IPAL PT Sinar Laju tersebut yang dimanfaatkan oleh warga dalam kebutuhan sanitasinya. Namun air recycle hasil proses IPAL memiliki batas waktu tertentu digunakan kembali hingga mengalami kejenuhan dan menjadi limbah cair yang tidak sesuai baku mutu. “Agar tidak menimbulkan keadaan yang tidak diinginkan oleh warga, misalkan bau, gatal pada kulit, pekat dan lain-lain, maka dibuatlah bak penampungan air berukuran 250 liter 2 unit,”jelas Serka Kurniadi, Rabu (15/1/2020).

“Nanti setelah sumur bor sudah jadi, pasokan air yang berasal dari PT Sinar laju bisa dimanfaatkan ke hal lain. Sedangkan air dari sumur bor bisa juga dialirkan melalui bak penampungan air dan filter yang sedang dibuat ini,”tutup Serka Kurniadi.***

Facebook Comments

Leave a Reply