Satgas Sektor 4 Citarum Harum Lokalisir dan Tegur Keras Karyawan Pabrik

Bandung Side, Majalaya – Satgas Sektor 4 kembali melokalisir saluran limbah cair industri tekstil CV Firman Jaya jl Ciwalengke No. 163, Majalaya dan menegur keras karyawannya dikarenakan tidak mengindahkan kebersihan lingkungan pabrik tempatnya bekerja, Rabu (26/9/2019).

Kehadiran Satgas Sektor 4 Citarum Harum selain mengembalikan ekologi dan ekosistem DAS Citarum agar kembali menjadi lebih baik, juga memberikan sosialisasi dan pembinaan tentang Program Citarum Harum kepada seluruh komponen masyarakat diwilayah Majalaya. Termasuk kepedulian managemen industri tekstil dan karyawannya agar menjaga lingkungan menjadi bersih.

Satgas Sektor 4 Citarum harum sedang melakukan lokalisir saluran limbah cair CV Firman Jaya, Majalaya, Rabu (26/9/2019).

Saat melaksanakan tugas sehari-hari diwilayah bantaran Sungai Citarum, Satgas Citarum Harum juga melakukan patroli diluar area industri tekstil, khususnya outlet limbah cair yang keberadaannya menuju aliran Sungai Citarum. Menurut Satgas Sektor 4 temuan-temuan limbah cair yang mencurigakan akan diambil sampelnya untuk diuji kelaboratorium untuk mengetahui parameter nya apa sesuai dengan baku mutu limbah atau memang tidak dikelola dengan baik dari IPALnya.

Hal tersebut terungkap dari kronoligis pada tanggal 1 Agustus 2019, pukul 10.00 WIB saat Satgas Sektor 4 melakukan patroli rutin diwilayah industri Desa Sukamaju, Majalaya mendapatkan temuan limbah cair dari CV Firman Jaya tidak sesuai baku mutu. Selanjutnya memberikan teguran pada bagian IPAL agar segera memperbaiki proses pengolahan limbah cairnya pada IPAL nya.

Pada Tanggal 24 September 2019, Komandan Kompi (Danki) Sektor 4 Letda Arh. Dwi Iswantoro memerintahkan Komandan Pos (Danpos) Desa Sukamaju, Serka Edi Sastriawan untuk memonitor langsung ke outlet CV Firman Jaya untuk mengambil sampel limbah cairnya setelah diproses IPALnya.

Dansektor 4 Citarum Harum, Kolonel Inf. Kustomo Tiyoso sedang berdialog dengan penanggung jawab CV Firman Jaya, Rendi.

Pengambilan sampel dengan menggunakan 2 metode, yakni menggunakan pampet kyoyetsi menunjukkan parameter warna kuning dengan nilai > 250 kadar COD nya. Selanjutnya metode ke-dua dengan menggunakan hasil uji reaktor Hech dengan hasil; pH=8, TSS=124, COD=379 dan parameter warna=+++(tidak terbaca). Nilai ke-4 parameter tersebut sudah diatas baku mutu yang telah ditetapkan oleh peraturan Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan RI No. P.16/MENLHK/SEKJEN/KUM.1/4/2019 Tentang, Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 5 Tahun 2014 Tentang Baku Mutu Air Limbah.

Sehingga pada Tanggal 24 September 2019, pukul 15.00 WIB, Komandan Sektor 4, Kolonel Inf Kustomo Tiyoso memerintahkan untuk memanggil pemilik atau penanggung jawab pabrik CV Firman Jaya untuk memberikan klarifikasi tentang temuan dan hasil uji laboratorium limbah cairnya. Namun yang hadir penanggung jawab CV Firman Jaya, Rendi.

Dansektor 4 Citarum Harum sedang berdialog dengan salah satu karyawan CV Firman Jaya yang sudah 20 tahun bekerja.

Menurut keterangan Rendi, bahwa karyawan yang bertanggung jawab pada IPAL diambil dari karyawan biasa yang tidak mengetahui cara mengelola IPAL. Hanya mengikuti intruksi dari marketing chemical atau obat kimia yang dipasarkan pada CV Firman Jaya untuk menggunakan kaporit, polimer dan Fero.

Hal tersebut membuat COD sesuai yang dilapangan atau pada uji laboratorium dengan nilai 379 dengan hasil sludge yang lebih banyak dikarenakan proses koagulasi dan flokgulasi tidak maksimal. Tampak pada kolam penampungan sludge yang menghitam serta air yang mengalir kekolam oksidasi tidak berubah hitamnya dan lumpur turut serta tidak bisa mengendap. Sehingga Dansektor 4 Kolonel Inf. Kustomo Tiyoso memutuskan untuk dilokalisir saluran outlet limbah cair CV Firman Jaya sampai ada perbaikan dan menunjukkan parameter sesuai dengan baku mutu limbah pada tanggal 25 September 2019.

Karyawan tenun CV Firman Jaya, Majalaya

Saat melakukan lokalisir pada Tanggal 25 September, pukul 15.00 WIB menjadi tertunda, dikarenakan pemilik atau yang mewakili yakni penanggung jawab CV Firman Jaya tidak bisa hadir meskipun secara prosedur sudah hadir Babinsa, Babinkamtipmas dan perangkat Desa sudah hadir untuk menjadi saksi dalam kegiatan tersebut.

Lokalisir dilakukan keesokan harinya Tanggal 26 september pukul 10.00 WIB, dihadiri Dansektor 4, Kolonel Inf Kustomo Tiyoso; Bhabinkamtibmas Desa Sukamaju, Bigpol. Atep Soni Mulyadi, SH.; Babinsa Desa Sukamaju, Serda Adjat, dan Kepala Dusun, Zaelani. Saat memasuki kawasan pabrik yang mengusahakan pencelupan benang dan tenun kain ini, membuat Dansektor 4 nampak prihatin akan kondisi pabriknya. Bangunan jaman Belanda dengan kondisi kotor, berdebu dan dipenuhi sarang laba-laba menandakan tidak dijaganya kebersihan lingkungan pabrik oleh karyawan CV Firman Jaya.

Dansektor 4 Citarum Harum, Kolonel Inf. Kustomo Tiyoso memberi arahan kepada karyawan CV Firman Jaya

Kondisi pabrik yang tampak hidup segan, mati pun tak mau ini membuat Dansektor 4 mengintruksi penanggung jawab CV Firman Jaya, Rendi untuk mengumpulkan semua karyawan saat itu juga untuk diberi arahan. Pengarahan dan teguran keras juga diberikan kepada seluruh karyawan CV Firman Jaya tentang lingkungan yang bersih agar nyaman dalam bekerja dan kesehatan karyawan terjaga.

“Kepedulian karyawan atas lingkungan yang bersih bukan hanya tanggung jawab pemilik pabrik, tapi tanggung jawab semua karyawan. Bila kondisi pabrik yang kotor dan berdebu seperti ini apa bisa bekerja dengan nyaman. Pabrik ini tempat mencari penghidupan, tapi kebersihannya juga harus dijaga, jangan menggantungkan staff atau pemiliknya saja,”tegas Kolonel Kustomo.

Dansektor 4 Citarum harum, Kolonel Inf Kustomo Tiyoso memberi teguran keras kepada karyawan CV Firman Jaya agar peduli terhadap kebersihan lingkungan kerjanya

“Saya beri waktu satu minggu untuk semua karyawan membersihkan area pabrik ini, kalo sampai waktu itu tidak ada tindakan maka lokalisir tidak akan saya buka dan saya tidak akan datang lagi,”kata Kolonel Kustomo.

Karyawan yang rata-rata berusia diatas 40 tahun keatas menurut staff bagian administrasi, Yuli telah bekerja di CV Firman Jaya minimal 20 – 30 tahun. Jadi kemungkinan pabrik CV Firman Jaya berdiri pada tahun 1980 an, hal tersebut menjadi perkiraan dikarenakan pemilik pabrik tidak bisa hadir untuk dimintai keterangan.***

Facebook Comments

Leave a Reply