Komunikasi Kunci Menghalau Bahaya Internet pada Anak

komunikasi

Bandung Side, Kabupaten Bogor – Komunikasi pada Internet dan media sosial kini menjadi bagian dari keseharian, dengan manfaat dan dampak negatif untuk penggunanya.

Termasuk untuk anak-anak, peran orangtua sangatlah penting agar selamat dari efek negatif internet.

Fibra Trias, Editor in Chief Mommies Daily mengatakan, terkait internet dan penggunaan gadget orangtua tidak bisa melarang, karena bahkan untuk belajar dan sekolah pun sekarang sudah harus memanfaatkan teknologi.

Akan tetapi orangtua bisa memberikan pemahaman kepada anak agar menggunakannya secara positif.

“Caranya dengan mendiskusikan dan berkomunikasi bersama anak sebelum memasuki ruang digital,” kata Fibra Trias, saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, Kamis (18/11/2021).

Orangtua sebisa mungkin menjalin komunikasi yang baik dengan anak, agar dapat mengatur kesepakatan mengenai aturan bermain internet, serta menjelaskan keamanan dan privasi dalam bermedia sosial.

Di samping itu orangtua perlu memahamkan anak tentang digital citizenship supaya anak berperilaku baik sebagai warga digital.

Memahamkan tentang bentuk-bentuk konten, aplikasi dan aturan saat mengundu, berikut bahaya ruang digital yang harus diwaspadai.

Dari bentuk komunikasi tersebut, orangtua pun harus menjadi contoh terlebih dulu.
Pahami batasan sebagai orangtua, jangan gaptek, namun belajat dan ketahui hal yang sedang tren di kalangan anak, serta dukung anak tetap berkreasi di ruang digital.

Adapun berbagai dampak negatif penggunaan internet pada anak yang bisa mengancam antara lain perlaku cyberbullying.

Bentuknya misalnya berupa komentar menghina, meremehkan, melecehkan, merendahkan dan menghujat. Untuk kasus cyberbullying anak bisa saja menjadi korban maupun pelaku.

Selanjutnya ancaman lainnya berupa pornografi dan radikalisme, pelecehan seksual atau online grooming, dan kecanduan game.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Hadir pula nara sumber seperti Agus Jamiatul, General Manager TC Invest, Iman Darmawan, seorang Fasilitator Public Speaking, Hesty Maureen, Founder & Principal Paris Dela Mode Fashion School, dan Nimas Pertiwi, seorang Model.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama.

Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan