STIMLOG Kembali Gelar DACUM Training Siapkan Prodi DBE

STIMLOG Kembali Gelar Dacum

Bandung Side, Lemah Nendeut – STIMLOG kembali gelar DACUM Coaching dan Training bekerja sama dengan pemerintahan Swiss yang telah meluncurkan program S4C (Skills For Competitiveness).

Melatar belakangi workshop Dacum yang digelar, STIMLOG memiliki MoU dengan ISLI (Institut Supply Chain dan Logistik Indonesia) dan Kuehne Foundation.

Kemudian ISLI yang merupakan perkumpulan para akademisi, peneliti, maupun praktisi yang memiliki ketertarikan pada pengembangan keilmuan dan inovasi pada bidang ilmu Supply Chain dan Logistik melalui bantuan Kuehne Foundation berhasil bekerjasama dengan S4C yang fokus pada program Dacum.

Kegiatan kerjasama ISLI dan S4C yang didukung oleh Kuehne Foundation ini menetapkan 2 institusi pendidikan sebagai pilot projek implementasi DACUM yaitu Sekolah Tinggi Manajemen Logistik Indonesia (STIMLOG) dan Politeknik APP; dan STIMLOG adalah perguruan tinggi akademik pertama  ini Indonesia yang terpilih untuk pilot projek implementasi DACUM di perguruan tinggi akademik.

Sejauh ini DACUM memang lebih sering diterapkan pada sekolah / perguruan tinggi vokasi; tetapi secara metodologi DACUM dapat diimplentasikan pada berbagai jenjang pendidikan (vokasi-S1 ataupun S2) karena DACUM adalah metodologi untuk menyusun kurikulum.

S4C adalah sebuh program yang fokus pada 2 komponen yakni mengembangkan sekolah dan penguatan sistem pendidikan serta pelatihan teknik dan kejuruan dalam rangka meningkatkan kompetensi lulusan Program Studi S1, Digital Bussiness Engineering (DBE).

Materi Workshop Develop A CurriculUM (DACUM) Course Design merupakan kelanjutan dari Workshop DACUM yang telah dilaksanakan saat menggodok Program Studi Teknik Bisnis Digital pada Tanggal 25 Januari dan 30 Januari 2021 lalu secara webinar.

Kegiatan STIMLOG kembali gelar Dacum Training kali ini diikuti oleh tim perumus STIMLOG yang beranggotakan 8 dosen yaitu terdiri dari 6 dosen STIMLOG diantaranya, Dr. Melia Eka Lestiani, M.T., Rizqi Permana Sari, S.Si., M.T., Dimas Yudhistira, M.Hum, Ir. Tulus Martua Sihombing, M.T., Kartika Senja Widyawati, S.M., M.M., M. Satiadharma, S.T., MBA.,  1 dosen dari Poltek Pos  yaitu Santoso, S.Si., M.Kom dan 1 calon dosen prodi Digital Bisnis Engineering yaitu Rahma Hanum , S.Kom., M.kom.

STIMLOG Kembali Gelar Dacum 2
Kartika Senja Widyawati, S.M., M.M., sedang mempresentasikan materi yang sudah terekam dalam Dacum Chart dalam kegiatan workshop Dacum prodi DBE.

Prodi Digital Business Engineering (DBE)  dipilih sebagai fokus bahasan DACUM di STIMLOG karena prodi DBE ini adalah salah satu prodi baru yang akan segera dijalankan jika STIMLOG telah bertrasnformasi  menjadi Universitas Logistik dan Bisnis Internasional melalui merger dengan PoltekPos Indonesia.

Baik STIMLOG dan PoltekPOS adalah 2 institusi pendidikan dibawah naungan Yayasan Pendidikan Bhakti Pos Indonesia (YPBPI).

Dengan dipandu oleh Instruktur dari S4C, saudara Didiek Hari Nugroho yang didampingi oleh Budi Amri dalam menyelesaikan pelatihan Dacum yang di gelar Selasa-Kamis, 16-18 November 2021 di Kamboti Sari Ater Kamboti Bandung, jl Lemah Nendeut, Sukajadi, Bandung.

Dr. Melia Eka Lestiani, MT., koordinator tim Dacum STIMLOG mengatakan bahwa workshop Dacum yang di gelar menjadi pengetahuan bagaimana menghimpun penjelasan pekerjaan dari industri ke  kurikulum STIMLOG.

STIMLOG sebagai sekolah tinggi pertama di Indonesia dalam menggodok kurikulumnya menggunakan alat yakni program Dacum.

Workshop Dacum menjelaskan kepada tim STIMLOG dalam rangka menyiapkan program studi baru yakni Digital Bussiness Engineering (DBE).

Yang pertama kali disiapkan adalah dosen dan kurikulumnya, kurikulum dikuatkan dan dosen pengampuhnya yang relevan dengan mata kuliah yang dikembangkan, lanjut Melia.

Kemudian penguatan-penguatan inilah lebih digali dari hasil interview dengan para pihak industri terutama untuk posisi lulusan Bisnis Digital.

“Kami juga dalam Bisnis Digital ini selain mengupas manajemen, bisnis, juga mengupas engineeringnya, dimana digital tidak lepas dari teknologi,” ujar Melia.

Sehingga pengadaan workshop ini sedapat mungkin akan bisa menjembatani kebutuhan lulusan, selaras antara lulusan dengan kebutuhan kompetensi yang dimiliki oleh mahasiswa prodi ini, yakni sikap, pengetahuan dan keterampilan.

STIMLOG Gelar Kembali Dacum 3
Ir. Tulus Martua Sihombing, M.T., sedang mempresentasikan analysis kebutuhan pasar saat workshop Dacum STIMLOG prodi Digital Bussineess Engineering

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI)
Dalam menyusun kurikulum target capaian agar mahasiswa mampu mengaplikasikan bidang keahliannya dan memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni pada bidangnya dalam penyelesaian masalah serta mampu beradaptasi terhadap situasi yang dihadapi yang dapat dideskripsikan sebagai Kemampuan Kerja.

Mahasiswa lulusan dapat menguasai konsep teoritis bidang pengetahuan tertentu secara umum dan konsep teoritis bagian khusus dalam bidang pengetahuan tersebut secara mendalam, serta mampu memformulasikan penyelesaian masalah prosedural, sebagai bekal saat menimba ilmu sebagai Penguasan Pengetahuan.

Mahasiswa juga mampu mengambil keputusan yang tepat berdasarkan analisis informasi dan data, dan mampu memberikan petunjuk dalam memilih berbagai alternatif solusi secara mandiri dan kelompok.

“Dan mahasiswa dapat bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri serta dapat diberi tanggung jawab atas pencapaian hasil kerja organisasi,” pungkas Melia Eka Lestiani.

Ketua STIMLOG, Rachmawati Wangsaputra, Ph.D
Ketua STIMLOG, Rachmawati Wangsaputra, Ph.D., berkesempatan memberi arahan pada kegiatan workshop Dacum prodi DBE

Tahapan Dacum Prodi Digital Bussiness Engineering
Menurut Didiek Hari Nugroho bahwa STIMLOG kembali gelar Dacum atau Development a Curriculum yang merupakan metode proses yang melibatkan industri yang dalam hal ini sebagai panelis yang memberikan masukan dan inputan terhadap ocupation yang mereka jalani.

“Rekaman hasil inputan ocupation tersebuat akan digunakan sebagai bahan dasar atau langkah awal dalam membuat kurikulum,” ujar Didiek.

Analisa ocupation tersebut biasa digelar dalam suatu workshop untuk dapat digali dan didalami mulai dari tugas-tugasnya, pengetahuan terbarunya, peralatan yang dibutuhkannya, dan lain-lain yang terekam dan terdokumen dalam Dacum Chart.

Dacum Chart merupakan bahan awal yang nantinya akan diteruskan dalam analisa yang lebih mendalam dari dosen yang disebut sebagai Learning Outcomes dari capaian pembelajaran atau capaian lulusan sebagai targetnya, lanjut Didiek.

Dacum Chart yang berisikan rekaman kebutuhan analisis kebutuhan pasar ter-update, kajian ilmu pengetahuan dan teknologi, informasi rumusan capaian pembelajaran lulusan (CPL) pada prodi yang akan dikembangkan.

Rencana mata kuliah sebagai bahan kajian dengan keluasan dan kedalaman materi pembelajaran, sekaligus besarnya SKS menyangkut CPL yakni sikap, pengetahuan, keterampilan umum dan keterampilan khusus secara selaras.

“Selain itu, melalui kegiatan workshop ini akan teridentifikasi kompetensi yang diperlukan agar seseorang dapat melakukan tugas yang telah terdefinisikan sebelumnya melalui uraian TASKS,” jelas Didiek.

STIMLOG Gelar Kembali Dacum 7
Analisa keterlibatan staf pengajar atau dosen diperlukan agar kegiatan pengembangan kurikulum dapat terus berlanjut dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tugasnya sebagai pengajar menjadi bagian materi Dacum yang digelar kembali oleh STIMLOG

Kompetensi dinyatakan dalam kemampuan yang dapat ditunjukkan pada ranah keilmuan (knowledge), keterampilan (skill) dan sikap (attitude).

Kegiatan Analisa Pekerjaan dan Tugas dilakukan dengan melibatkan staf pengajar Program Studi.

Keterwakilan dari seluruh bidang keahlian di lingkungan Program Studi menjadi sangat penting, karena keterkaitan satu bidang dengan bidang keahlian yang lain akan menentukan profil lulusan secara keseluruhan.

Selain itu keterlibatan staf pengajar diperlukan agar kegiatan pengembangan kurikulum dapat terus berlanjut dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tugasnya sebagai pengajar.

Setiap mata kuliah harus memiliki tanggung jawab Rencana Pembelajaran per-Semester yang disebut RPS.

Sehingga kita dapat memiliki target-target mata kuliah yang mendukung capaian pembelajaran dan capaian lulusan (CPL).

Diharapkan dosen-dosen mampu menyampaikan dalam proses pembelajaran, yakni mempunyai rencana, ukuran supaya CPL tidak terlalu jauh menyimpang yang sudah dirumuskan.

“Setelah kurikulum sudah jadi, sudah menerima mahasiswa, ada tahapan selanjutnya yaitu Monitoring dan Evaluasi,” kata Didiek Hari Nugroho.

Ditinjau kembali seberapa besar dari dokumen yang sudah dibuat ini dan mahasiswa sudah mendapatkan kurikulum sehingga ketercapaian dapat terukur, lanjut Didiek.

Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Logistik
Tim Perumus Prodi DBE STIMLOG foto bersama saat mengakhiri workhop Dacum yang digelar kembali oleh STIMLOG

Keefektifan kurikulum akan terlihat pada saat mahasiswa magang yaitu pada stake holder atau industri yang pada umumnya di semester 4, juga mendapatkan monitor dan evaluasi sudah sesuai tidak dengan yang kita ajarkan dengan masukan saat mendokumentasikan di Dacum Chart.

Seandainya ada perubahan yang tidak terlalu besar maka perubahannya hanya sebatas pembelajarannya saja, namun secara kontinyu, terus-menerus kurikulum dan dosen harus siap dengan perubahan tersebut.

“Sebagai contoh dengan transformasi digital, dosen dalam proses pembelajaran yang dulu menggunakan Black Berry atau BB ternyata belum 2 tahun ada aplikasi lain yaitu WhatsApp (WA) masuk, berarti kompetensi yang diajarkan pada mahasiswa bergeser ke WA tersebut,” ungkap Didiek.

Mau tidak mau, mahasiswa berikutnya sudah harus tidak mendapatkan pembelajaran dengan BB tapi sudah menggunakan WA.

Mendapatkan pengalaman teknologi yang selalu bergerak, diharapkan bukan hanya mahasiswa yang melakukan magang pada stake holder, namun dosen pun bisa melakukan magang karena memiliki kepentingan monitoring kepada mahasiswanya dan supaya dapat melihat juga perubahan apa yang ada diindustri tersebut.

Mulai dari peralatannya, program yang digunakan, supaya dosen juga dapat mengedukasi mahasiswanya atau dapat melakukan wawancara dengan mahasiswa yang sedang magang tersebut mengenai hal perubahan tersebut untuk diperbaiki.

Jadi ada siklus kurikulum yang harus up to date, kalau di tinjau ada konsekuensi untuk update jika tidak ya sudah dalam arti siap-siap saja industri akan merasakan yang diajarkan lain dan dikerjakan lain.

Dalam menangani suatu kerjaan ternyata lulusan tidak dapat mengerjakan karena tidak diajarkan di kampus, akan lebih repot akibat dari kurikulum yang tidak up to date, pungkas Didiek Hari Nugroho.***

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan