Pertanyaan Kritis Berasal Dari Siswi SMAN 2 Majalaya Tentang Limbah B3 Pada Rumah Tangga

Bandung Side, Majalaya – “Mencintai Lingkungan cerminan mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia”, sebagai kata pengantar saat Komandan sektor 4 Citarum Harum, Kolonel Inf. Kustomo Tiyoso saat melakukan sosialisasi Penanganan Kerusakan DAS Citarum, di SMAN 2 Majalaya jl. Raya Wangisagara, Kelurahan Wangisagara, Kecamatan Majalaya, Rabu (25/9/2019).

“Untuk menyiapkan Generasi Indonesia Emas 2045 saat Indonesia merdeka ke 100 Tahun, diperlukan pembangunan pendidikan dalam perspektif masa depan, yaitu mewujudkan masyarakat Indonesia yang berkualitas, maju, mandiri dan modern, serta untuk meningkatkan harkat dan martabat bangsa. Termasuk pembangunan Sumber Daya Manusia yang unggul seperti adik-adik siswa dan siswi SMAN 2 Majalaya ini sebagai calon Pemimpin NKRI,”papar Kolonel Kustomo

Sosialisasi Program Citarum Harum disampaikan oleh Komandan Sektor 4, Kolonel Inf. Kustomo Tiyoso di SMAN 2 Majalaya, Wangisagara, Majalaya, Rabu (25/9/2019).

“Sebagai Pemimpin harus memiliki kecerdasan yang mengungguli bangsa lain didunia, namun cita-cita tersebut tidak akan tercapai bila saat ini generasi muda nya tidak peduli terhadap lingkungan. Tampak saat menyanyikan lagu Indonesia Raya belum menunjukkan kecintaan terhadap NKRI, yakni disiplin dalam bersikap menyanyikan Lagu Kebangsaan,” kata Kolonel Kustomo.

Memulai dari diri sendiri, lanjut Kolonel Kustomo, peduli terhadap lingkungan, peduli kepada kebersihan lingkungan rumah, lingkungan sekolah dan lingkungan dimana pun berada. Terutama dalam bijak mengelolah sampah, aksi utamanya mengurangi penggunaan sesuatu yang menimbulkan sampah seperti minum dengan menggunakan botol kemasan plastik, baiknya wadah atau tempatnya menggunakan tempat yang bisa digunakan berulang kali.

Siswa dan siswi SMAN 2 Majalaya sedang menikmati sajian makanan ringan saat mengikuti sosialisasi Program Citarum Harum yang diadakan oleh Satgas Sektor 4 Citarum Harum, Rabu (25/9/2019).

“Memilih makanan yang berasal dari bahan olahan yang bersih dan proses yang sehat, akan mengurangi resiko timbulnya penyakit. Memilih makanan yang sehat, harus tahu asal muasal proses makanan tersebut. Makanan siap saji memang enak, tapi bahan yang digunakan seperti ayam goreng berasal dari peternakan penggemukan ayam yang menggunakan obat-obatan. Sehingga menggunakan atau mengkonsumsi secara kontinu bisa menimbulkan kanker. Begitu juga dengan makanan lokal, bahan baku atau prosesnya masih menggunakan air Sungai Citarum perlu diperhatikan,”paparan panjang Kolonel Kustomo.

Kolonel Kustomo juga menyampaikan bahwa Program Citarum Harum yang membawa misi kembalinya ekologi dan ekosistem DAS Citarum untuk kembali lagi tidak akan berhasil tanpa partisipasi dan komitmen masyarakat, khususnya dari dunia akademisi termasuk siswa-siswi SMAN 2 Majalaya.

Antusias siswa-siswi SMAN 2 Majalaya mengikuti sosialisasi Program Citarum Harum, Rabu (25/9/2019).

“Dimulai dari generasi muda yang menjadi penerus kepemimpinan Indonesia selanjutnya, Siswa-dan siswi SMAN 2 Majalaya harus menjadi generasi pilihan, generasi unggul yang dapat memimpin NKRI,”pungkas Kolonel Kustomo

Pemateri selanjutnya berasal dari Perwakilan DHL Kabupaten Bandung, Noor Rochman melengkapi apa yang dipaparkan oleh Kolonel Kustomo khusus dalam menangani sampah. “Diupayakan mengurangi menghasilkan sampah dimulai dari rumah, karena menurut UU No. 18 Tahun 2008 pasal 12 bahwa Setiap orang dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga wajib mengurangi dan menangani sampah dengan cara yang berwawasan lingkungan,”kata Noor Rochman.

Noor Rochman perwakilan dari Dinas LH Kabupaten Bandung saat memberi materi tentang Bijak Menangani Sampah di SMAN 2 Majalaya, Rabu (25/9/2019).

Bahwa kita tahu, lanjut Noor Rochman, bahwa sampah adalah penyebab timbulnya banjir, penyebab sumber penyakit dan menimbulkan bau yang tidak sedap, tapi tidak ada yang peduli. Padahal setiap ada kehidupan selalu menghasilkan sampah, setiap orang menghasilkan sampah 0,35 – 04 kg jadi bila tidak peduli dengan yang dihasilkan dari diri sendiri berarti orang tersebut tidak bertanggung jawab.

“Sampah bisa dijadikan sumber energi, sampah bisa menghasilkan barang yang bermanfaat dan bernilai ekonomis dan dapat didaur ulang untuk dijadikan barang baru yang bisa dijual,”kata Noor Rochman.

“Jadi sampah itu harus diperlakukan bijak, pertama buanglah sampah pada tempatnya bukan pada temannya. Karena bila kita bicara tentang sampah maka kita akan berbicara tentang peradaban, tentang budaya, tentang perilaku dan kebiasaan. Sehingga bila kita disebut sebagai manusia berbudaya dan beradab maka perlakukan sampah dengan bijak, “jelas Noor Rochman.

Foto Bersama siswa-siswi SMAN 2 Majalaya bersama Satgas Sektor 4 Citarum Harum usai mengikuti sosialisasi Program Citarum Harum, Rabu (25/9/2019).

Antusias siswa SMAN 2 Majalaya mengikuti sosialisasi yang bertemakan Penanganan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum Sektor 4, tampak dari banyaknya pertanyaan yang diajukan seputar sampah yang diolah secara 3R (Reuce, Reduce, Recycle). Bahkan, salah satu dari siswi yang bernama Nabila, kelas X menanyakan bagaimana cara menangani sampah yang termasuk B3 didalam rumah tangga.

Noor Rochman menyampaikan bahwa pemerintah Kabupaten Bandung masih menangani sampah yang sifatnya Organik dan An-Organik, karena sampah yang bersifat B3 ditangani oleh pihak ke-3 secara khusus. “Baiknya dipisahkan saja sampahnya didalam kantong khusus, seperti batre hape, batre jam tangan atau semua jenis batre termasuk accu, juga lampu neon, deterjen, pewangi, pewarna rambut, pembersih lantai, aerosol, pengharum ruangan, pemutih baju dan lain-lain dapat dipisahkan tempatnya secara khusus, agar pihak kebersihan atau pengambil sampahnya bisa mengumpulkan pada pihak ke-3 tersebut,”pungkas Noor Rochman.

Sosialisasi Program Citarum Harum berjalan dengan baik di SMAN 2 Majalaya hingga siang hari ditutup dengan menyanyikan lagu Padamu Negeri.***

Facebook Comments

Leave a Reply