Kolonel Inf. Kustomo Tiyoso, Indonesia Emas 2045 Harus Dipersiapkan Mulai Sekarang

Bandung Side, Majalaya – “Indonesia Emas 2045 harus dipersiapkan mulai sekarang, sebagai pelajar harus mampu membawa tongkat estafet kepemimpinan dijaman yang sudah maju ini untuk mencapai Generasi Emas pula,” kata Komandan Sektor 4 Citarum Harum, Kolonel Inf. Kustomo Tiyoso saat memberi materi sosialisasi Program Citarum Harum yang diikuti oleh siswa-siswi SMKN 1 Majalaya, jl. H. Idris No.99, Desa Sukamukti, Majalaya, Rabu (31/7/2019).

Sebelum memasuki materi sosialisasi, lanjut Kolonel Kustomo, pada jaman milenial yang semuanya serba ada digenggaman hendaknya dalam mengkonsumsi informasi atau berita yang menjurus ke negatif, maka akan terjebak dalam kondisi negatif pula. “Pelajar sebagai generasi muda dan calon generasi emas bila ketergantungan dengan media sosial yang menjerumuskan dalam mengakses informasi dan berita, apalagi menjadikan tontonan yang seharusnya tidak ditiru diantaranya menghasilkan pelajar yang berani menentang guru atau kepala sekolah dalam melaksanakan aturan sekolah bahkan mengacukan rasa memiliki dipastikan juga tidak akan peduli terhadap lingkungan, “kata Kolonel Kustomo.

Komandan Sektor 4 Citarum Harum, Kolonel Inf. Kustomo Tiyoso menerima cinderamata dari Kepala Sekolah SMKN 1 Majalaya, Drs. Dani Kusuma Adi

“Sungai Citarum menurut catatan sejarah, menjadi sumber penghidupan bagi warga yang dialirinya. Air sungai yang bisa digunakan mencuci pakaian, mandi dan kebutuhan lainnya. Namun saat ini, Sungai Citarum menjadi topik pembicaraan dikawasan Asia, karena kondisi Sungai Citarum yang kotor dan tercemar sampah dan limbah. Padahal kondisi Sungai Citarum sangat vital dan strategis sebagai sumber kehidupan bagi 35 juta jiwa di Jabar,”papar Kolonel Kustomo.

Susan, pemateri sosialisasi Program Citarum Harum dari peserta KKN Universitas Budi Luhur

“Jika Sungai Citarum kotor dan menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan yang diakibatkan oleh sampah dan limbah, maka salah satu kerigian yang ditimbulkan adalah matinya listrik yang ada di Pulau Jawa dan Bali. Hal tersebut dikarenakan turbin yang menggerakan energi listrik di Bendungan Saguling tersumbat sampah dan tidak bisa bergerak. Begitu juga dengan 2 bendungan lainnya, yakni Cirata dan Jatiluhur yang dapat menghasilkan energi listrik sebesar 1.900 MG,”papar Kolonel Kustomo.

Selain itu, lanjut Kolonel Kustomo, 3 bendungan tersebut juga menghasilkan komoditi ikan air tawar yang dapat dikonsumsi sebagai pemenuh kebutuhan protein bagi tubuh. “Namun bagaimana bila Sungai Citarum penuh sampah dan limbah yang mengaliri 3 bendungan strategi tersebut ? Listrik akan mati yang dapat menimbulkan kerugian Rp 240 Triliun/tahun bila menggantikan dengan energi lain. Begitu pula bila airya tercemar dan ikan air darat akan mati karena keracunan yang dapat menimbulkan kerugian dalam memenuhi kebutuhan protein tubuh sebesar Rp 10 Triliun/tahun,”ungkap Kolonel Kustomo kembali.

(kiri pertama) Kepala Sekolah SMKN 1 Majalaya, Drs. Dani Kusuma Adi sedang memberi kata sambutan sosialisasi Program Citarum Harum, Rabu (31/7/2019)

“Bagaimana untuk kebutuhan air minum ? Bila kebutuhan air minum mengandalkan beli untuk air isi ulang atau sejenisnya maka kerugian yang didapatkan sebesar Rp 197 Triliun/tahun. Sungguh kondisi yang tidak menguntungkan, bila air Sungai Citarum anugerah Tuhan Yang Maha Esa tidak dijaga kebersihannya,”pungkas Kolonel Kustomo.

Sosialisasi yang dihadiri oleh Kepala Sekolah SMKN 1 Majalaya, Drs Dani Kusuma Adi; Kepala UPT Pengangkutan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung; Noor Rochman sebagai nara sumber. serta Pembina Osis Roy Hansen. Sosialisasi Program Citarum Harum yang juga melibatkan peserta KKN dari Universitas Budi Luhur, Jakarta dalam mengisi materinya.

Komandan Sektor 4 Satgas Citarum Harum Kolonel Inf Kustomo mengharapkan, sosialisasi penanganan kerusakan daerah aliran Sungai Citarum ini dapat memberikan pencerahan kepada para siswa SMKN 1 Majalaya.

Peserta sosialisasi Program Citarum Harum siswa SMKN 1 Majalaya mewakili kelas Multimedia.

Kepala SMKN 1 Majalaya, Drs. Dani Kusuma Adi saat memberikan sambutan merasa terhormat dengan dilakukannya sosialisasi Program Citarum Harum bagi siswa dan siswi SMKN 1 Majalaya. Dani Kusuma berharap, para siswa yang mengikuti sosialisasi bisa menjaga lingkungan terkait Program Citarum Harum khususnya di sekolah.

“Tolong nanti usai sosialisasi, para siswa bisa mensosialisasikan kembali kepada teman-temannya di sekolah yang tidak bisa hadir, khususnya di kelas masing-masing tentang Program Citarum Harum agar menjaga kebersihan lingkungan ,” kata Dani Kusuma.

(pertama dari kanan) Neng Rita Nurdianti, siswi kelas XI SMKN 1 Majalaya salah satu peserta sosialisasi Program Citarum Harum.

Salah seorang peserta dari kelas XI, Neng Rita Nurdianti mengatakan,”Sosialisasi Program Citarum Harum akan menjadi motivasi bagi siswa-siswi SMKN 1 Majalaya, kebetulan Neng sebagai pengurus OSIS bidang Kebangsaan dan Bela Negara akan mengembangkan program tersebut”.

“Kedepan yang akan kami lakukan salah satunya dengan menjaga kebersihan dilingkungan sekolah SMKN 1 Majalaya, karena menjaga kebersihan juga merupakan cermin dari mencintai tanah air termasuk Bela Negara juga,”tegas Neng Rita.

Pemateri dari peserta KKN Tematik Budi Luhur yang diwakili oleh Susan, menyampaikan tentang menyikapi sampah dilingkungan terdekat dengan membuang sampah pada tepatnya yakni pada tong sampah yang sudah disediakan disekolah. Selain itu, Susan juga menyampaikan bahwa untuk mengurangi penggunaan bahan plastik dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dikarenakan sampah plastik tidak bisa diurai secara alami.***

Facebook Comments

Leave a Reply